Select Page
Pemuda Indonesia Diharapkan Peduli Pada Isu Pangan

Pemuda Indonesia Diharapkan Peduli Pada Isu Pangan

BEM FISIP UI bersama dengan Foodbank of Indonesia mengadakan Rembug Pangan Orang Muda pada Senin (31/10) di Auditorium Juwono Sudarsono, dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia dan Hari Sumpah Pemuda 2022 dengan tema “Kebangkitan Pangan, Kebangkitan Bangsa” yang bertujuan untuk membangun kesadaran para pemimpin muda dalam memaiukan Indonesia di masa depan melalui kemandirian pangan.

Kegiatan ini dikemas dengan dialog interaktif dan diskusi bersama para tokoh pangan, sejarah, budaya dan media yang akan bertukar perspektif mengenai pengetahuan, pengalaman dan ide bersama dalam memajukan pangan Indonesia.

Foodbank of Indonesia (FOI) merupakan organisasi sosial yang hadir untuk membantu mengatasi kesenjangan pangan di masyarakat. FOI juga mendukung negara dalam mencapai kedaulatan pangan seperti yang ditargetkan oleh SDG’s (Sustainable Development Goals) nomor 2 yaitu untuk mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan, memperbaiki nutrisi dan mempromosikan pertanian yang berkelanjutan. Selain itu, pada SDG’s nomor 12 yaitu pola produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab.

Anak muda Indonesia harus mulai peduli dengan isu pangan yang menjadi kekhawatiran banyak negara di belahan dunia lain. Indonesia yang memiliki sumber daya alam (SDA) melimpah membutuhkan peran anak muda untuk mencapai kemandirian dan ketahanan pangan.

Pendiri Foodbank of Indonesia, M Hendro Utomo menjelaskan, Indonesia tidak mumpuni di bidang energi dan teknologi, tapi merupakan penghasil pangan yang beragam. “Ironisnya, 3,1 juta gandum diimpor dari Ukraina. Anak-anak muda harus jadi pelopor supaya Indonesia dapat mencapai kemandirian dan ketahanan pangan,” kata Hendro.

Hendro mengatakan, Indonesia memiliki 2 modal besar menuju kebangkitan, yakni pangan dan pemuda. Karena itu, diskusi memperingati Hari Pangan Sedunia dan Hari Sumpah Pemuda ini diharapkan menjadi forum awal untuk menghimpun perspektif awal pemuda mengenai pangan.

Peserta diskusi bertema ‘Kebangkitan Pangan, Kebangkitan Bangsa’ ini diharapkan memiliki kesadaran baru dan kegelisahan bahwa pangan adalah masalah multiperspektif yang harus diselesaikan bersama-sama. “Dialog ini dimaksudkan sebagai prakongres. Kongres Orang Muda sendiri akan dilaksanakan pada tahun depan dengan melibatkan pemimpin muda dari berbagai provinsi di Indonesia,” katanya.

Dekan FISIP UI, Semiarto Aji Purwanto mengatakan, pengetahuan dan perubahan pola pikir yang mempengaruhi perilaku terkait pangan harus mulai dimiliki oleh para pemuda. Menurutnya, penghargaan terhadap petani rendah, sehingga minat pemuda terhadap pertanian juga rendah.

“Meskipun usaha kuliner banyak diminati oleh para pemuda, tapi kuliner itu justru yang memutus rasa lidah pangan lokal, karena didominasi oleh perasa yang tidak alami atau tidak berasal dari sumber pangannya langsung. Makanan pabrikan yang merusak lidah lebih populer dibanding dengan pangan lokal,” katanya.

Pemantik diskusi, Wakil Rektor I IPB University, Prof Drajat Martianto menegaskan, pangan seharusnya fokus pada kesejahteraan manusia, mulai dari petani sampai manusia yang mengonsumsinya. Intinya masalah pangan bukan hanya masalah teknis ketersediaan, tapi harus perhatikan kesejahteraan sosial baik dalam produksi, konsumsi, maupun distribusinya. “Poinnya, kita harus menantang anak-anak muda untuk berkontribusi dalam persoalan pangan ini di bidang ilmunya masing-masing,” katanya.

Disunting dari: https://nasional.sindonews.com/read/929329/15/anak-muda-diajak-peduli-pada-isu-pangan-1667304694