Pilih Laman

Setelah berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan penguji, Moh. Dulkiah meraih gelar doktor di bidang Sosiologi. Disertasi Dulkiah berjudul “Modal Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan Transformasi Pengelolaan Zakat di Wilayah Jawa Barat.” Disertasi ini membahas kajian modal dan hubungan kelembagaan pengelolaan zakat dengan menggunakan pendekatan Soft Systems Methodology (SSM). Dalam studi ini menemukan bahwa LAZ memiliki beberapa jenis modal antara lain modal sosial, modal finansial, modal budaya, modal simbolik, dan modal sosial agama. Modal menjadi kunci utama keberhasilan suatu LAZ dalam mempertahankan dan mengembangkan eksistensinya, serta melakukan transformasu kepada pihak lainnya. Jumlah dan jenis modal yang dimiliki LAZ menentukan peluang keberhasilan dan penghargaan (kepercayaan) yang diterimanya. Sementara bentuk hubungan kelembagaan pada level organisasi (level meso) LAZ dalam suatu tindakan ekonomi bersifat saling mempengaruhi.

Artikel Lainnya:  Menilik Implikasi Perdagangan Bebas Terhadap Petani Lokal di Indonesia

Hubungan kelembagaan LAZ dapat dilihat pada tiga level, yakni level lingkungan institusional (macro), level organisasi (messo), dan level hubungan sosial atau jaringan sosial antar individu (micro). Studi ini menemukan bahwa transformasi pengelolaan zakat berbasis good corporate governance berimplikasi pada adanya transformasi sosial, khususnya perubahan dari penerima (mustahiq) menjadi pemberi (muzakki). Dulkiah menjelaskan bahwa hasil studinya tidak hanya mengkonfirmasikan atas pendekatan dan teori yang ada, tetapi juga menghasilkan dua teori baru, yaitu Teori Modal Agama (Religious Capital) dan Teori Hubungan Kelembagaan Berbasis Modal. Teori Modal Agama mengutamakan kepercayaan (trust in others) dalam hubungan-hubungan ekonomi yang berdasarkan pada konsep ketuhanan (tauhid). Teori ini hadir sebagai varian lain dari modal sosial, modal ekonomi, modal budaya, dan modal simbolik. Sedangkan Teori Kelembagaan Berbasis Modal merupakan bagaian atau kelanjutan dari Teori Hubungan Kelembagaan yang berpotensi menjadi teori untuk menganalisis persoalan modal dalam hubungan kelembagaan.

Artikel Lainnya:  Post Truth Era: I Believe Therefore I’m Right

Dulkiah memaparkan dari berbagai fakta lapangan yang ada (realitas) dan digabungkan dengan hasil abstraksi peneliti (aktualitas), Teori Modal Agama berpeluang mengisi corak baru Sosiologi Ekonomi. Menjadikan modal agama sebagai objek baru kajian Sosiologi Ekonomi, maka akan semakin memperkuat ranah Sosiologi Ekonomi ini. Sedangkan Hubungan Kelembagaan Berbasis Modal selain akan memperkaya Teori Sosiologi organisasi yang sudah mapan, juga akan memberikan penjelasan mengenai kekuatan modal (dan tentu saja kelemahan) dalam hubungan kelembagaan.

Pemaparan hasil penelitian disertasi ini dipresentasikan oleh Dulkiah pada sidang promosi doktornya yang dilakukan di Auditorium Juwono Sudarsono pada Selasa (5/1/2016), dengan komposisi Ketua Sidang Dr. Arie Setiabudi Soesilo, M.Sc.; Promotor Prof. Dr. Sudarsono Hardjosoekarto; Ko-Promotor Prof. Dr. Der Soz. Rochman Achwan, MDS.; dengan anggota Prof. Dr. Tajul Arifin, Dr. Linda Darmajanti, M.T., Prof. Dody Prayogo, MPSt., dan Raphaella Dewantari Dwianto, M.A., Ph.D.

Artikel Lainnya:  Peduli Lingkungan, BEM FISIP UI hadirkan BASALTIK (Bank Sampah Plastik)