Pilih Laman

Dalam rangkaian Pekan Komunikasi 2016, adwar menyelenggarakan workshop terkait perkembangan teknologi modern yang telah membawa dunia periklanan menuju level yang baru. Kegiatan ini berlangsung pada 26 –27 April 2016 dan bertempat di Ruang F 202, Kampus FISIP UI. Workshop yang diselenggarakan selama dua hari ini dibagi menjadi tiga sesi dengan tema yang berbeda setiap sesinya. Sesi pertama berlangsung pada Selasa (26/4/2016) dengan tajuk “Digital Invasion: Friend or Foe?” Hadir sebagai pembicara sesi pertama yakni, Ruby G. Sudoyo (Group Planning Director of Ogilvy & Mather Indonesia). Di sesi ini, Ruby menyampaikan bahwa invasi digital telah menggeser peran dominasi konvensional yang telah sejak lama. Sebagai pemasar dan pengiklan, diperlukan kepekaan untuk memosisikan media digital apakah sebagai kawan atau lawan dengan mempertimbangkan sisi positif serta negatifnya.

Artikel Lainnya:  Pelepasan Kontingen Misi Budaya KTF ke Turki dan Bulgaria

Sesi kedua berlangsung pada Rabu (27/4/2016), pukul 09.30—11.00, dengan mengusung tema “How to Stand Out From the Crowd in Today’s Digital Age?” Pada sesi kedua mengundang pembicara Lydia Tarigan (Creative Director, Ogilvy & Mather Indonesia). Dalam kesempatan tersebut, Lydia menjelaskan bahwa sebagai pemasar dan pengiklan harus berani untuk keluar dari zona nyaman. Saat proses pembuatan iklan, Lydia menegaskan bahwa kreativitas dalam menyampaikan pesan yang efektif harus dapat dioptimalkan. Lydia juga memaparkan, dunia digital dengan segala kelebihan dan kekurangannya mengajak kita untuk melampaui batas yang kita miliki. Sesi ini bersifat sharing session serta membahas tips dan trik kreatif periklanan dalam media digital.

Artikel Lainnya:  Institutional Strengthening of Dairy Farmer Cooperative

Sesi terakhir diselenggarakan pada Rabu (27/4/2016), pukul 15.00—16.30 dan mengangkat tajuk “Brand Humanization: How to be a ‘Human Era’ Brand.” Executive Creative Director of Havas Worldwide Jakarta, Roy Sagala, dihadirkan sebagai pembicara pada sesi ini. Dalam presentasinya, Roy mengupas pergeseran yang telah banyak terjadi di dunia periklanan. Perubahan ini dimulai dari pergeseran penggunaan media hingga pergeseran nilai-nilai atau sifat-sifat dari suatu brand. Roy juga menjelaskan proses bagaimana suatu brand dapat bertingkah laku dan ‘berbicara’ layaknya manusia.