Select Page
Halalbihalal FISIP UI 2022: Merajut Ukhuwah dalam Bingkai Kebhinekaan Hal yang Penting Bagi Bangsa

Halalbihalal FISIP UI 2022: Merajut Ukhuwah dalam Bingkai Kebhinekaan Hal yang Penting Bagi Bangsa

Setelah dua tahun FISIP UI menggelar acara Halalbihalal secara hybrid yang sebelumnya diadakan secara virtual di kediaman masing-masing, tentunya acara ini diselenggarakan dengan protokol kesehatan di Taman Tunas Bangsa pada Selasa (17/05), acara ini dilaksanakan karena melihat angka positif Covid-19 yang sudah melandai di Indonesia. Halalbihalal ini rutin digelar setiap tahun usai ramadhan.

Halalbihalal tahun 2022 ini, menjadi acara Halalbihalal pertama bagi Dekan FISIP UI, Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto. Acara ini juga di hadiri oleh para Pimpinan Fakultas, Senat Akademik Fakultas, para Dewan Guru Besar, para wakil dosen, para wakil tenaga kependidikan dan wakil mahasiswa.

Acara dibuka dengan sambutan oleh Dekan FISIP UI, Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto yang mewakili jajaran Eksekutif (Wakil Dekan, Manajer, Kepala Departemen), dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Al Quran oleh Nurul Azizah mahasiswi dari Departemen Ilmu Komunikasi.

Dalam sambutannya, Prof. Semiarto mengatakan bahwa merajut silaturahmi atau ukhuwah dalam bingkai kebhinekaan adalah satu hal yang amat penting bagi bangsa kita. Momen perayaan idul fitri menjadi saat yang sangat tepat untuk bersama-sama memaknainya. Dengan semangat ukhuwah, umat Islam Indonesia tidak hanya menjaga persaudaraan dengan sesama muslim tetapi bertanggung jawab menjaga persatuan dan kebhinekaan Indonesia.

“Sebagai umat yang percaya dan beriman, kita meyakini bahwa nilai ukhuwah ini adalah perintah langsung dari Allah SWT. Kita membaca dan mendengarkan pesan tersebut. Dan selanjutnya kita taati karena kebenarannya. Dengan mentaatinya maka perilaku kita niscaya juga akan senantiasa merujuk pada nilai-nilai persatuan dan persaudaraan antar sesama Muslim dan dengan seluruh umat manusia yang berbeda keyakinan. Kita pahami perbedaan yang menyusun bangsa Indonesia ini adalah juga merupakan karunia Allah SWT yang karenanya wajib kita jaga Bersama,” ujar Prof. Semiarto.

Debat Calon Ketua ILUNI FISIP, Dekan Ingin ILUNI FISIP Lebih Guyub

Debat Calon Ketua ILUNI FISIP, Dekan Ingin ILUNI FISIP Lebih Guyub

Salah satu kegiatan penting dalam ILUNI FISIP salah satunya yaitu Pemilihan Ketua Umum ILUNI FISIP UI. Pada tahun ini ada dua calon Ketua ILUNI FISIP yang akan menjabat untuk Periode 2022-2025, Budi Arie Setiadi (Alumni Departemen Ilmu Komunikasi tahun 1990) dan Cecep Rukendi (Alumni Departemen Antropologi tahun 1997). Pada Sabtu (14/05) diadakan debat antar kedua kandidat yang dilaksanakan secara hybrid dari Auditorium Juwono Sudarsono.

Debat kandidat calon Ketua ILUNI FISIP ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada alumni FISIP UI untuk mengenal lebih jauh para kandidat yang mencalonkan diri menjadi Ketua Umum ILUNI UI. Selain itu para alumni FISIP juga bisa memberikan suaranya untuk vote calon Ketua ILUNI FISIP melalui aplikasi UI Connect, one system one vote. Kegiatan debat kandidat calon Ketua ILUNI FISIP ini di hadiri oleh Dekan FISIP UI, Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto dan Ketua ILUNI FISIP UI Periode 2018-2021, Binsar M. L. Tobing.

“Alumni FISIP UI selalu dipandang sebagai striker oleh ILUNI fakultas lain dan termasuk alumni terbesar di UI. Hal ini semoga menjadi motivasi kita semua untuk bersama menggalang sumberdaya kekuatan, berlomba memajukan FISIP, dengan one system one vote merupakan sejarah baru untuk pertama kalinya pemilihan Calon Ketua Iluni FISIP. Kita buktikan bahwan alumni FISIP adalah alumni yang besar, aktif dan guyub,” ujar Binsar dalam sambutan pembuka acara Debat Kandidiat Calon Ketua ILUNI FISIP.

Dekan FISIP UI, Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto juga setuju dengan ucapan yang disampaikan oleh Binsar, “saya ingin ILUNI FISIP ini bisa tampil lebih guyub dan solidaritas. ILUNI FISIP di satu sisi membanggakan, kaum yang independen dan mandiri namun saya juga berharap kedepannya alumni FISIP bisa saling membantu dan lebih solidaritas terhadap sesama alumni. Saya yakin kedua kandidiat Calon Ketua ILUNI FISIP, orang-orang yang mempunyai kapasitas mengorganisir dan dapat menjalin hubungan yang baik dan kuat. Untuk kedepannya kegiatan ILUNI FISIP yang berbasis kerjasama akan semakin banyak. Saya juga mengapresiasi kedua calon Ketua ILUNI FISIP yang sudah bersedia mengajukan diri untuk ILUNI FISIP ini. Kedua kandidat ini merupakan figur terbaik alumni FISIP UI.”

ILUNI FISIP UI ikatan alumni yang menjadi bagian dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI).  Sebagai wadah keanggotaan dari para alumni, ILUNI FISIP UI berusaha berperan aktif dalam memberikan masukan dan program-program nyata bagi kemajuan fakultas.

Para anggota ILUNI FISIP UI diharapkan dapat menjadi inspirasi, sarana pembuka jalan dan membantu memperluas jaringan bagi mereka yang masih menjadi mahasiswa/mahasiswi ataupun yang baru lulus untuk masuk dalam dunia kerja maupun professional. Menjadi ujung tombak dalam meningkatkan reputasi FISIP UI di masyarakat luas dan menjaga nama baik fakultas dalam membangun sebuah komunitas yang memiliki kompetensi tinggi dalam pergaulan warganegara di tingkat nasional maupun internasional.

Malik Ayub Sumbal: Belt and Road Initiative Program yang Mendorong Pembangunan Seluruh Dunia Khususnya Infrastruktur

Malik Ayub Sumbal: Belt and Road Initiative Program yang Mendorong Pembangunan Seluruh Dunia Khususnya Infrastruktur

Meskipun mengalami penurunan aktivitas selama terjadinya pandemi Covid-19 pada 2020-2022, proyek Belt and Road Initiative (BRI) terus dikembangkan oleh China untuk meningkatkan konektivitas di Kawasan Indo-Pasifik yang di masa lalu pernah menjadi jalur sutra perdagangan China dengan negara-negara di kawasan tersebut.

Di inisiasi oleh presiden Xi Jinping pada tahun 2013, BRI melibatkan 70 negara di kawasan Asia, Eropa dan Afrika. Di Indonesia sendiri terdapat puluhan kerjasama yang ditandatangani oleh para pengusaha dari China dan Indonesia dalam rangka pembangunan konektivitas di dalam kerangka BRI.

Persoalannya adalah bahwa BRI memiliki beberapa implikasi geopolitik yang penting terhadap tatanan politik dan ekonomi regional maupun global. Inisiatif China mengembangkan jejaring kerjasama di dalam kerangka BRI ini.

Departemen Ilmu Politik FISIP UI mengadakan seminar tentang geopolitik yang berjudul “China Belt and Road, Connectivity for Shared Future”. Menghadirkan Malik Ayub Sumbal, Analis Geopolitik Senior sekaligus pendiri Caucasus Centre for Strategic and International Studies sebagai pembicara untuk menjelaskan mengenai Belt and Road Initiative pada Selasa (10/05) secara hybird di Auditorium Juwono Sudarsono.

Seminar geopolitik kali ini mendiskusikan tentang inisiatif tersebut dan implikasinya terhadap tata ekonomi dan politik global di tengah perubahan ekonomi dan politik yang sedang terjadi. Topik Ini sangat penting untuk dipahami, terutama bagi indonesia yang memiliki visi untuk meningkatkan peran internasionalnya di dalam menyongsong posisi baru Indonesia di masa depan sebagai salah satu negara dengan ekonomi terbesar di dunia.

Malik memiliki pandangan yang begitu positif terkait BRI yang diupayakan oleh Tiongkok. Menurutnya, BRI merupakan program yang mendorong pembangunan seluruh dunia. Utamanya, BRI mewadahi pembangunan infrastruktur dan memberdayakan masyarakat.

“Skema win-win yang ditawarkan dapat menjadi jawaban dari masalah yang dihasilkan dari hegemoni bangsa barat. Prinsip shared future atau masa depan bersama menunjukkan bahwa Tiongkok memiliki niatan untuk membangung masyarakat di seluruh dunia. Program tersebut juga dimaksudkan untuk melibatkan masyarakat dan membawa mereka ke arah yang lebih baik. Dalam hal ini, Tiongkok menjadi panutan karena berhasil membawa masyarakatnya dari negara miskin menjadi rising power,” jelas Malik.

Terkait hubungan antara bangsa timur dan barat, Malik berpendapat bahwa pendekatan yang digunakan oleh Tiongkok, yaitu shared future sama sekali berbeda dengan pendekatan okupasi yang digunakan dalam kolonialisme bangsa barat, “kolonialisme pada dasarnya berusaha mengambil milik orang lain untuk kepentingan sendiri, mengabaikan kepentingan orang lain. Ketegangan dunia masa kini menunjukkan bahwa bangsa barat khawatir akan apa yang dapat dicapai oleh Tiongkok,” ujar Malik.

Dalam penjelasannya, Malik berargumen bahwa upaya bangsa barat untuk menghentikan upaya Tiongkok bukan untuk mencegah Tiongkok mengambil keuntungan dari negara lain, melainkan untuk menghentikan pembangunan ekonomi dunia secara menyeluruh.

Bangsa barat tidak ingin negara-negara lain dapat mencapai tingkat kemakmuran yang sama dengan mereka. Hal tersebut juga berkaitan dengan standar ganda dan hipokrisi bangsa barat, mengenai bagaimana mereka mengecam penyerangan yang dilakukan oleh bangsa lain tetapi mengabaikan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh bangsa sendiri.

“Kini, bangsa barat sendiri semakin terpecah karena masing-masing memiliki kepentingannya sendiri. Hal tersebut, diiringi dengan hadirnya Tiongkok sebagai kekuatan baru, membentuk tatanan dunia multipolar,” tambah Malik.

Malik melihat hal tersebut sebagai hal yang positif, karena dunia multipolar berpotensi menghasilkan perdamaian dunia melalui hadirnya berbagai power corridors. Tatanan dunia yang harus dihindari adalah unipolar karena unipolar berarti bahwa satu negara memonopoli tatanan dunia.

Dalam sesi tanya jawab, Malik juga menjelaskan bahwa ‘debt trap’ atau ‘jebakan hutang’ yang seringkali dikaitkan dengan BRI merupakan wacana oleh bangsa barat untuk mencegah pembangunan dalam kerangka BRI. Tiongkok sendiri memiliki kebijakan non-intervensi, yang artinya Tiongkok tidak akan mencampuri urusan domestik negara lain.

Pembukaan Liga FISIP UI 2022 Mengangkat Isu Hate Speech dalam Olahraga

Pembukaan Liga FISIP UI 2022 Mengangkat Isu Hate Speech dalam Olahraga

Liga FISIP UI merupakan salah satu program kerja dari League Council of FISIP yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran terkait isu sosial politik di bidang olahraga, melalui social campaign dan kompetisi olahraga berskala nasional untuk mahasiswa rumpun sosial dan humaniora di Indonesia. Tahun ini Liga FISIP UI hadir dengan tajuk “Sambut dan Rayakan Awal Yang Baru” dengan tagline “Kita Untuk Awal Yang Baru” sebagai upaya untuk menghadirkan kultur baru dalam melawan hate speech di dunia olahraga. Membawa isu hate speech dalam olahraga, berupaya untuk meningkatkan kepedulian dan kesadaran akan pentingnya menjaga iklim sosial media dan kehidupan nyata terkait hate speech dalam dunia olahraga.

Pada Selasa (10/05) Liga FISIP 2022 resmi dibuka dengan acara Opening Ceremony yang diadakan di Pusat Kegiatan Mahasiswa (PUSGIWA) UI. Di hadiri oleh Nurul Isnaeni, Ph.D (Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan), Drs. Raymond Michael Menot (Wakil Manajer Khusus Bidang Kemahasiswaan), Binsar Tobing (Ketua Ikatan Alumni FISIP UI) dan Dr. Badrul Munir, ST., M.Eng (Direktur Kemahasiswaan UI).

Dalam sambutannya, Nurul mengatakan bahwa sangat bangga atas diadakannya Liga FISIP 2022, apalagi dengan mengusung isu tentang hate speech, “harapannya semoga hate speech ini bisa dihilangkan dari budaya anak muda khususnya mahasiswa. Diharapkan mahasiswa sosial dan humaniora ini bisa menjadi pelopor untuk budaya baru yang lebih produktif dan positif bagi banyak hal di tengah-tengah masyarakat. Melalui olahraga ini anti hate speech ini bisa ditumbuhkan dan dikembangkan.”

“Kami dari UI sangat menyambut baik dan mendukung kegiatan Liga FISIP UI dan dengan bangga karena event ini menjadi yang pertama dilaksanakan secara offline dan juga tentunya melakukan protokol kesehatan. Lalu dengan diangkatnya isu tentang hate speech ini, kita harus menjunjung tinggi etika berolahraga dan etika hubungan antar manusia,” ujar Badrul Munir.

Dari sisi mahasiswa yang berhasil diwawancarai oleh reporter Humas FISIP, Aldo mengatakan pada tahun ini, Liga FISIP UI 2022 membawakan Cabang Olahraga Basket Putra dan Futsal Putra, “hal ini berdasarkan survey yang kami lakukan secara kuantitatif dan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan berbagai universitas di Indonesia. Hasilnya, mengungkapkan bahwa komunitas olahraga mereka belum aktif kembali berlatih dan belum siap untuk mengikuti turnamen olahraga, selain tim futsal dan basket.”.

Meski begitu antusias mahasiswa dari Rumpun Sosial dan Humaniora di Indonesia tidak berkurang. Steering committee Humas Liga FISIP itu sangat senang karena antusiasme dari mahasiswa sangat tinggi dalam mengikuti Liga FISIP UI tahun ini, “hal ini dapat kami rasakan sejak tim Humas melakukan Kunjungan Kerja dengan 40 Tim Basket dan Futsal dari berbagai universitas di Indonesia. Sejak agenda kunjungan kerja tersebut dilangsungkan pada bulan November dan Desember 2021, setiap tim sudah menunjukkan ketertarikannya dengan kompetisi Liga FISIP UI 2022 dan berlomba untuk mendapatkan piala juara. Antusiasme tersebut diwujudkan secara nyata oleh mereka dengan mendaftarkan tim terkait di Kompetisi Liga FISIP UI 2022.”

Selama dua tahun Liga FISIP harus di tiadakan karena efek dari pandemi Covid-19, tentunya tidak mudah mengadakan event seperti ini tetapi seiring melandainya angka positif Covid-19, maka Liga FISIP UI pun diadakan kembali dengan protokol kesehatan.

“Setelah dua tahun Liga FISIP UI tidak aktif, sejalan dengan kondisi nasional, maka kita harus beradaptasi dengan kondisi yang ada pada saat ini. FISIP untuk pertama kalinya menggelar kegiatan yang melibatkan banyak orang tentu saya mengapresiasi dengan baik apalagi kegiatan ini olahraga yang merupakan kegiatan positif. Harapannya semoga kegiatan ini kondusif dan menumbuhkan semangat serta bisa menjadi stress realease untuk para mahasiswa yang selama dua tahun terkahir ini kuliah secara online dan tidak ada aktivitas kampus lainnya,” ujar Raymond.

Aldo menambahkan, terkait protokol kesehatan. Hal itu bukan merupakan tantangan, namun lebih ke arah kewajiban yang akan kami jalani dengan disiplin. Vaksinasi menjadi syarat utama bagi para peserta untuk dapat mengikuti pertandingan Liga FISIP UI 2022, “selain itu, kompetisi ini akan menggunakan Sistem Bubble Liga FISIP UI 2022 yang mengadopsi metode Clear Area pada venue untuk meminimalisir kemungkinan penyebaran Covid-19. Sehingga, setiap tim peserta hanya dapat bertemu satu sama lain pada jadwal pertandingan mereka saja. Tentunya, Liga FISIP UI 2022 juga akan terus menjaga protokol kesehatan yang berlaku.

Liga FISIP UI 2022 secara resmi diikuti oleh 24 Tim Futsal dan 20 Tim Basket dari berbagai mahasiswa rumpun sosial dan humaniora di Indonesia. Untuk venue pertandingannya akan berlangsung di lingkungan UI. Basket akan dilaksanakan di Gymnasium UI. Futsal akan dilaksanakan di Sarana Olahraga (SOR) standar internasional Universitas Indonesia.

Brigjen. Pol. Chryshnanda: Kemacetan Bukan Hanya Masalah Lalu Lintas Tetapi Juga Menjadi Masalah Sosial dan Kemanusiaan

Brigjen. Pol. Chryshnanda: Kemacetan Bukan Hanya Masalah Lalu Lintas Tetapi Juga Menjadi Masalah Sosial dan Kemanusiaan

Tradisi hari raya Idul Fitri di Indonesia menjadi momen yang begitu ditunggu setiap tahunnya. Sama seperti negara lainnya, Indonesia memiliki tradisi hari Raya Idul Fitri sendiri. Tradisi hari raya idul fitri menjadi salah satu hal yang paling dirindukan. Pada momen ini seluruh keluarga berkumpul dan bersukacita. Di Indonesia, Idul Fitri juga dikenal dengan istilah Lebaran. Kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia membuat perayaan Idul Fitri melebur menjadi sebuah tradisi yang unik dan menarik.

Dua tahun berturut-turut mudik Lebaran dilarang karena pandemi. Mudik adalah peristiwa kolosal tahunan yang menggerakkan masyarakat kembali ke akar hidupnya di kampung halaman. Perjalanan, pertemuan, kebaruan, kegembiraan, dan puncak ibadah.

Tahun 2022 ini pelonggaran kegiatan dan mobilitas telah menimbulkan harapan masyarakat untuk dapat mudik lebaran. Sambutan yang tinggi terlihat dari antusiasme warga ketika mereka melengkapi vaksinasi yang ketiga kalinya (booster) sebagai salah satu syarat perjalanan. Salah satu hal yang penting untuk diperhatikan adalah kemungkinan meledaknya jumlah pemudik.

Di perkirakan lebih separuh warga Jakarta akan pulang kampung. Selain dengan kendaraan umum, baik kereta maupun bus, moda kendaraan pribadi dipastikan akan mendominasi perjalanan mudik. Di fasilitasi dengan jalur jalan tol yang sudah menghubungkan kota-kota utama di Jawa dan sebagian Sumatra, volume perjalanan darat dipastikan meningkat.

Untuk mengantisipasi masalah lalulintas sekaligus meningkatkan keamanan mudik, Direktur Keamanan dan Keselamatan, Korlantas Polri, Prof. Dr. BJP. Chryshanda Dwilaksana menghimbau para pemudik untuk amat memperhatikan keselamatan di jalan raya. Pengguna jalan arteri maupun jalan tol harus memperhitungkan kemungkinan macet, emosi yang meninggi di jalan, kelelahan, kecelakaan, dsb.

“Dari data yang saya peroleh, sebagian masyarakat Indonesia akan menggunakan tol, maka dari kepolisian dan pemangku kebijakan memikirkan bahwa nantinya kemacetan di jalan tol akan berdampak luas, seperti contohnya kejadian Brexit tahun 2016 lalu, bukan hanya masalah lalu lintas dan transportasi saja tetapi ini juga menjadi masalah sosial dan kemanusiaan. Ketika kemacetan terjadi dijalan tol maka menjadi sangat rumit apalagi sampai memakan korban jiwa,” ujar Chryshanda pada kuliah umum Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia (UI): Mudik Lebaran 2022, Selasa (26/04).

Di sisi lain ia mengungkapkan bahwa, ketika lalu lintas meningkat dapat dipahami sebagai gerak pindah sebenarnya dan menunjukan adanya suatu urat nadi kehidupan. “Perilaku berlalu lintas ini merefleksikan dari budaya bangsa dan lalu lintas ini boleh dikatakan juga cermin dari tingkat modernitas. Artinya memang lalu lintas ini selalu meningkat dan menyesuaikan dengan kemajuan zaman,” ucapnya.

Lebih lanjut Chryshanda menjelaskan, “maka dari itu kepolisian membuka banyak pos di seluruh Indonesia selama mudik, yaitu pos kemanan, pos kesehatan, pos pelayanan dan pos terpadu. Kepolisian satlantas juga membuka pelayanan virtual melalui digital maps di kawasan-kawasan yang menjadi penyebab kemancetan ataupun kawasan rawan kecelakaan melalui monitoring National Traffic Management Center (NTMC) dan petugas lapangan.”

Kegiatan yang sudah dilakukan pada operasi ketupat tahun 2022 ialah survey ruas jalan tol, jalan arteri, tempat wisata, pelabuhan dan kegiatan koordinasi dengan stakeholder. Untuk menindak lanjuti kegiatan tersebut tentunya kepolisian satlantas sudah menentukan rekayasa lalu lintas seperti ganjil genap dan oneway serta mensosialisasikan melalui media massa. Targetnya adalah untuk kelancaran yang lebih baik, keselamatan dengan menurunnya angka fasilitas korban kecelakaan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan pengetatan protokol kesehatan.

Chryshanda juga menghimbau kepada pemudik untuk siap kendaraan, siap fisik dan mental, kesehatan, BBM, saldo e-toll serta bekal untuk perjalanan dan istirahat secukupnya di rest area ketika melakukan mudik. Hal tersebut bertujuan agar tidak terjadi penumpukan.

Dalam sambutannya Dekan FISIP UI Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto mengatakan, “lebaran merupakan momentum pulang kampung yang melibatkan jutaan orang, tentunya merupakan suatu kerumunan yang luar biasa besarnya. Momentum ini sudah dinantikan oleh masyarakat Indonesia selama dua tahun, euphoria atau kesenangan yang luar biasa untuk bisa bertemu keluarga dikampung halaman. Kali ini mudik bukan hanya sekedar tradisi sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Kebijakan penyelenggarakan mudik lebaran kali ini terkait dengan laju virus Covid-19 yang beberapa terkahir ini angkanya. Kita berharap beberapa bulan kedepan sudah bisa hidup normal kembali dengan menerapkan new normal.”

Prof. Paulus Wirutomo (Dosen Departemen Sosiologi FISIP UI) menjelaskan bahwa Dari sisi sosiologi mudik itu fenomena sosial bagi banyak negara terutama bagi Indonesia. Untuk menjelaskan secara sosiologis bagaiaman suatu gejala tersebut secara sistemik dan holistik dipengaruhi oleh kondisi kultural, struktural, proses sosial.

“Kondisi kultural banyak sekali akarnya yaitu seperti sistem nilai mengenai persaudaraan dalam mudik. Kemudian hubungan dengan orang tua. Begitu kuatnya dorongan ini untuk orang mudik dan tradisi lain seperti agama. Terkait pola sikap dan perilaku mengenai kedisplinan dan etos para aparat. Para polisi kita ditopang oleh teknologi dsb. Menurut saya mudik ini akan bertahan dan berkembang menjadi aspek yang lebih luas,” ujar Prof. Paulus.

Lebih lanjut ia mengatakan, “secara struktural yaitu kita melihat masyarakat terbentuk dari stratifikasi bawah, menengah, atas. Dan tradisi ini mencakup seluruh stratifikasi tersebut. Yang beragama apapun akan ikut mudik, diferensiasi sosial mencakup juga. Tatanan tadi diatur yang kita sebut instrumen seperti peraturan atau kebijakan pemerintah hiingga kondisi jalan yang diatur hingga perilaku manusia menjadi  lebih baik. Fasilitas juga diperhatikan seperti banyaknya toilet dan rambu lalu lintas.”

Kondisi proses sosial, di masyarakat ada interaksi yang saling mempengaruhi bahkan ada negosiasi merupakan dinamika interaksi yang perlu diatur seperti komunikasi. Adanya psikologi massa kalo misla ada satu oirang tertekan karena situasi itu makan jadi psikologi massa dan masalah sosial yang besar. Gerak dari mudik ini akan mendorong urbanisasi.

Mudik adalah kebudayaan Indonesia di seluruh nusantara ini dan itu tidak akan hilang dan akan berkembang dismepurnakan dan bukan kultur satu kelompok masyarakat tapi bersifat multikultural. Mudik juga jalan peradaban bangsa Indonesia di masa depan. Pemerintah telah melakukan usah pentaan dan fasilitasi secara baik. Tapi masyarakat harus ikut membantu menunjang dengan kepatuhan yang beradab.

Johanna Debora Imelda, MA., Ph.D. (Ketua Program Studi Pascasarjana Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI) melihat mudik sebagai reproduksi sosial. “Penggantian struktur sosial dengan satu format baru yang mirip dengan yang asli sehingga system sosial dapat berlangsung terus. Proses untuk melestarikan atau melanggengkan karakteristik struktur sosial tertentu atau tradisi tertentu selama periode tertentu juga. Tetapi reproduksi sosial juga melahirkan tatanan dan stuktur sosial yang berubah. Mudik sebagai reproduksi sosial akan melahirkan masalah baru yang harus diantisipasi.”

Selain itu, Johanna menjelaskan bahwa masalah potensial yang akan terjadi yaitu kerumunan massa di rest area maupun destinasi wisata, kerumunan ini akan rentan terpapar Covid-19. Selain itu adanya kerentaan resiko sosial seperti konflik antar pemudik dan penyedia layanan. “Pelayanan sosial yang harus dilakukan untuk antisipasi resiko sosial adalah cepat dan tanggap terhadap subjective dissatisfaction, ketidak-puasan masyarakat akibat tekanan menjadi potensial terhadap kerusuhan.”

Dr. Phil. Imam Ardhianto (Ketua Program Studi Sarjana Departemen Antropologi) menjelaskan beberapa isu krusial yaitu paradoks tradisi kembali atau mudik harus dipikirkan dan diantisipasi, memenuhi nilai pertalian kekerabatan tanpa penularan covid, bisa dilakukan dengan aman dan sehat. Dibangunnya infrastruktur baru maka akan ada mobilitas yang tinggi, penanganan Crowding-Practices dan aglomerasi kota-kota di Jawa sebagai urban island, konsekuensinya bagaimana mengidentifikasi mobilitas antar wilayah sesudah pemudik di tempat tujuan.