Pilih Laman

Selasa (5/5/2015), Mahasiswa Ilmu Politik Program Sarjana bekerja sama dengan Departemen Ilmu Politik FISIP UI mengadakan Seminar Politik dan Perburuhan Universitas Indonesia (Serbuan UI). Mengangkat tema “Kesiapan Tenaga Kerja di Indonesia dalam Mengahadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015,” seminar ini diadakan di Auditorium Juwono Sudarsono Kampus FISIP UI.

Seminar terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama bertajuk “Negara dan Persiapan Tenaga Kerja Indonesia dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).” Pada sesi ini diisi pemaparan dari narasumber Anggota DPR RI Komisi IX (periode 2014—2019), Rieke Diah Pitaloka, Perwakilan Indonesia for Global Jusctice, Salammudin Daeng, dan Perwakilan Yayasan Tenaga Kerja Indonesia (YTKI), Drs. Moedjiman.

Artikel Lainnya:  Sidang Promosi Doktor: Lisa Adhrianti (Program Studi Ilmu Komunikasi)

“Dalam menghadapi MEA, kita harus optimis. Yang perlu dilakukan adalah memandang MEA sebagai peluang. Oleh karena itu, kita harus meningkatkan daya saing agar dapat memenangkan persaingan dalam MEA,” kata Moedjiman. Ia juga menambahkan, ada dua strategi dalam menghadapi MEA, yaitu mengimprove lapangan kerja yang berkualitas dengan cara memberikan training atau mentoring kepada para pekerja dan membuat standar kualifikasi tenaga kerja yang berkualitas.

Dalam sesi ini Salammudin mengungkapkan, “Tantangan yang dihadapi Indonesia dalam MEA antara lain pelaksanaan MEA di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang sedang kurang baik, regulasi yang belum matang, adanya dominasi asing, dan menumpuknya hutang luar negeri.”

Pada kesempatan ini Rieke mengemukakan bahwa dalam menghadapi MEA, dari segi pelatihan peningkatan kualitas para tenaga kerja masih belum bisa menampung keseluruhan tenaga kerja yang ada di Indonesia. Di sini Rieke juga menawarkan konsep Trilayak Pekerja, yaitu kerja layak, upah layak, dan hidup layak sebagai perlindungan tenaga kerja Indonesia.

Artikel Lainnya:  Workshop Buliding the Future Digital Talent

Sesi seminar kedua bertema “Peluang dan Tantangan Tenaga Kerja Indonesia dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN.” Pada sesi ini mengundang Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI (Periode 2014—2019), Muhammad Hanif Dhakiri, Perwakilan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Haryadi B. Sukamdani, Perwakilan Konfederasi Pergerakan Rakyat Indonesia (KPRI), Anwar Sastro Ma’ruf, Perwakilan ASEAN, Dr. Rahmat Pranoni, M.M, dan Perwakilan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Sjukur Sarto. Seminar ini dihadiri Menteri Tenaga Kerja RI (Periode 1988—1993), Dr. Cosmas Batubara sebagai keynote speaker.