Select Page
Mahasiswa Departemen Ilmu Hubungan Internasional Menjadi Juara Mapres FISIP UI tahun 2022

Mahasiswa Departemen Ilmu Hubungan Internasional Menjadi Juara Mapres FISIP UI tahun 2022

Bertempat di Auditorium Juwono Sudarsono, Pemilihan Mahasiswa Berprestasi FISIP UI tahun 2022 diselenggarakan secara hybird pada Kamis (14/04). Mahasiswa Berprestasi (Mapres) FISIP UI merupakan ajang rutin tahunan yang diselenggarakan sejak lama. Ajang ini memilih mahasiswa-mahasiswi terbaik di bidangnya. Para finalis Mapres ini sebelumnya telah melalui seleksi screening CV dan prestasi serta penulisan dan presentasi karya tulis ilmiah.

Acara tersebut di hadiri oleh Dekan FISIP UI Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto, menyambut baik kegiatan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi FISIP UI tahun ini yang bisa diselenggarakan hybrid dan tidak sepenuhnya online, “saya harap kegiatan Mapres ini terus berlanjut dan semoga mahasiswa FISIP bisa berprestasi lebih baik lagi setiap tahunnya serta tetap semangat mengangkat nama baik fakultas maupun universitas melalui prestasi yang baik.”

Selain itu Dekan FISIP mengucapkan selamat kepada para Mahasiswa Berprestasi dan juga meminta kepada Wakil Manajer Khusus Bidang Kemahasiswaan untuk mengawal mahasiswa mulai dari awal semester satu dan seterusnya untuk di identifikasi atau penelusuran minat dan bakat mahasiswa. Apalagi yang berkompetisi diberbagai ajang baik didalam maupun diluar universitas.

Zarifa Emily Putri, mahasiswi Deptartemen Hubungan Internasional 2019 menjadi Juara satu Mahasiswa Berprestasi tahun 2022. Mahasiswa yang akrab dipanggil Zaza ini telah melewati proses yang panjang untuk bisa menjadi mahasiswa berprestasi. Ia sangat berterimakasih dan merasa bahwa capaiannya ini melibatkan beberapa orang terdekatnya seperti dosen yang terlibat, kakak tingkat dan coach yang selalu membantu dalam proses Pemilihan Mapres ini.

“Semoga Mampres FISIP UI bisa giving more to society dengan apapun caranya tidak hanya dengan hal-hal yang besar tetapi mulai dari hal yang kecil, jadi kita sebagai mahasiswa bisa berguna dan berdampak baik bagi lingkungan sosial,” ujar Zaza.

Berikut ini adalah daftar dari para pemenang Mahasiswa Berprestasi FISIP UI 2022:

  • Juara 2 Mahasiswa Berprestasi Utama FISIP UI tahun 2022 diraih oleh Victoria Lindy dari Departemen Ilmu Politik
  • Juara 3 Mahasiswa Berprestasi Utama FISIP UI tahun 20222 diraih oleh Abdul Wahid Wartabone Departemen Ilmu Hubungan Internasional
  • Juara Mahasiswa Berprestasi Kategori Seni diraih oleh Muhammad Raihan Departemen Ilmu Politik
  • Juara Mahasiswa Berprestasi Kategori Olahraga diraih oleh Stephanie Dinda Iskandar (Dep. Departemen Ilmu Poltik
  • Juara Mahasiswa Berprestasi Kategori Kewirausahaan diraih oleh Velia Lukita dari Departemen Ilmu Komunikasi
  • Juara Mahasiswa Berprestasi Kategori Pengabdian diraih oleh Alexander Ryusandi Pratama dari Departemen Sosiologi
Mahasiswa FISIP UI Siap Melaju ke Ajang Mapres Nasional 2020

Mahasiswa FISIP UI Siap Melaju ke Ajang Mapres Nasional 2020

Dizza Aliftsa Agus, mahasiswa program studi Hubungan Internasional Program Sarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) terpilih menjadi Mahasiswa BerprestasiUtama jenjang Sarjana Universitas Indonesia (UI) 2020.

Direktorat Kemahasiswaan UI, untuk kali pertama dalam sejarah UI, menyelenggarakan ajang pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat universitas secara daring. Pengumuman Mahasiswa Berprestasi 2020 dilakukan pada Jumat (5/6) yang disaksikan oleh RektorUI Prof. Ari Kuncoro, SE, MA, Ph.D, Wakil Rektor UI bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. rer. nat. Rosari Saleh, serta para jajaran pimpinan di fakultas maupun program yang ada di UI. Mapres Utama UI jenjang Sarjana dan Vokasi akan mewakili UI dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berpestasi Nasional, yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui Pusat Prestasi Nasional.

Prof. Ari Kuncoro, SE, MA, Ph.D menyampaikan, “Seluruh mahasiswa berprestasi yang berpartisipasi dalamajang ini adalah jagoan saya.Saya ucapkan selamat kepada pemenang Mapres Utama yang akan mewakili UI ke tingkat nasional serta kepada seluruh finalis. Apapun hasilnya, ini hanyalah suatu kejadian dari sebuah perjalanan yang masih panjang. Yang lebih penting adalah setelah ini, apakah ini bisa dijadikan sebagai modal untuk berkarya, berkontribusi, berkarir selanjutnya. Apa yang terjadi di bangku universitas, itu adalah situasi yang disimulasi – bukan situasi sebenarnya, karena yang sebenarnya adalah nanti di masyarakat/lapangan kerja. Disitu Anda akan belajar cara berinteraksi dengan yang lain. Yang dinilai adalah kerja sama tim bukan kerja individu. Dunia ini adalah suatu perlombaan dari jaringan-jaringan yang berisi orang. Di dalam jaringan Anda harus bisa bekerja sama, bernegosiasi, membujuk, memimpin, dan kadang perlu mengalah. Siapa yang staminanya yang paling kuat, maka itu jaringan yang menang. Bangsa yang unggul bukan karena mahasiswanya sangat pintar saja, melainkan keunggulannya secara kolegial. Maka, gunakanlah capaianmu saat ini sebagai modal ketika terjun ke dunia/masyarakat. Saya juga sampaikan apresiasi sebesar-besarnyakepada pimpinan fakultas/sekolah, juri, serta Direktorat Kemahasiswaan UI yang tetap mengupayakan ajang ini berlangsung walaupun di tengah masa pandemik COVID-19.”

Senada dengannya, Prof. Dr. rer nat Rosari Saleh menyampaikan, “Virtual tidak mengurangi makna dan signifikansi acara kita ini. Berjalannya ajang ini menunjukkan keberhasilan dan kesolidan sivitas akademika UI di tengah situasi sulit saat ini. UI tetap berupaya dan berhasil menjalankan fungsinya sebagai perguruan tinggi berkualitas dan tetap mencatat prestasi mahasiswanya yang luar biasa. Oleh karena itu saya mengucapkan terima kasih kepada para dosen, yang dengan segala keterbatasan tetap bersemangat dan berjuang menggali potensi mahasiswa UI yang luar biasa. Begitu juga saya ucapkan terima kasih kepada juri, panitia penyelenggara, Direktorat Kemahasiswaan, jajaran pimpinan dan manajer kemahasiswaan di fakultas/program telah berhasil mengoptimalkan pemanfaatan IT di dalam pemilihan mapres UI sejak awal. Bagi para mapres, senantiasa tunjukkan kepada Indonesia, bahwa Anda sebagai wakil dari UI yang memiliki kecerdasan, nurani, nasionalisme yang utuh dan layak menjadi pemenang. Tunjukkan juga warga UI adalah warga inklusif yang mengatasi masalah di akar rumput dan mampu mencari alternatif solusi atas permasalahan bangsa.”

Dizza menyampaikan, “Saya percaya ajang ini adalah kesempatan yang baik untuk berkolaborasi di dalam pengembangan diri. Mapres UImerupakan wadah bagi gagasan dan inisiatif yang dibuahkan oleh sesama mahasiswa berprestasi dari masing-masing fakultas. Saya selalu berpegangan dengan pernyataan Niccolo Machiavelli bahwa bukan gelar yang meninggikan seseorang melainkan seseorang yang bertanggung jawab memantaskan dirinya di dalam menggunakan gelar tersebut. Quote tersebut sangat pantas dalam ajang pemilihan mahasiswa berprestasi ini. Saya beruntung dan berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya dan akan berjuang atas kepercayaan yang telah saya terima ini.”

“Dalam waktu singkat, Direktorat Kemahasiswaan UI bersama Juri dan Pimpinan Fakultas, melakukan persiapan untuk mengirimkan wakil terbaik dari 14 Fakultas Sarjana dan 1 Program Vokasi ke tingkat Universitas. Para mahasiswa ini kemudian harus saling unjuk gigi di ring kompetisi Presentasi Makalah Karya Tulis Ilmiah, Wawancara CV, Bahasa Inggris dan Test Psikologi. Arena pertarungan yang sengit berlangsung pada saat Presentasi Makalah dan Bahasa Inggris. Para mahasiswa saling mendemonstrasikan kecakapan, kelihaian dan ketrampilan mereka untuk meyakinkan serta menangkis berbagai serangan pertanyaan dari juri maupun sesama peserta.Tantangan lainnya ialah bagaimana para kandidat mapres menampilkan sisi humanis mereka, di balik gemilangnya capaian prestasi masing-masing pada saat penjurian psikologi. Tak sedikit para kandidat yang begitu terkuras emosinya, hingga menitikkan air mata, saat menceritakan perjalanan hidup mereka,” ujar Rosari Saleh.

Lebih lanjut, terdapat sejumlah penghargaan yang berhasil diraih oleh para finalis, yaitu kategori Karakter Terbaik diraih oleh Faris Abdurrachman (Fakultas Ekonomi dan Bisnis); Kategori Makalah dan Presentasi Terbaik diraih oleh Kenny Anderson (Fakultas Teknik) ; Berikutnya, pada kategori Rumpun Ilmu Kesehatan Terbaik diraih oleh Daniell Edward Raharjo (Fakultas Kedokteran); kategori Rumpun Ilmu Sains dan Teknologi Terbaik diraih oleh Kenny Anderson (Fakultas Teknik);Kemudian, Kategori CV Terbaik, Kategori Bahasa Inggris Terbaik, dan Kategori Rumpun Ilmu Sosial-Humaniora Terbaik, ketiga predikatnya diraih oleh Dizza Aliftsa Agus (FISIP).

Pemenang Mapres Utama UI Program Sarjana mendapatkan uang pembinaan pendidikan sebesar Rp10.000.000 (sepuluh juta rupiah). Sedangkan pemenang kedua mendapatkan uang pembinaan pendidikan sebesar Rp7.000.000 (tujuh juta rupiah) dan pemenang ketiga memperoleh Rp5.000.000 (lima juta rupiah). Pemenang Mapres Utama UI Program Vokasi mendapatkan uang pembinaan pendidikan sebesar Rp5.000.000 (lima juta rupiah), serta tigabelas finalis lainnya akan memperoleh masing-masing senilai Rp2.000.000 (dua juta rupiah). Sedangkan para peraih kategori terbaik memperoleh tambahan hadiah berupa tabungan pendidikan senilai total Rp5.000.000 (lima juta rupiah) untuk 13 kategori yang diberikan oleh BNI.