Pilih Laman

FISIP UI mengadakan sosialisasi secara daring (online) dengan tema “Cara Cerdas dan Amanah Menghadapi Pandemi Covid-19”. Sosialisasi online ini dipandu oleh Direktur PUSKAPA FISIP UI, Dr. Santi Kusumaningrum dan Wakil Direktur PUSKAPA FISIP UI, Dr. Ni Made Martini Puteri. Sosialisasi ini diselenggarakan dua hari dan dilaksanakan dalam dua shift, pada Selasa (23/6) dan Rabu (24/6) melalui aplikasi Zoom.

Sehubungan dengan adanya Pandemi Covid-19 yang cukup panjang dan belum jelas kapan berakhir, maka situasi ini tetap harus diantisipasi oleh bersama secara cerdas dan amanah. Harus cerdas menghadapi pandemi dengan mendapatkan pemahaman yang mendasarkan pada pengetahuan ilmiah bukan berdasarkan rumor atau hoax. Amanah dalam menghadapi pandemi dengan menjaga kesehatan dan mematuhi protokol pencegahan Covid-19 bukan hanya untuk diri sendiri tetapi untuk keluarga dan lingkungan.

Artikel Lainnya:  Kunjungan Studi Mahasiswa Universitas Cendrawasih Membahas Pembangunan Papua

Kasus terkontaminasi positif Corona pertama di Indonesia diumumkan pada 2 Maret. Artinya sudah tiga bulan masyarakat diminta untuk diam dirumah, kerja, belajar dan beribadah dari rumah mentaati protokol kesehatan dan kemanan. Angka positif sekitar 46.000an per hari Rabu (24/6), itu adalah puncak gunung es. Hanya yang ketahuan positif karena di tes dan masih akan terus bertambah, yang belum ketahuan karena tidak semua orang menunjukan gejala sakit, yang belum ketahuan karena tidak semua orang yang bergejala sakit bisa di tes dengan cepat.

“kita memang harus siap fisik dan mental untuk menghadapi pandemi Covid-19 ini dalam jangka panjang. Lama atau sebentar itu relative. Apalagi kalau diukur pakai keselamatan, kesehatan dan kebahagiaan kita seterusnya. Misalnya kasus Flu Spanyol membutuhkan waktu sekitar kurang lebih 2 tahun tentu Covid-19 ini belum selama itu, tetapi jika dibandingkan lagi dengan flu burung makan Covid-19 sudah lebih lama. Jadi kita diam dirumah untuk membantu menekan jumlah penyebaran wabah ini, kita diam dirumah juga untuk membantu agar orang-orang yang lebih rentan tidak terjangkit dan menjadi sakit parah,” ujar Ni Made.

Artikel Lainnya:  Menko Maritim RI:"Kemaritiman memiliki andil besar dalam kedaulatan bangsa"

Ni Made juga mengingatkan untuk mengubah dan beradaptasi dengan perilaku yang baru seperti untuk selalu pakai masker, jaga jarak aman, cuci tangan, tidak berbagi alat makan, beretiket saat batuk dan bersin, ganti dan cuci pakaian sehabis berpergian. Kalau semua masyarakat semua terus disiplin dan bersabar, lama-lama penyebaran wabah Covid-19 dapat menurun dan semakin sedikit orang yang sakit atau membawa virus. Selain itu penting juga menjaga kesehatan mental dan tetap berpikir positif, pilih asupan informasi yang baik dan menonton berita secukupnya agar tidak terjadi kecemasan, kesedian dan tekanan mental lainnya.

Memang tidak semua orang yang positif Covid-19 akan sakit parah, ada yang tidak terlihat gejalanya tapi yang sakit akan membutuhkan perawatan bahkan sampai menyebabkan kematian. Padahal kapasitas sistem kesehatan di Indonesia sangat terbatas dan angka positif di Indonesia bisa jauh lebih besar karena orang yang di tes pun masih sangat sedikit. Virus Covid-19 bisa mengjangkiti siapapun tetapu ada orang-orang yang lebih gampang sakit disbanding yang lain sehingga lebih rentan, cotohnya anak-anak, orang lanjut usia, yang mempunyai kondisi penyakit berat, orang yang asupan gizinya buruk dan lain sebagainya.

Artikel Lainnya:  Memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia Melalui Podcast