Pilih Laman

Sehubungan dengan beredarnya informasi dugaan pelanggaran tata tertib dalam bentuk pelecehan seksual yang melibatkan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI).  Perlu kami sampaikan respons sebagai berikut:

1. Tindakan asusila dan pelecehan seksual merupakan jenis perbuatan yang dilarang dilakukan oleh warga UI sebagaimana ditentukan di dalam Pasal 8 huruf (j) Ketetapan Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia Nomor 008/SK/MWA-UI/2004 tentang Perubahan Ketetapan Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia Nomor 005/SK/MWA-UI/2004 tentang Tata Tertib Kehidupan Kampus Universitas Indonesia;

2. Peristiwa pelecehan seksual yang melibatkan mahasiswa FISIP UI, baik sebagai terduga pelaku maupun sebagai korban, terjadi di luar lingkungan kampus UI dan tidak terjadi saat kegiatan akademik maupun kegiatan ekstrakurikuler berlangsung;

3. Proses penyelesaian dugaan pelecehan seksual tersebut akan dilakukan melalui mekanisme Panitia Penyelesaian Pelanggaran Tata Tertib Universitas Indonesia (P3T2 UI) dengan ancaman sanksi sesuai peraturan yang berlaku di Universitas Indonesia;

4. Proses penyelesaian yang telah coba dilakukan oleh Program Studi terkait adalah dalam rangka pengumpulan fakta dan upaya penyelesaian masalah. Informasi mengenai adanya ancaman kepada pihak-pihak yang terlibat adalah tidak benar; 

5. Proses penyelesaian akan diupayakan dilaksanakan sesegera mungkin meskipun kejadian luar biasa penyebaran infeksi Covid-19 saat ini akan berpotensi berdampak memperlambat proses; 

6. Tindakan seluruh warga/mahasiswa UI yang melanggar peraturan perundang-undangan Republik Indonesia yang berlaku saat sebagai individu pribadi dan tidak terkait dengan kegiatan resmi UI merupakan tanggung jawab pribadi yang bersangkutan.    

Artikel Lainnya:  Gerakan Lokal Muhammadiyah di Kawasan Post-Suburban Depok