Pilih Laman

LabSosio FISIP UI menyelenggarakan Diskusi Publik yang bertajuk “Politics of Cultural Differences & The Challenge for Civillity pada Kamis (17/3/2016) di Auditorium Gd. M FISIP UI.Hadir sebagai pembicara dalam kegiatan ini Prof. Thomas Meyer (Technische Universität Dortmund).

Meyer mengatakan bahwa identitas sosial di negara multikultur dan demokrasi seperti Indonesia adalah hal yang cukup rumit. Berbagai latar belakang, kepentingan, dan cara pandang masuk dalam satu tataran politik. Jika ini tidak dikelola dengan baik maka bisa memicu tumbuhnya fundamentalisme.

Sedangkan menurut Dosen Departemen Sosiologi FISIP UI, Yohannes Wasi Gede Puraka, S.Sos., seharusnya di Indonesia ada pembangunan gagasan untuk membangun kebudayaan, karena kebudayaan merupakan produk sebuah sejarah yang dinamis dalam ruang sosial dan kultural. Permasalahan dari negara kita adalah bagaimana membangun sebuah jembatan, dikarenakan jembatan ini adalah menghubungkan dua sisi sungai yang terpisah. Harus ada selalu yang menjaga keterpisahan tersebut, salah satunya adalah ruang publik. Ruang dialog publik merupakan sebuah jembatan antara negara dan warga negara nya, serta ruang dialog publik itu ciri dari sebuah peradaban serta konfigurasi kebudayaan.

Artikel Lainnya:  Radhiyan Pribadi Raih Gelar Mahasiswa Berprestasi FISIP UI 2017