Pilih Laman

Disertasi ini membahas tentang stabilitas dan perubahan arena bisnis perikanan akibat kebijakan pelarangan cantrang. Arena bisnis maupun non-bisnis berinteraksi. Mereka memiliki beragam kepentingan dan saling bertarung didalam ketidakstabilan karena upaya mengamankan dan memproteksi bisnis mereka dari perubahan.

Ketidakstabilan arena bermula dari terbitnya kebijakan pelarangan cantrang. Kebijakan ini menjadi kontra produktif dan menimbulkan ancaman terhadap stabilitas arena bisnis perikanan yang sudah terbangun baik sebelumnya. Nelayan, pelaku usaha perikanan dan aktor lainnya melakukan beragam aksi protes dan perlawanan menuntut pembatalan kebijakan tersebut.

Topik tentang nelayan di Indonesia telah banyak dikaji dari beragam perspektif sosiologi. Kemiskinan nelayan merupakan topik yang paling sering dipotret dalam banyak penelitian. Umumnya, para peneliti berupaya melakukan eksplorasi marginalisasi struktural maupun permasalahan kultural yang melekat pada diri nelayan sebagai akar masalah kemiskinan.

Artikel Lainnya:  39 Negara Ikut Serta dalam Kompetisi Internasional Mahasiswa di FISIP UI

Arena bisnis perikanan terbentuk dari relasi antar aktor secara kolektif, baik individu maupun organisasi yang berada pada market field. Relasi tersebut membentuk struktur field, struktur tersebut secara relatif tergambar melalui posisi aktor yang di konstruksi kembali oleh peneliti dalam bentuk topografi jaringan.

Posisi pada struktur jaringan menentukan seberapa lemah atau kuat power yang dimiliki oleh aktor. Mereka membentuk kelompok secara kolektif dengan menyesuaikan persamaan kepentingan strategis untuk bersaing dengan kelompok lainnya. Persaingan akan berakhir ketika salah satu aktor mendapatkan keuntungan strategis yang diperebutkan.

Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa bisnis perikanan sebagai market field, dimana beragam aktor saling bertarung dan bekerja sama memperebutkan posisi dalam rangka eksistensi (sosial), dominasi (politik) dan akumulasi (ekonomi) secara langsung maupun tidak langsung.

Artikel Lainnya:  Smart City Dalam Membangun Warga Kota Menjadi Smart Citizen

Argumen ini ditunjukkan hasil emipiris penelitian yaitu perbedaan hasil pendapatan nelayan, lemahnya posisi nelayan dalam mengatur harga, potensi kerawanan adanya persaingan usaha tidak sehat dan monopoli usaha. Adanya perebutan posisi aktor yang berlangsung kontinyu menjelaskan adanya dinamika yang mengarah pada perubahan atau stabilitas pada bisnis perikanan.

Pengelompokan aktor sangat penting untuk menunjukan secara tegas siapa saja aktor terorganisir itu bertarung didalam field. Sebab field merupakan arena pertarungan yang menunjukan siapa kawan dan lawan yang harus dijelaskan secara terinci. Hasil penelitian menunjukan bahwa Menteri Susi Pudjiastuti menempai posisi sebagai incumbents.

Sementara posisi challengers ditempati oleh Agus Mulyono, RN Nelayan Blimbing, ANNI Lamongan dan ASPILA. Posisi presiden dan DPR sebagai governance units. Merekalah aktor yang memprakasai perubahan struktur arena bisnis perikanan terkait polemik cantrang.

Artikel Lainnya:  FISIP UI TOP 40 raih juara I dalam ILUNI UI CUP II 2017

Dinamika bisnis perikanan terkait dengan cantrang di deskripsikan berdasarkan perjalanan waktunya. Perubahan terjadi dari jaringan sederhana berubah semakin mengembang, baik terlihat dari komposisi dan posisi aktor didalam jaringan. Aktor yang terlibat menjadi semakin banyak dan relasi jaringan yang terbentuk semakin kompleks.

Disertasi yang berjudul “Arena Bisnis Perikanan: Stabilitas dan Perubahan Akibat Kebijakan Pelarangan Cantrang” berhasil di pertahankan di hadapan para penguji oleh Radhiatmoko dan berhasil mendapatkan gelar Doktor Sosiologi, pada Kamis (09/01) di Auditorium Juwono Sudarsono FISIP UI.