Select Page
FISIP UI Serahkan Policy Brief dalam Mengatasi Pandemi Kepada Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19

FISIP UI Serahkan Policy Brief dalam Mengatasi Pandemi Kepada Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19

FISIP UI Serahkan Policy Brief Tujuh Bidang Ilmu Sosial dalam Mengatasi Pandemi Kepada Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19. Sembilan bulan sudah pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Pandemi seperti ini tidak hanya membutuhkan solusi dari bidang kesehatan dan ekonomi semata, tapi juga respon dengan pendekatan sosial budaya karena makin meluasnya penyebaran virus tersebut dan sulitnya mengatasi pandemi ini lebih merupakan masalah sosial budaya dari pada masalah kesehatan.

“Makin meluasnya penyebaran virus tersebut dan sulitnya mengatasi pandemi ini, selain masalah kesehatan juga merupakan masalah besar pada aspek sosial dan budaya, termasuk khususnya cara berpikir dan perilaku terkait Covid-19 dari sebagian masyarakat kita” ujar Dekan FISIP UI.

Ia juga menjelaskan, dengan munculnya fenomena Covid-19 ini ada sisi positifnya yaitu terbangunnya solidaritas sosial yang kuat di kalangan masyarakat.

Didorong oleh rasa keprihatinan terhadap masalah-masalah sosial yang menjadi tantangan dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia, FISIP UI telah menyelenggarakan rangkaian Seri Webinar FISIP UI 2020 sejak 29 Juli 2020 sampai dengan 16 September 2020. Hasil webinar yang telah dilakukan  ini dituangkan dalam kumpulan FISIP UI Policy Brief yang ditulis berdasarkan tujuh bidang ilmu dalam FISIP UI. Diantaranya :

  1. Bidang Ilmu Komunikasi : “Strategi Komunikasi Publik Pemerintah di Masa Pandemi Covid–19, Dari Komunikasi Krisis Menjadi Komunikasi Risiko Untuk Membangun Engagement Publik”
  2. Bidang Sosiologi : “Pembatasan Sosial Berbasis Komunitas (PSBK), Membangun Ketangguhan Sosial Menghadapi Pandemi Covid – 19 diera New Normal’
  3. Bidang Ilmu Politik : “Respon terhadap Pandemi Covid–19, Alternatif Kebijakan Pemerintah”
  4. Bidang Ilmu Kesejahteraan Sosial: “Penanganan Pandemi Covid-19 dengan Pendekatan Intervensi Sosial pada Berbagai Tingkatan (Multi Level Social Intervention)
  5. Bidang Ilmu Hubungan Internasional: “Pandemi Covid-19 dan Tantangan Diplomasi Multilateral Indonesia”
  6. Bidang Kriminologi : “Pencegahan Cyber Crime pada Masa Pandemi Covid-19 melalui Pendekatan Multi – Agent Partnership dan Virtual Community Policing”
  7. Bidang Antropologi: “Pendekatan Sosial Budaya Berbasis Komunitas, Kolaborasi Pengetahuan, dan Keterlibatan Kritis dalam Upaya Penanggulangan Pandemi Covid-19”

Penyerahan rekomendasi ini dilakukan oleh Dekan FISIP UI Dr. Arie Setiabudi Soesilo, M.Sc., kepada Letjen TNI. Doni Monardo selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dilaksanakan dalam FISIP UI Policy Brief Launch pada hari Selasa 22/12 pada pukul 16.00 – 17.00 secara daring.

“Jadi ada tujuh rekomendasi yang FISIP UI berikan, kami rasakan sangat bermanfaat bagi SATGAS Covid-19 dan pemerintah. Selain itu, penting bagi kita untuk merevisi undang-undang kesehatan karena berdasarkan penjelasan dari pakar bahwa pandemi seperti ini bisa jadi akan terulang kembali, ada baiknya FISIP UI menjadi salah satu pelopor dalam merancang atau memperbaiki payung hukum di negeri kita. Jadi ketika kita menghadapi wabah lagi maka kita sudah lebih mudah mengatasinya terutama tahapan-tahapan karantina” ujar Doni.

Doni juga berharap, tujuh Policy Brief dari FISIP UI akan dijadikan pedoman dalam kegiatan operasional penanganan Covid-19. Semoga kita selamat dan berada dalam lindungan Tuhan YME.

Selain itu penyebaran FISIP UI Policy Brief 2020 juga diberikan kepada pihak yang relevan; Diserahkan kepada Perpustakaan UI untuk di dokumentasikan dalam Repository Perpustakaan UI; Serta disebarkan kepada seluruh Sivitas Akademika FISIP UI untuk dapat terus dikaji dan dikembangkan.

Semoga FISIP UI Policy Brief 2020 dapat menjadi masukan yang berguna bagi Pemerintah dan Masyarakat Indonesia dalam mengendalikan dan megatasi Pandemi Covid-19.  Dengan kerjasama berbagai pihak, Indonesia akan mampu mengatasi tantangan kesehatan ini.

Untuk mengakses Policy Brief FISIP UI 2020, silahkan mengakses tautan berikut : http://bit.ly/materifisipuipolicybrief-2020

Wisuda Virtual FISIP UI 2020 di Tengah Pandemi Covid-19

Wisuda Virtual FISIP UI 2020 di Tengah Pandemi Covid-19

Ada yang beda pada wisuda FISIP UI tahun ini di tengah pandemi Covid-19 yang tidak kunjung reda dan dianjurkan untuk tetap berjarak maka Universitas Indonesia dan FISIP menghelat wisuda secara live virtual melalui aplikasi Zoom maupun Youtube, pada hari Jumat (16/10) untuk Program Sarjana dan Sabtu (17/10) untuk Program Pascasarjana.

Setelah pagi hari digelar upacara wisuda virtual bersama Rektor UI kemudian wisudawan/wisudawati diarahkan menuju link Zoom dan Youtube fakultas.

Pada kelulusan semester ini FISIP UI meluluskan 226 wisudawan dari Program Sarjana, IPK tertinggi 3,89 diraih oleh mahasiswi dari Hubungan International, Devina Ayona, S.Sos. Dari Program Pascasarjana meluluskan 89 wisudawan, IPK tertinggi 3,94 diraih oleh mahasiswi Ilmu Komunikasi Anggun Nadia Fatimah, M.Si.

Dekan FISIP UI menyampaikan sambutan dan semangat kepada para wisudawan meskipun disituasi yang tidak mudah seperti sekarang, jangan berkecil hati dan tekadkan semangat yang kuat, tetap berkarya untuk bangsa dan negara dalam bidang ilmu sosial dan ilmu politik, semoga ini menjadi lulusan pertama dan terakhir kalinya dalam situasi pandemi ini.

Christella Fenisianti, Thierry Ramadhan dan Cut Nabila menjadi perwakilan mahasiswa/mahasiswi untuk berbagi pengalaman berkesannya selama berkuliah di Program Sarjana FISIP UI. Sedangkan pada Program Pascasarjana diwakilkan oleh Mas Ahmad Yani, Ahmad Ramadhan & Farah

Ada yang menarik dari wisuda ini walaupun dilaksanakan secara virtual tapi terasa sangat dekat, haru dan hangat karena para wisudawan/wisudawati langsung di dampingin oleh kedua orangtua/wali disampingnya.

Acara ini merupakan bagian persembahan dari keluarga besar FISIP UI untuk melepas secara resmi para mahasiswa Program Sarjana dan Program Pascasarjana yang diwisuda pada semester ini. Acara ini ditutup dengan lagu yang berjudul ‘Sampai Jumpa’ yang dibawakan oleh para dosen FISIP UI yang tergabung dalam ‘Swara Jingga’ lalu.

Peresmian Pemberian Nama “Gedung Soelaeman Soemardi” FISIP UI

Peresmian Pemberian Nama “Gedung Soelaeman Soemardi” FISIP UI

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) meresmikan pemberian nama gedung Soelaeman Soemardi pada Senin (28/9) di FISIP UI. Acara ini di buka dengan penayangan video tur kampus FISIP UI serta dihadiri oleh anak-anak dari Soelaeman Soemardi selain itu acara ini juga live melalui zoom dan di saksikan oleh dekan terdahulu, dosen-dosen, cucu, saudara dan rekan-rekan beliau. Pemberian nama gedung ini merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan kepada Soelaeman Soemardi sebagai salah satu dosen terbaik Sosiologi FISIP UI.

Selain gedung ada pula ruangan multifungsi E201 yang diberi nama Soelaeman Soemardi, ruangan ini di design oleh Dini Singadipura. Sebelumnya ruangan ini adalah ruangan kegiatan mahasiswa dan penuh sekat. Dini memberikan talenta dan sentuhannya di FISIP UI untuk merenovasi dan design ruangan Soelaeman Soemardi dengan tema modern industrial, gaya ini dipilih karena ingin memberikan tampilan modern tetapi juga memberikan spirit, sederhana dan jujur yang dilihat dari diri Soelaeman Soemardi. Ruangan ini juga bertujuan untuk orang berkumpul, berdiskusi, berkerja dan belajar agar nyaman.

Dekan FISIP UI, menjelaskan ruang Soelaeman Soemardi merupakan ruang multifungsi yang disumbang oleh keluarga Soelaeman Soemardi kepada FISIP UI, jadi kami bersyukur FISIP UI mempunyai tambahan fasilitas kampus yang ruangannya bisa digunakan untuk berbagai keperluan, baik oleh dosen, mahasiswa maupun alumni. Ruangan ini sekaligus untuk mengenang Soelaeman Soemardi saat beliau mengajar pada Jurusan Sosilogi dahulu. Beliau merupakan salah satu dosen terbaik yang pernah dimiliki oleh Sosiologi dan patut menjadi panutan untuk generasi muda saat ini.

Acara peresmian ini di tutup dengan pembacaan doa dan personal stories pendek dari beberapa rekan dan mantan murid Soelaeman Soemardi, yaitu Francisia Saveria Sika Ery Seda, M.A., Ph.D. (Dosen Sosiologi FISIP UI), Amris Hassan (Mantan Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru) dan Freddy Tulung (Mantan Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik).

FISIP UI Menyambut Mahasiswa Baru Program Pascasarjana Secara Virtual

FISIP UI Menyambut Mahasiswa Baru Program Pascasarjana Secara Virtual

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) secara virtual menyambut para mahasiswa baru program pascasarjana melalui forum Pengenalan Sistem Akademik dan Kemahasiswaan (PSAK) pada hari Kamis (11/9). Kegiatan dihadiri oleh Dekan, Ketua Dewan Guru Besar Fakultas, Ketua Senat Akademik Fakultas, Para Wakil Dekan, Para Pimpinan Unit Pusat Administrasi Fakultas, Para Ketua dan Sekretaris Departemen, serta Para Ketua dan Sekretaris Program Studi Sarjana di lingkungan FISIP UI.

Dekan FISIP UI, Dr. Arie Setiabudi Soesilo, M.Sc, menyapa dan menyambut para mahasiswa baru melalui sambungan zoom yang dilakukan langsung dari Auditorium Juwono Sudarsono (AJS) FISIP UI, Depok. Dekan menyapa para mahasiswa dengan setting indoor untuk memperkenalkan kepada mahasiswa pascasarjana salah satu ruangan yang sering dipakai untuk kegiatan di FISIP UI.

Dalam kesempatan sambutannya, Dekan  berpesan untuk semangat dan memiliki optimis walaupun dalam suasana pandemi, selain itu Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian dan Kemahasiswaan juga memberikan penjelasan tentang bagaimana perkuliahan di FISIP mulai dari jumlah SKS yang dapat diambil dalam satu semester hingga penelitian yang nantinya menjadi syarat untuk lulus dari FISIP UI.

Pada kegiatan yang disaksikan oleh mahasiswa dari seluruh Indonesia ini, mahasiswa baru juga disuguhkan dengan tayangan video mengenai FISIP UI. Agar para mahasiswa baru, yang belum dapat mengunjungi kampus FISIP UI dapat memiliki gambaran mengenai suasana dan fasilitas yang ada di FISIP UI yang dapat mereka akses saat pandemi berakhir nanti. Para mahasiswa baru pascasarjana sangat antusias dengan memberikan pertanyaan sehingga terjadi dialog yang interaktif antara jajaran Pimpingan dengan mahasiswa baru.

Pandemi Covid – 19 dan Tantangan Kerjasama Multilateral

Pandemi Covid – 19 dan Tantangan Kerjasama Multilateral

Seri 06 Webinar FISIP UI 2020 ini membahas dampak pandemi Covid-19 terhadap hubungan internasional dan kerjasama multlilateral. Pandemi Covid-19 memperlihatkan makin dibutuhkannya kerjasama multilateral untuk membangun fair and inclusive global health governance dan untuk mengatasi krisis ekonomi yang melanda seluruh dunia akibat pandemi ini. Bagi Indonesia, kerjasama multilateral saat ini sangat relevan untuk kerjasama pengadaan alat-alat kesehatan dan akses ke vaksin Covid-19.

Mengangkat tema “Pandemi Covid-19 dan Tantangan Kerjasama Multilateral” pada Rabu (9/9) webinar FISIP UI Seri 06 ini dilaksanakan secara daring melalui zoom dan youtube. Sebagai narasumber ialah Duta Besar Febrian A. Ruddyard. (Direktur Jenderal Kerjasama Multilateral Kementerian Luar Negeri RI) dan Meutya Viada Hafid, B.Eng., M.IP. (Ketua Komisi I DPR RI).

Covid-19 menjadi musuh bersama. Tidak ada satu kebijakan yang dapat diterapkan untuk semua negara, setiap negara mempunyai kebijakan yang terbaik untuk negaranya masing-masing. Terjadi rivalitas antar negara tetapi kerjasama bilateral dan multilateral juga tetap meningkat. Kerjasama ekonomi antar negara juga  akan semakin meningkat, negara butuh untuk menggerakkan kembali ekonominya yang telah berhenti.

“Fokus diplomasi Indonesia pada era pandemi Covid-19 ini adalah di bidang medis seperti diplomasi vaksin, alat kesehatan dan obat-obatan serta di bidang non-medis seperti pemulangan atau evakuasi WNI, perlindungan WNI dan diseminasi informasi. Bantuan dan kerjasama Indonesia  dengan negara atau organisasi internasional lainya, Indonesia telah menerima bantuan finansial dan barang seperti APD, masker dan alat tes. Selain itu Indonesia juga berusaha dan berkerjasama untuk membuat vaksin Covid-19 dengan PT. Biofarma dengan Coalition for Epidemic Preparedness  Innovations (CEPI) dan PT. Kalbe Farma,” jelas Meutya.

Meutya juga menjelaskan, tantangan kedepannya terkait pengadaan atau ketersediaan vaksin, obat-obatan, alat kesehatan serta diplomasi dalam rangka fungsi perlindungan WNI di luar negeri, terdapat pula permasalahan terkait hak dan akses WNI ke sebuah negara. Indonesia saat ini sudah masuk ke dalam daftar Temporary Ban Entry (pelarangan masuk ke sebuah negara bagi pemegang paspor dari negara tertentu) di 59 negara seperti  Malaysia. Hal ini tentu akan menjadi tantangan tersendiri bagi diplomasi Indonesia, terutama  diplomasi bilateral.

Febrian memberikan kesimpulan, diplomasi multilateral menjadi lebih terintegrasi dengan diplomasi regional dan bilateral, isu kesehatan global menjadi “omnipresent”. Ia juga menegaskan pertempuran yang sukses terhadap Covid-19 tergantung peningkatan tata kelola kesehatan dan kendala diplomatic. Serta Sustainable Development Goals menjadi lebih relevan sebagai model komprehensif untuk pembangunan human security akan berkontribusi untuk pencapaian state security.