Select Page

Kuliah Umum FISIP UI bersama Mr. Martin Tlapa (Wakil Menteri Republik Ceko) mengangkat tema “The Czech Republic´s Strategy for Cooperation with the Indo-Pacific” yang diselenggarakan pada Selasa (6/12) di Auditorium Mochtar Riady, acara ini di moderator oleh Dwi A. Sundrijo, Ph.D (Dosen Departemen Ilmu Hubungan Internasional) dan sebagai penanggap Edy Prasetyono, Ph.D (Dosen Departemen Ilmu Hubungan Internasional). Kuliah umum ini dilaksanakan secara hybrid dan terbuka secara umum serta di ikuti oleh berbagai mahasiswa dari universitas-universitas di Jakarta.

Dalam kuliah umum ini Mr. Martin Tlapa membahas pentingnya Indo-Pasific, Strategi Kerjasama Republik Ceko yang baru disetujui dengan Indo-Pasifik. Selain itu Wakil Menteri Luar Negeri Ceko itu membahas bagaimana mendekati kawasan dalam konteks kepentingan strategis yang berkembang dan tantangan global yang muncul.

Indo-Pasifik membentang melintasi dua samudera hingga empat benua. Menurut Martin, Indo-Pasifik menjadi pusat penting untuk perdagangan dunia dengan jalur perdagangan dan maritim utama yang melewatinya, negara-negara Indo-Pasifik menyumbang 42% dari PDB dunia, hampir 60% dari populasi dunia.

Baru-baru ini, pentingnya Indo-Pasifik telah dibuktikan selama Kepresidenan Ceko di Dewan Uni Eropa pada paruh kedua tahun 2022, ketika Republik Ceko mengidentifikasi Indo-Pasifik sebagai salah satu prioritas geografisnya.

Martin mengatakan bahwa kerja sama dengan negara-negara Indo-Pasifik adalah untuk mempromosikan keamanan dan kemakmuran global serta penghormatan terhadap hak dan martabat manusia.

Pada September 2022, pemerintah Ceko menyetujui strategi nasional untuk kerja sama dengan Indo-Pasifik, menjadikan Republik Ceko sebagai negara anggota Uni Eropa keempat, setelah Prancis, Jerman, dan Belanda, yang memiliki kerangka kerja strategisnya sendiri untuk kerja sama dengan negara-negara di Asia, Wilayah Pasifik dan sekitarnya.

Martin menyatakan, pada dasarnya Republik Ceko ingin menjalin kerja sama yang saling menguntungkan dengan negara-negara Indo-Pasifik, dengan tunduk pada aturan dan norma yang mengikat secara internasional.

Lebih lanjut ia mengatakan, Republik Ceko juga akan fokus pada kerja sama di bidang hak asasi manusia, pencegahan bencana dan pengurangan risiko, termasuk bencana kemanusiaan. Ini akan memberikan dukungan untuk kegiatan organisasi keamanan dan mekanisme pencegahan konflik. Selain itu, Republik Ceko ingin memanfaatkan kerja sama pembangunan dan instrumen pendanaan UE untuk melibatkan pakar dan perusahaan Ceko.

Dalam strateginya, Republik Ceko berkomitmen untuk mendukung Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, memperkuat perdagangan bebas dengan kawasan, menjalin kerja sama yang lebih erat dengan mitra di Uni Eropa dan negara-negara yang berpikiran sama dengan dokumen strategis mereka sendiri.

Dalam tantangan global, Martin mengatakan, bersiaplah untuk mengatasi tantangan faktor risiko kawasan, risiko keamanan, ancaman hybrid, perubahan iklim, perlindungan keanekaragaman hayati, serta energy and carbon sustainability untuk dukungan perdagangan dan pembangunan berkelanjutan.

Menurut Edy, wilayah Indo-Pasifik menjadi sangat penting dan strategis tidak hanya dalam hal ekonomi tapi juga keamanan dan lainnya. Tapi masalahnya adalah ketika kita melihat Indo-Pasific sejak awal sebenarnya contested concept karena itu awalnya inisiatif dari Jepang pada tahun 2007. Karena konsep tersebut ide dari Indo-Pasifik, ASEAN datang dengan pendekatan inklusif dan minimalis serta pengertian dari konsep Indo-Pasifik karena itulah ASEAN datang dengan ide Indo-Pasifik yang fleksibel, inklusif dan bergantung pada pembangunan ekonomi daripada nilai dan ideologi.