Pilih Laman

Setelah berhasil mempertahankan disertasinya dihadapan penguji, Selasa (28/7/2015), meraih gelar doktor Desideria Lumongga Dwihadiah di bidang Ilmu Komunikasi. Disertasi yang diajukan Desideria berjudul “Media dan Imperialisme Budaya (Studi pada Subkultur Penggemar K-Pop di Indonesia)”

Penelitian disertasi Desideria ini bertujuan mengungkapkan Imperialisme Budaya Korea yang dilakukan melalui media pada sub kultur penggemar K-Pop di Indonesia serta mengungkapkan adanya dominasi budaya korea di Indonesia serta bentuk-bentuk dominasinya, mengetahui sub kultur fandom K-Pop di Indonesia serta menjabarkan media sosial sebagai saluran hegemoni Imperialisme Budaya Korea di Indonesia.

Penelitian ini menggunakan kerangka berpikir yang berangkat dari Teori Imperialisme Budaya dan dihubungkan dengan konsep Fandom sebagai sebuah sub kultur. Paradigma dalam penelitian adalah critical constructivist dan merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpuland data yang digunakan adalah melalui in depth interview, observasi serta studi literatur untuk sumber-sumber sekunder. Informan penelitian berjumlah lima orang yang semuanya merupakan penggemar K-Pop.

Artikel Lainnya:  Sidang Promosi Doktor: Frederik Ndolu (Program Studi Ilmu Politik)

Hasil penelitian Desideria menunjukan bahwa Hegemoni Budaya Korea di Indonesia dilakukan dengan menggunakan media sosial dan website sebagai alat utama. Penggemar K-Pop sudah akrab dengan media sosial dan menggunakannya untuk bergabung dengan komunitas atau menyebarkan karya hasil kreatifitasnya. Bentuk-bentuk imprialisme budaya Korea pada sub kultur penggemar terbentuk melalui sebuah proses yang disebut Proses Fandomisasi. Proses Fandomisasi dimulai dari level individu dengan tahapannya: Idol Recognition, Emotion Building, Text Collection, level kelompok dengan tahapan sub culture engangement, lalu level masyarakat ditandai dengan sub culture emergence. Bentuk-bentuk Imperialisme Budaya Korea pada penggemar menyentuh tiga aspek: artefak, shared meaning dan social behavior, di mana di dalamnya terjadi adaptasi terhadap imperalisme budaya (adjusted cultural imperialism).

Hadir sebagai ketua sidang, Prof. Isbandi Rukminto Adi, M.Kes., Ph.D. Promotor dalam sidang doktor Desideria adalah Prof. Dr. Ilya R. Sunarwinadi, M.Si. Sedangkan yang menjadi kopromotor 1 adalah Prof. Dr. Billy K. Sarwono, M.A. dan kopromotor 2 adalah Dr. Pinckey Triputra,, M.Sc. Sementara itu, anggota penguji terdiri dari Prof. Alois Agus Nugroho, Ph.D., Prof. Deddy Mulyana, Ph.D., Raphaella Dewantari Dwianto, M.A., Ph.D., Prof. Sasa Djuarsa Sendjaja, Ph.D., dan Dr. Ariantowati H. Handoyo, M.A.

Artikel Lainnya:  Papua Adalah Indonesia