Pilih Laman

Departemen Hubungan Internasional dan Departemen Kesejahteraan Sosial mengadakan seminar hasil penelitian yang diadakan pada Senin (9/12) di Auditorium Komunikasi FISIP UI. Penelitian ini berkolaborasi antar ilmu hubungan internasional dengan ilmu kesejahteraan sosial yang mengangkat tema “Kejahatan Transnasional dan Perlindungan Warga Negara di Perbatasan Darat Negara Republik Indonesia”.

Sebagai pembicara Prof. Dr. Bambang Shergi Laksmono, M.Sc., Dra. Evi Fitriani, M.A, Ph.D dan Ali Abdullah Wibisono, Ph.D. Sebagai moderator adalah Aisha R. Kusumasomantri, S.Sos, M,Sc.

Tujuan dari penelitian ini adalah memahami secara komprehensif masalah keamanan transnasional dan masalah-masalah sosial yang ditimbulkan diperbatasan darat Indonesia dengan tiga negara tetangga yaitu Malaysia, Timor Leste dan Papua Nugini.

Artikel Lainnya:  FISIP UI Mengadakan Dialog Nasional dan Diskusi Pakar Pemindahan Ibu Kota Negara

Organisasi kejahatan transnasional adalah kelompok terstruktur, tiga orang atau lebih melakukan kriminalitas secara berkelanjutan dalam suatu periode waktu serta pada skala yang serius. Mencakup kriminalitas yang ditentukan dalam suatu kerangka legal untuk mencapai keuntungan material atau keuangan.

Penguatan sistem keamanan negara dan perlindungan warga negara di wilayah perbatasan melalui model pengelolahan data berbasis teknologi informasi. Serta rekomendasi kebijakan yang sesuai dan dapat diterapkan dalam rangka memperkuat kemanan negara dan perlindungan warga negara di perbatasan.

Dibangunnya jalan di perbatasan Indonesia merupakan salah satu tujuan yang tercapai sebagai perwujudan bahwa negara hadir dan melindungi segenap warga Indonesia. Dengan adanya peningkatan kualitas dan pembangunan jalan baru dikawasan perbatasan terus dilakukan di titik yaitu Kalimantan, NTT dan Papua sebagai bagian penting beranda terdepan Indonesia. Kawasan Tertinggal, Terluar, Terdepan (3T) adalah wajah depan Indonesia yang harus diperbaiki dan didorong kemajuannya.

Artikel Lainnya:  Direktur Puskapol FISIP UI: Pemerintah Dalam Tekanan

Adapun kerentaan sosial di perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini yaitu kehadiran ganja dari Papua Nugini, problematika separatism Papua yang bersembunyi di Papua Nugini, serta kawasan Papua Nugini juga seringkali menjadi tempat bersembunyi bagi buronan dan jalur penyelundupan barang ilegal.

Tidak hanya di perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini saja, tetapi juga terjadi di perbatasan Indonesia dengan Malaysia yaitu gangguan kejiwaan yang terjadi pada imigran Indonesia dan pemalsua identitas. Serta di perbatasan Indonesia dengan Timor Leste adalah penyelundupan bahan bakar minyak bersubsidi dari Indonesia ke Timor Leste dan proses intergase masyarakat eks-pengungsi Timor Leste di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.

Hasil riset ini merupakan riset multi dimensi dan juga melibatkan banyak aktor seperti pemerintah, aparat, perusahaan dan masyarakat. Hal ini menjadi kajian yang kompleks, melibatkan banyak aspek, seperti aspek sosial, ekonomi, keamanan dan juga budaya. 

Artikel Lainnya:  Dosen FISIP UI Gelar Bedah Buku Bahas Politik di Turki