Pilih Laman

Seminar Sosialisasi Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60 dan New Asian-African Strategic Partnership ke-10 dalam tujuan memperkuat kerja sama Selatan—Selatan untuk mempromosikan perdamaian dan kesejahteraan dunia digelar pada Selasa (7/4/2015), di Balai Sidang Kampus Universitas Indonesia.

Hadir sebagai pembicara Saksi Sejarah KAA 1995, Prof. Dr. Augusdin Aminoedin, SH., Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, Dra. R. A. Esti Andayani, Pengajar Departemen Ilmu Hubungan Internasional UI, Makmur Keliat, Ph.D., Direktur Eksekutif International NGO Forum on Indonesian Development, Sugeng Bahagijo, Koresponden Al Jazeera English, Step Vaessen, dan pembicara kunci, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Drs. Freddy H. Tulung, MUA. Bertindak sebagai moderator, Ketua Departemen Ilmu Hubungan Internasional UI, Evi Fitriani, Ph.D. dan Presenter Metro TV, Prita Laura.

Dalam seminar yang diadakan oleh Departemen Ilmu Hubungan Internasional ini, Sugeng memberikan gambaran tentang kendala pembangunan di negara-negara Asia-Afrika yang sangat terkait dengan tatanan internasional—termasuk “sistem pajak internasional—di samping faktor-faktor dalam negeri, seperti pemerintah, pasar, CSO, sistem hukum, dan lainnya. Ia juga memaparkan tentang relevansi KAA yang antara lain bagaimana merundingkan dan memperbaiki “sistem pajak internasional.” Di akhir paparannya, Sugeng memberikan usulan ke depan terkait isu KAA, yakni Asia-Afrika memerlukan sistem/ rezim pajak internasional yang tidak merugikan negara-negara Asia-Afrika, diperlukan keikutsertaan negara-negara KAA dalam merancang dan memutuskan sistem pajak internasional (di luar G20-OECD), keterbukaan pemerintah (open government) di Asia-Afrika menjadi syarat penting (termasuk kualitas Pemerintah antikorupsi, imparsialitas, dan nondiskriminasi), serta Indonesia perlu mendorong semua anggota KAA menjadi anggota Open Government Partnership (OGP).

Artikel Lainnya:  Rekonstruksi Kebijakan Pendanaan Perubahan Iklim di Indonesia

Seminar ini juga dihadiri oleh Dosen dan mahasiswa Departemen Ilmu Hubungan Internasional UI, serta Dekan FISIP UI, Dr. Arie Setiabudi Soesilo, M.Sc.