Reversed Agenda Setting di Era Media Sosial Dalam Studi Kasus CNN Indonesia

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universias Indonesia telah meresmikan kembali doktor komunikasi, Niki Charles Laoh pada Rabu (09/07) di Auditorium Juwono Sudarsono. Niki mengangkat judul penelitian disertasi “Reversed Agenda Setting di Era Media Sosial (Studi Kasus: CNNIndonesia.com)”.

Pembentukan agenda media, dalam Ilmu Komunikasi dikenal dengan Reversed Agenda Setting, yaitu konsep yang menggambarkan proses pembentukan agenda media. Dalam penelitian ini, Reversed Agenda Setting merupakan pembentukan agenda media yang berasal dari media sosial.

“Agenda” dalam penelitian ini adalah mengacu pada konstruksi media terhadap realitas sosial yang disorot secara konsisten dalam sebuah ruang dan waktu. Agenda berbeda dengan event atau kejadian. Di mana, “event” mengacu pada peristiwa tunggal yang terjadi dalam satu momen spesifik, sedangkan “isu” merupakan rangkaian peristiwa yang saling terkait dalam kerangka kategori yang lebih luas dan memiliki durasi waktu yang lebih panjang.

“Disertasi ini menjelaskan relasi antara agenda media sosial dengan agenda media di era media sosial. Rujukan penelitian ini adalah dua konsep Reversed Agenda Setting yaitu Early Recognizer sebagai mediator agenda dan Agenda Rippler sebagai perantara agenda media sosial dengan media,” jelas Niki.

Menurutnya, studi ini juga mengulas proses internal media dalam pembuatan agenda, agar bisa mempengaruhi kebijakan publik berlandaskan teori Agenda Building. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola kerja redaksi dalam mengadopsi isu-isu publik dari media sosial X untuk dijadikan agenda media, dan menganalisis strategi pengemasan konten agenda media yang berasal dari media sosial.

Niki menjelaskan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Agenda Publik di media sosial X dengan Agenda Media ternyata tidak berada dalam proses struktural yang bersifat universal, melainkan sebagai mekanisme yang bersifat selektif, situasional, dan bergantung pada konteks dari isu yang menjadi agenda.

Saat media dan media sosial secara simultan menyampaikan agenda yang sama, maka korelasi antara keduanya akan kuat. Berita viral di media sosial yang mengandung unsur kepentingan publik yang berpotensi menjadi agenda media. Viralitas agenda media sosial dipantau langsung oleh Gatekeeper media.

Niki menekankan bahwa kebijakan editorial tetap memegang peran determinan dalam penentuan konten media sosial yang akan menjadi agenda media. Tema dan kemasan editorial dirancang untuk memperoleh perhatian publik dan pengambil kebijakan untuk mempengaruhi kebijakan publik Selain itu, verifikasi, izin dan nilai berita sebagai patokan prinsipil jurnalis dalam memilih dan mengemas tema agenda media.

“Temuan lain dari penelitian ini adalah peran mediator, Early Recognizer dan Agenda Rippler, dalam Reversed Agenda Setting relatif tidak relevan. Hal ini disebabkan karena kehadiran teknologi telah memungkinkan akses langsung antara publik, media dan pengambil kebijakan publik,” ujar Niki.

Melalui studi ini dipahami, bahwa di era media sosial, alur agenda dalam perspektif Reversed Agenda Setting beradaptasi menjadi lebih singkat, lantaran baik publik, media dan pengambil kebijakan bisa berinteraksi secara langsung melalui jejaring internet dan media sosial.

Related Posts

Hubungi Kami

Kampus UI Depok
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia
Jl. Prof. Dr. Selo Soemardjan, Depok, Jawa Barat 16424 Indonesia
E-mail: fisip@ui.ac.id
Tel.: (+62-21) 7270 006
Fax.: (+62-21) 7872 820
Kampus UI Salemba
Gedung IASTH Lt. 6, Universitas Indonesia
Jl. Salemba Raya 4, Jakarta 10430 Indonesia

E-mail: fisip@ui.ac.id
Tel.: (+62-21) 315 6941, 390 4722

Waktu Layanan

Administrasi dan Fasilitas
Hari : Senin- Jumat
Waktu : 08:30 - 16:00 WIB (UTC+7)
Istirahat : 12.00 - 13.00 WIB (UTC+7)

Catatan:
*) Layanan tutup pada hari libur nasional, cuti bersama, atau bila terdapat kegiatan internal.