Pilih Laman

Setelah pemerintahan Orde Baru tumbang pemberitaan mengenai otonomi daerah mekar bermunculan. Media massa yang pada zaman Orde Baru jarang memberitakan mengenai isu otonomi daerah berubah haluan menjadi marak memberitakan isu tersebut. Bermacam pertarungan wacana mewarnai isu otonomi daerah di media massa.

Sebuah penelitian terlahir dari rasa ingin tahu yang mendalam mengenai berbagai berita tentang isu otonomi daerah yang muncul di media massa dan bagaimana media massa melakukan konstruksi realitas terhadap isu otonomi daerah. Hal ini disampaikan oleh Megandaru Widhi Kawuryan dalam sidang promosi doktornya program studi Ilmu Komunikasi pada Senin (15/6/2015) di Auditorium Juwono Sudarsono, Kampus FISIP UI. Judul disertasi yang diajukan Megandaru adalah “Konstruksi Realitas Otonomi Daerah dalam Media Massa (Analisis Frame Isu Otonomi Daerah di Harian Kompas, Harian Jurnal Nasional, dan Harian Kedaulatan Rakyat Tahun 2012—2013).”

Dalam sidang promosi doktor Megandaru, hadir sebagai ketua sidang, Dr. Arie Setiabudi Soesilo, M.Sc. Promotor dalam sidang doktor Megandaru adalah Prof. Sasa Djuarsa Sendjaja, Ph.D. Sedangkan yang menjadi kopromotor 1 adalah Prof. Ikrar Nusa Bhakti, Ph.D. dan kopromotor 2 adalah Dr. Pinckey Triputra. Sementara itu, anggota penguji terdiri dari Prof. Alois Agus Nugroho, Prof. Andi Faisal Bhakti, Ph.D., Prof. M. Alwi Dahlan, Ph.D., Prof. Dr. Billy K. Sarwono, M.A., dan Prof. Dr. Ilya R. Sunarwinadi, M.Si, M.Sc.

Artikel Lainnya:  Filantropis Milenial : Membawa Kedermawanan ke Arah Keberlanjutan