Pilih Laman
Direktur Puskapol FISIP UI: Pemerintah Dalam Tekanan

Direktur Puskapol FISIP UI: Pemerintah Dalam Tekanan

Direktur Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (Puskapol UI), Aditya Perdana, menduga pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto yang membela Presiden Joko Widodo muncul karena pemerintah dalam tekanan.

Ia menilai sikap pemerintah terkait penanganan Covid-19 masih mendapat sorotan negatif dari masyarakat. “Dugaan saya tekanan dari publik ada,” katanya.

Aditya menjelaskan sebagai bagian dari koalisi pemerintah, wajar jika Prabowo berpidato seperti itu. Menurut dia, pidato menteri pertahanan ini untuk menafikan berbagai keraguan terhadap sikap pemerintah dalam penanganan Covid-19.

“Bisa jadi di kalangan pemerintah beranggapan perlu ada sosok di luar Pak Jokowi, yang menjadi bagian pemerintah, untuk mem-back up. Sehingga dugaan saya Pak Prabowo dimunculkan,” katanya.

Melalui akun media sosialnya, Prabowo menyampaikan jika Jokowi selama ini berjuang demi kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia. “Selama saya menjadi bagian kabinet beliau (Jokowi), saya bersaksi bahwa beliau terus berjuang demi kepentingan bangsa, negara, dan rakyat Indonesia,” katanya, kemarin.

Prabowo pun meminta kader Partai Gerindra untuk mengikuti langkahnya percaya pada pemerintahan Jokowi. “Percayalah kepada pimpinanmu, pimpinanmu tidak mungkin akan mengambil keputusan yang merugikan partai, apalagi rakyat, bangsa, dan negara Indonesia,” ucap dia.

Sumber: https://nasional.tempo.co/read/1334648/prabowo-bela-jokowi-pengamat-pemerintah-dalam-tekanan/full&view=ok

Kriminalitas Yang Terjadinya Selama Wabah Covid-19

Kriminalitas Yang Terjadinya Selama Wabah Covid-19

Menurunnya aktivitas masyarakat karena wabah Covid-19 malah membuka peluang kejahatan bagi para pencuri dan perampok. Kejahatan jalanan pun tetap marak. Pengamatan Kepolisian Daerah Metro Jaya, lingkungan permukiman di Jakarta dan sekitarnya memang relatif lebih aman dari penjahat karena warga menghabiskan waktu lebih banyak di rumah, sesuai dengan anjuran pemerintah untuk menekan penyebaran Covid-19.

Namun minimarket di pinggir jalan yang semakin sepi menjadi salah satu sumber harta benda yang difavoritkan pencuri selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ini. Subdirektorat 3/Reserse Mobil Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada Senin (13/4) meringkus dua dari lima anggota komplotan perampok spesialis minimarket.

Para perampok ini mencuri bahan pokok. Aktifnya para perampok spesialis minimarket ini seakan menunjukkan mereka tidak ingin ikut arus umum pelaku kejahatan di negara-negara lain dalam pandemi Covid-19.

Ketua Departemen Kriminologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), Iqrak Sulhin, menuturkan, asumsinya ada sejumlah tipologi kejahatan yang turun dalam situasi pandemi, seperti pencurian di rumah hingga kejahatan jalanan. ”Hal ini karena aktivitas orang lebih banyak dilakukan di rumah,” ujarnya.

Jenis kejahatan yang kemungkinan mengalami peningkatan di antaranya penyebaran hoaks, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan kejahatan siber, seperti penipuan daring. ”Di Eropa, banyak laporan KDRT meningkat karena korban yang memiliki riwayat hubungan kekerasan sebelumnya terperangkap di rumah,” kata Iqrak.

Di Chicago, salah satu kota dengan tingkat kekerasan tertinggi di Amerika Serikat, tingkat kriminalitas secara keseluruhan turun 10% setelah pandemi muncul. Penurunan dua digit pada tingkat kejahatan amat jarang di kota-kota AS. Bahkan, dalam sejarah penurunan tingkat kriminalitas terbesar di New York City pada 1990-an, penurunan 40% baru didapatkan dalam tiga tahun. Meski demikian, senada dengan Iqrak, penegak hukum di sana juga khawatir ada tindak pidana berupa kasus KDRT yang tidak terungkap (The Associated Press, 11/4/2020).

Namun, Iqrak berpendapat, kejahatan terkait harta benda atau kejahatan properti (property related crimes), seperti pencurian dan perampokan, berpotensi naik lagi dengan asumsi situasi kesulitan ekonomi merupakan kondisi kriminogenik. Faktor kriminogen adalah faktor yang menyebabkan munculnya tindak pidana.

Iqrak berpendapat, kejahatan terkait harta benda atau kejahatan properti (property related crimes), seperti pencurian dan perampokan, berpotensi naik lagi dengan asumsi situasi kesulitan ekonomi merupakan kondisi kriminogenik. Faktor kriminogen adalah faktor yang menyebabkan munculnya tindak pidana.

Di Jakarta, terdapat 1,2 juta keluarga yang terdata memerlukan bantuan sosial. Mereka ini dalam kondisi normal pun sudah kesusahan. Jumlah orang yang kesulitan hidup bertambah dengan adanya warga yang kehilangan sumber pemasukan. Berdasarkan laporan yang masuk ke Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta, hingga 9 April ada 76.613 pekerja yang dirumahkan dan 17.721 pekerja diputus hubungan kerjanya (dikenai PHK).

Terkait maraknya pencurian di minimarket di tengah pandemi Covid-19, Iqrak mengatakan, kecenderungan kejahatan properti terjadi karena tiga hal, yaitu adanya pelaku yang memiliki motivasi, adanya target yang menguntungkan, dan lemahnya pengawasan. Karena itu, perampok dan pencuri cenderung tidak melakukan kejahatan secara acak atau tiba-tiba.

Target yang berposisi lemah, misalnya jauh dari keramaian atau dari jangkauan pengawasan kepolisian, tentu menguntungkan bagi pencuri. Dalam situasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) saat ini, minimarket punya posisi lemah karena biasanya berlokasi di jalan yang lebih sepi, mengingat aktivitas masyarakat di luar rumah berkurang.

Iqrak pun merekomendasikan polisi untuk menjaga frekuensi patroli guna menekan risiko kejahatan terhadap minimarket serta kejahatan-kejahatan jalanan lainnya. ”Patroli sebaiknya dilakukan dalam pola yang tidak ajek karena pelaku kejahatan tentu mengawasi,” ucapnya.

Sumber: https://bebas.kompas.id/baca/metro/2020/04/22/minimarket-pemikat-para-penjahat/

Surat Edaran Dekan FISIP UI Tentang Perpanjangan Bekerja Dari Rumah

Surat Edaran Dekan FISIP UI Tentang Perpanjangan Bekerja Dari Rumah

Sehubungan dengan Surat Edaran Nomor: SE-0196/UN2.F9.D/OTL.09/2020 tentang Keberlanjutan Periode Bekerja dari Rumah (Work From Home) Dalam Rangka Peningkatan Kewaspadaan Pencegahan Penularan Infeksi Covid-19 di Lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia.

Dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi ancaman Penyebaran Infeksi Covid-19 yang semakin serius, dan berdasarkan kesepakatan Rapat Pimpinan Universitas Indonesia yang dilaksanakan pada 3 April 2020 pukul 09:00 – 11:30, maka perlu dikeluarkan Surat Edaran Dekan. Yang menyatakan sebagai berikut

  1. Semua Unit Kerja di lingkungan FISIP UI baik  yang berada di Pusat Administrasi Fakultas, Departemen, Program Studi, maupun Unit Kerja Khusus (UKK), untuk menjalankan Bekerja Dari Rumah (WFH) secara penuh bagi semua Dosen dan Tenaga Kependidikan, sampai Akhir (Berakhirnya) Semester Genap Tahun Akademik 2019/2020.
  2. Perlu kami tekankan lagi bahwa dalam situasi Bekerja Dari Rumah harap tugas kita masing-masing selaku Dosen, Tenaga Kependidikan dan Mahasiswa dapat terus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab disesuaikan pada situasi dan kondisi saat ini. Dengan koordinasi Pimpinan Fakultas, Pimpinan Departemen dan Kepala Unit Terkait, mohon para Tenaga Kependidikan berada dalam posisi terus siap melaksanakan tugas-tugas rutin yang diperlukan.
  3. Kegiatan Akademik mengikuti Kalender Akademik yang baru berdasarkan Keputusan Rektor Nomor 491/SK/R/UI/2020 tentang Perubahan Ketiga atas Keputusan Rektor tentang Kalender Akademik Universitas Indonesia Tahun Akademik 2019/2020.
  4. Berdasarkan Kalender Akademik sebagaimana disebutkan dalam butir 3, kegiatan perkuliahan Semester Genap Tahun Akademik 2019/2020 berakhir pada 31 Juli 2020 dan batas akhir Unggah Nilai Mata Kuliah Semester Genap pada  7 Agustus 2020 pukul 16.00, serta batas akhir Penetapan Kelulusan Tahap 2 pada 14 Agustus 2020.
  5. Hal-hal lain terkait dengan kegiatan akademik melalui Pembelajaran Jarak Jauh dan kegiatan Bekerja Dari Rumah dilaksanakan dengan tetap mengikuti panduan yang sudah tercantum dalam SE-1 Dekan FISIP, SE-2 Dekan FISIP, dan SE Rektor.
  6. Sesuai Himbauan Pemerintah dan didasari oleh tanggung jawab yang tinggi untuk Pencegahan Penyebaran Covid-19, Dekan FISIP UI menghimbau kepada para Dosen, Tenaga Kependidikan dan Mahasiswa yang biasanya melakukan kegiatan Mudik terkait Hari Raya Idul Fitri, maka untuk periode Hari Raya Idul Fitri tahun 2020 ini, sejak jauh-jauh hari, saya minta agar tidak merencanakan kegiatan Mudik (catatan: sesuai Peraturan Pemerintah, bagi mereka yang Mudik harus melakukan Karantina Mandiri 14 hari di Daerah Tujuan Mudik, dan saat kembali lagi ke Kampus UI, sebelum masuk harus melakukan lagi Karantina Mandiri juga selama 14 hari).

Pimpinan Fakultas senantiasa melakukan pemantauan terhadap setiap perkembangan yang terjadi dan sewaktu-waktu dapat melakukan tindakan preventif lain yang diperlukan demi keselamatan semua Dosen, Tenaga Kependidikan dan Mahasiswa  FISIP UI. Apabila terdapat perkembangan situasi yang baru, maka akan diterbitkan Surat Edaran berikutnya.

Respons Dugaan Pelanggaran Tata Tertib Dalam Bentuk Pelecehan Seksual

Respons Dugaan Pelanggaran Tata Tertib Dalam Bentuk Pelecehan Seksual

Sehubungan dengan beredarnya informasi dugaan pelanggaran tata tertib dalam bentuk pelecehan seksual yang melibatkan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI).  Perlu kami sampaikan respons sebagai berikut:

1. Tindakan asusila dan pelecehan seksual merupakan jenis perbuatan yang dilarang dilakukan oleh warga UI sebagaimana ditentukan di dalam Pasal 8 huruf (j) Ketetapan Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia Nomor 008/SK/MWA-UI/2004 tentang Perubahan Ketetapan Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia Nomor 005/SK/MWA-UI/2004 tentang Tata Tertib Kehidupan Kampus Universitas Indonesia;

2. Peristiwa pelecehan seksual yang melibatkan mahasiswa FISIP UI, baik sebagai terduga pelaku maupun sebagai korban, terjadi di luar lingkungan kampus UI dan tidak terjadi saat kegiatan akademik maupun kegiatan ekstrakurikuler berlangsung;

3. Proses penyelesaian dugaan pelecehan seksual tersebut akan dilakukan melalui mekanisme Panitia Penyelesaian Pelanggaran Tata Tertib Universitas Indonesia (P3T2 UI) dengan ancaman sanksi sesuai peraturan yang berlaku di Universitas Indonesia;

4. Proses penyelesaian yang telah coba dilakukan oleh Program Studi terkait adalah dalam rangka pengumpulan fakta dan upaya penyelesaian masalah. Informasi mengenai adanya ancaman kepada pihak-pihak yang terlibat adalah tidak benar; 

5. Proses penyelesaian akan diupayakan dilaksanakan sesegera mungkin meskipun kejadian luar biasa penyebaran infeksi Covid-19 saat ini akan berpotensi berdampak memperlambat proses; 

6. Tindakan seluruh warga/mahasiswa UI yang melanggar peraturan perundang-undangan Republik Indonesia yang berlaku saat sebagai individu pribadi dan tidak terkait dengan kegiatan resmi UI merupakan tanggung jawab pribadi yang bersangkutan.    

Alumni FISIP UI Menjadi Pengajar Muda Indonesia Mengajar

Alumni FISIP UI Menjadi Pengajar Muda Indonesia Mengajar

Muhammad Radhiyan Pasopati Pribadi, biasa dipanggil Radhiyan adalah sarjana Ilmu Politik alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia. Lulus pada tahun 2019 dan saat ini sedang bekerja dan mengabdi sebagai Pengajar Muda Indonesia Mengajar di Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua. Radhiyan sudah berniat mengikuti Indonesia Mengajar semenjak sembilan tahun lalu ketika program ini baru diluncurkan dan Radhiyan masih SMA saat itu. Sebagai putra kelahiran Jakarta yang besar di Jakarta, Radhiyan merasa kurang memahami betul permasalahan-permasalahan yang ada di daerah-daerah lain di Indonesia.  Apalagi sebagai alumni FISIP UI, ia ingin melihat langsung keadaan sosial-politik Indonesia di garis terdepan dengan kacamata seorang sarjana ilmu politik.

“Sebagai Pengajar Muda, saya menjadi salah satu sarjana yang dikirim untuk mengajar dan bekerja dalam membawa perubahan pendidikan di daerah-daerah terdepan, terpencil atau tertinggal di Indonesia. Saya ditugaskan di Desa Sambrawai, Distrik Yapen Utara. Desa saya begitu terpencil di ujung utara pulau Yapen, jika mau kesana harus melewati gunung-gunung dan disana juga tidak ada sinyal telepon apalagi internet. Warga desa saya hidup dengan sangat sederhana, sehari-hari dihabiskan untuk berkebun, memancing atau menebang pohon. Setiap harinya saya mengajar di SD YPK PNIEL Sambrawai. Karena keterbatasan guru, saya sering mengajar banyak kelas sekaligus, bahkan tidak jarang juga kelas 1 sampai 6,” ujar Radhiyan.

Radhiyan mengatakan biar banyak keterbatasan, anak-anak disana memiliki semangat belajar yang tinggi, mereka selalu senang mengerjakan soal-soal yang diberikan, mereka juga senang membaca buku-buku setiap pagi, bahkan mereka juga inisiatif meminta pekerjaan rumah setiap jam pulang. Ini bukti bahwa biarpun di tempat terpencil, anak-anak Papua memiliki gelora semangat belajar yang tidak kalah dari anak-anak Jawa. Selain mengajar, ia juga bekerja untuk mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap pendidikan. Sebagai Pengajar Muda, memiliki berbagai Mitra Langsung yang diajak untuk bekerjasama dalam membangun pendididikan. Di desa, mitra langsung adalah guru, kepala sekolah, orangtua dan masyarakat desa.

Radhiyan menjelaskan, “saya berpartisipasi dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbang) dan membantu agar agenda-agenda pendidikan dimasukkan kedalam anggaran penggunaan dana desa. Selain itu, setiap malam saya juga sedang melakukan tur keliling atau blusukan ke rumah-rumah warga untuk membantu anaknya belajar sekaligus membicarakan pendidikan dengan orangtua mereka. Saya juga sering bertemu dan diskusi dengan Kepala Sekolah di luar jam sekolah untuk mendiskusikan perkembangan sekolah dengannya. Sementara itu, di lingkup kerja Kabupaten, saya bersama tim Pengajar Muda juga membangun hubungan dan bekerja dengan mitra langsung di tingkat kabupaten, seperti Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen, Dinas Pendidikan, serta komunitas-komunitas dan kelompok masyarakat yang peduli pendidikan di Yapen”.

Dalam keadaan dan situasi pandemi Covid-19, Radhiyan bersyukur karena Kabupaten Kepulauan Yapen masih tergolong aman dan jauh dari episentrum penyebaran penyakit tersebut. Sekolah diliburkan. Ia berharap situasi penyakit Covid-19 tidak akan pernah sampai ke desa tempat saya bertugas. Radhiyan akan bekerja dan bertugas di Kabupaten Kepulauan Yapen hingga awal tahun 2021. Tentunya ia berharap pekerjaannya disini bisa membawa dampak terhadap pendidikan di Kepulauan Yapen, meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pendidikan, serta bisa membakar semangat belajar, rasa ingin tahu dan cita-cita anak-anak disini. Selain itu, harapannya dengan tinggal bersama masyarakat di desa, bisa belajar kehidupan dan belajar untuk memahami arti kata “Indonesia” lebih baik lagi.