Pilih Laman

Kolaborasi implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) antara dunia usaha, pemerintah dan masyarakat bisa membantu menyelesaikan konflik atau masalah yang dirasakan oleh masyarakat, yakni masalah polusi dan kerusakan lingkungan. Bisa meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat sekitar perusahaan dan mengurangi konflik antara perusahaan dengan masyarakat serta bisa mengatasi maraknya prostitusi yang diakibatkan oleh hadirnya perusahaan. Hal ini disampaikan Masduki dalam sidang promosi doktornya program studi Ilmu Kesejahteraan Sosial pada Selasa (16/6/2015) di Auditorium Juwono Sudarsono, Kampus FISIP UI. Disertasi Masduki berjudul “Kolaborasi Dunia Usaha Pemerintah dan Masyarakat dalam Penerapan Intervensi Komunitas (Studi Implementasi CSR oleh PT Semen Indonesia, Tbk di Kabupaten Tuban).”

Lebih lanjut, dalam kesimpulan hasil penelitian disertasinya, Masduki menyimpulkan bahwa kolaborasi para aktor dalam implementasi CSR merupakan salah satu metode resolusi konflik yang mengarah pada upaya kerja sama dengan berbagai pihak dalam kegiatan CSR. Kerja sama antar aktor yang terlibat dalam CSR (pemerintah, perusahaan, dan masyarakat), tercipta setelah para aktor yang terlibat dalam kolaborasi memilih solusi sama-sama menang (win-win solution).

Ia juga memaparkan bahwa kunci keberhasilan dari model kolaborasi ini terletak pada adanya networking. Dalam hal ini perusahaan memiliki hubungan dan jaringan kerja luas yang dapat memberikan informasi yang cukup tentang kompetisi, kemampuan/ keterbatasan, kebutuhan, dan keinginan dari setiap aktor yang akan diajak berkolaborasi.

Artikel Lainnya:  Upaya "Membumikan Ilmu Komunikasi di Indonesia" Melalui Konferensi Nasional

Dalam sidang promosi doktor Masduki, hadir sebagai ketua sidang, Dr. Arie Setiabudi Soesilo, M.Sc. Promotor dalam sidang doktor Masduki adalah Fentiny Nugroho, M.A., Ph.D. Sedangkan yang menjadi kopromotor Prof. Tirta Nugraha Mursitama, Ph.D. Sementara itu, anggota penguji terdiri dari Maria Rosaline Nindita Radyati, Ph.D,

Prof. Dr. Dody Prayogo, MPSt., Prof. Dr. Bambang Shergi Laksmono, M.Sc., dan Johanna Debora Imelda, M.A., Ph.D.