Pilih Laman

Berita-berita kemiskinan selalu menghiasi pemberitaan di negara kita. Berita kemiskinan itu antara lain(1) kurangnya pangan, sandang dan perumahan yang tidak layak; (2) terbatasnya kepemilikan tanah dan alat-alat produktif; (3) kuranya kemampuan membaca dan menulis; (4) kurangnya jaminan dan kesejahteraan hidup; (5) kerentanan dan keterpurukan dalam bidang sosial dan ekonomi; (6) ketakberdayaan atau daya tawar yang rendah; (7) akses terhadap ilmu pengetahuan yang terbatas.

Kajian inilah yang diangkat oleh Idi Subandy Ibrahim dalam Disertasinya yang berjudul Representasi Kemiskinan di Media Lokal: Kajian Pemosisian Sosial tentang Pemberitaan Kemiskinan di Harian Umum Pikiran Rakyat dan Harian Tribun Jabar (2012-2013). Dalam penelitian nya menggambarkan bagaimana latar belakang sosial budaya dan faktor-faktor ekonomi politik telah menmpengaruhi lanskap media lokal dan pola – pola representasi beritanya.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa proses eksklusi orang miskin yang berlangsung di dunia nyata juga tergambar di halaman media. Hal ini disebabkan pandangan-pandangan konvensional tentang kemiskinan yang masih hidup dan terus dikukuhkan dalam praktek jurnalisme yang berorientasi sudut pandang dominan, dan oleh kekuatan ekonomi politik, termasuk iklan yang mempengaruhi posisi berita dan teks kemiskinan dalam representasi beritanya. Media memperkuat ideologi konsensus yang menekankan kemiskinan sebagi objek bantuan dan memperteguh sudut pandang yang melihat kemiskinan dari sudut masalah dan angka-angka sehingga membatasi representasi berita pada sisi kualitas manusia.

Artikel Lainnya:  Konstruksi Identitas Kelompok Minoritas Berbasis Agama melalui Studi Wacana Venakuler

Dengan disertasi ini Idi Subandy Ibrahim berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Komunikasi yang ke-83 dengan predikat sangat memuaskan. Dalam Sidang Promosi Doktor yang dilakukan di Ruang Auditorium Juwono Sudarsono FISIP UI, bertindak sebagai Ketua Sidang adalah Prof. Isbandi Rukminto Adi, Ph.D. Sebagai Promotor adalah Prof. Dr. Ilya R. Sunarwinadi, M.Si; Ko-Promotor 1 adalah Francisia SS. Ery Seda, M.A., Ph.D; Ko –Promotor 2 adalah Dr. Ade Armando, M.S. serta anggota sidang adalah Prof. Alois Agus Nugroho, Ph.D; Prof. Dr. T.M. Soerjanto Poespowardojo; Prof. Sasa Djuarsa Sendjaja, Ph.D ; Dr. Pinckey Triputra, M.Sc. Dalam disertasi-nya Idi Subandy merekomendasikan bahwa media berita perlu menegaskan “jurnalis kemiskinan” yang empatik dan sensitif jender serta menggunakan sudut pandang “dari dalam atau dari bawah”. (Humas-FISIP UI)