Pilih Laman

Sejarah FISIP UI

Jejak Langkah Dari Masa Ke Masa

Awal Mula

Berdirinya FISIP UI

12 Desember 1959, Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan Universitas Indonesia (FH‐IPK)

Keberadaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) dimulai dengan dibentuknya Jurusan Publisistik (sekarang Departemen Ilmu Komunikasi) pada Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan Universitas Indonesia (FH‐IPK) pada 12 Desember 1959. Tujuan pembentukannya adalah meningkatkan mutu pers dengan memberi kesempatan kepada para wartawan untuk mengikuti pendidikan universitas di bidang jurnalistik.

Seiring dengan perkembang ilmu publisistik dan jurnalistik, kemudian dirasakan pula kebutuhan untuk mengembangkan ilmu-ilmu sosial yang lain, seperti Sosiologi, Ilmu Politik, dan Imu Administrasi. Sebab, dari segi keilmuan maupun pemanfaatan dalam kehidupan praktis, keberadaan ilmu-ilmu sosial tersebut memang telah berkembang pesat.

Bersiap Diri

Untuk Berkembang

1 September 1962, Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan Universitas Indonesia (FH‐IPK)

Setelah menyelenggarakan sejumlah lokakarya untuk mematangkan gagasan tersebut, maka pada 1 September 1962—semasa Dekan FH‐IPK, Prof. Sujono Hadinoto, S.H.— bidang ilmu yang tercakup dalam Bidang Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan secara resmi diperluas.

Bidang ilmu tersebut meliputi enam jurusan, yaitu:

  1. Ilmu Publisistik,
  2. Ilmu Politik,
  3. Ilmu Administrasi,
  4. Sosiologi,
  5. Kriminologi, dan
  6. Ilmu Kesejahteraan Sosial.

Pembentukan

Fakultas Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan (FIPK UI)

1 Februari 1968, Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan Universitas Indonesia (FH‐IPK)

Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Perguruan Tinggi No. 42 tahun 1968, secara resmi Bagian Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan dipisahkan dari Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan (FH IPK).

Mulai 1 Februari 1968, statusnya ditingkatkan menjadi Fakultas Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan Universitas Indonesia (FIPK UI) yang berdiri sendiri. Sebagai Dekan pertama diangkat Prof. Dr. Selo Soemardjan untuk masa jabatan dua tahun.

Evolusi Dalam Integrasi (Bagian 1)

Dari FIPK Menuju FIS UI (Fakultas Ilmu-ilmu Sosial)

4 – 5 Agustus 1970, Rapat Sub-Konsorsium Ilmu-ilmu Sosial

Pada 1970 muncul kebutuhan penyeragaman nama fakultas‐fakultas yang bergerak dalam bidang ilmu‐ilmu sosial. Sehubungan dengan hal itu, dalam rapat sub konsorsium ilmu‐ilmu sosial yang diselenggarakan pada 4—5 Agustus 1970, diusulkan perubahan nama menjadi Fakultas Ilmu‐ilmu Sosial. Rapat ini dihadiri para wakil dari Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Padjadjaran.

Sesuai dengan keputusan rapat, nama Fakultas Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan Universitas Indonesia kemudian diubah menjadi Fakultas Ilmu‐ilmu Sosial Universitas Indonesia (FIS UI), melalui Surat Keputusan Rektor Universitas Indonesia No.002/SK/R/BR/72. Status FIS UI sebagai salah satu fakultas yang berdiri sendiri diperkuat dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 31/C/1972.

Evolusi Dalam Integrasi (Bagian 2)

Dari FIS Menuju FISIP UI (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) dan Evolusi Struktur Program Studi

7 September 1982, Jakarta

Pada 1982 nama FIS UI diganti menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) — berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.44 tahun 1982.

Pada saat yang sama, Sistem Kredit Semester (SKS) mulai diterapkan dalam kurikulum fakultas.

Sementara itu, tiga program studi di jurusan sosiologi di restrukturisasi menjadi jurusan yang berdiri sendiri. Dengan demikian, pada 1982 FISIP UI resmi memiliki enam jurusan, yaitu Ilmu Komunikasi, Ilmu Politik, Ilmu Administrasi, Sosiologi, Kriminologi, dan Ilmu Kesejahteraan Sosial.

Setahun kemudian, yakni pada 1983, jumlah jurusan di FISIP UI bertambah dengan berpindahnya Jurusan Antropologi yang semula menjadi bagian Fakultas Sastra Universitas Indonesia (kini Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya atau FIB)

Pada 1985, Jurusan Ilmu Hubungan Internasional dibuka sebagai pengembangan Program Studi Hubungan Internasional dan Kawasan dari Jurusan Ilmu Politik.

Evolusi Dalam Integrasi (Bagian 3)

Evolusi Administrasi Program Studi

2003, Depok

Sejak 2003, istilah “Jurusan” di FISIP UI diubah menjadi “Departemen”. Dengan demikian, sampai saat ini, FISIP UI memiliki delapan departemen, yaitu Departemen Ilmu Komunikasi, Departemen Ilmu Politik, Departemen Ilmu Administrasi, Departemen Sosiologi, Departemen Kriminologi, Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial, Departemen Antropologi, dan Departemen Ilmu Hubungan Internasional.

Evolusi Dan Sinergi Multi-disiplin

Berkembangnya Departemen Ilmu Administrasi Sebagai Fakultas Tersendiri

10 Maret 2015, Depok

Pada awal pembentukan, Jurusan Ilmu Administrasi hanya terdiri dari dua program studi, yaitu Program Studi Ilmu Administrasi Negara dan Program Studi Ilmu Administrasi Niaga. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan di sektor perpajakan, maka pada tahun akademik 1981/1982 didirikan Program Studi Ilmu Administrasi Pajak dengan nama Program Studi Ilmu Administrasi Fiskal.

Dalam penyelenggaraan kegiatannya, Departemen Ilmu Administrasi terdiri atas empat program pendidikan: program diploma, program sarjana reguler, program sarjana ekstensi, dan program pasca sarjana (Magister & Doktor). Kemudian, sejak tahun 2008, seluruh program D3 FISIP UI dialihkan oleh Program Vokasi Universitas Indonesia.

Gagasan pembentukan Ilmu Administrasi sebagai fakultas tersendiri telah berlangsung sejak tahun 1999. Pada akhirnya, FIA UI ditetapkan sebagai fakultas ke-15 yang berada di lingkungan UI pada 10 Maret 2015 dan berpisah dari FISIP UI.

Dekan FISIP UI

Dari Masa Ke Masa

Prof. Dr. Selo Soemardjan

(1968–1974)

Prof. Dr. (HC) Miriam Budiardjo, M.A.

(1974-1979)

Prof. Dr. R. Tobias Soebekti, MPA.

(1979-1982)

Prof. Dr. Manasse Malo

(1982-1988)

Prof. Dr. Juwono Sudarsono, M.A.

(1988–1994)

Prof. Dr. Muhammad Budyatna

(1994-1998)

Prof. Kamanto Sunarto, S.H., Ph.D.

(1998-2001)

Prof. Dr. Martani Huseini

(2001-2003)

Prof. Dr. der Soz. Gumilar Rusliwa Somantri

(2003–2008)

Prof. Dr. Bambang Shergi Laksmono, M.Sc.

(2008-2013)

Dr. Arie Setiabudi Soesilo, M.Sc.

(2013-saat ini)