Select Page
Magang Mandiri Untuk Mengeksplorasi Pengalaman dan Keterampilan Baru

Magang Mandiri Untuk Mengeksplorasi Pengalaman dan Keterampilan Baru

Mahasiswa magang mandiri Departemen Kriminologi FISIP UI, Ilham Dwi Hatmawan mendapatkan kesempatan untuk magang di tech company, Grab Indonesia. Ilham mencari kesempatan untuk dapat bekerja di tech company karena ia menyadari bahwa industri teknologi di dunia dan Indonesia sedang berkembang sangat pesat, sehingga keterampilan digital memegang peran penting dalam kesuksesan karir di masa depan.

“Pada saat yang bersamaan, keterampilan dan pengetahuan yang saya peroleh dari kampus belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Untuk itu, saya berpikir bahwa dengan memiliki pengalaman bekerja dengan perusahaan teknologi berskala global, saya dapat mengisi skills gap sehingga memungkinkan saya untuk lebih standout di antara digital talents yang lain ketika nantinya saya lulus dari UI,” ujar Ilham.

Grab menjadi pilihan Ilham untuk mencari pengalaman kerja pertamanya di perusahaan teknologi, “karena setelah berkonsultasi dengan Pembimbing Akademik di Departemen Kriminologi dan career mentor, saya mendapati bahwa Grab memiliki manajemen perusahaan yang sangat baik. Selain itu, Grab sebagai global unicorn dengan reputasi yang tidak perlu diragukan lagi menarik perhatian saya untuk berkesempatan belajar dan bekerja bersama digital minds unggulan dari Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara.”

Selama magang, Ilham mempunyai beberapa tugas seperti, Grab Campus Apprenticeship Trainee melakukan pekerjaan yang berbeda berdasarkan divisi dimana ia ditempatkan, “saya ditugaskan di East Territory dengan working scope: Commercial, project operations, and strategy. Selain mengerjakan pekerjaan keseharian yang sudah direncanakan oleh Grab, saya juga dapat meminta untuk diekspos ke pekerjaan yang sesuai dengan aspirasi saya.”

“Sebagai contoh, saya juga dilibatkan dalam proyek yang berkaitan dengan risk management dimana pekerjaan tersebut sesuai dengan minat saya untuk mendalami pengetahuan dan keterampilan pada area business intelligence dan forensik kriminologi terapan yang sesuai dengan bidang studi saya,” jelas Ilham.

Selain itu, Ilham juga mengalami beberapa kesulitan yang dirasakan saat magang di Grab Indonesia. Pekerjaannya di Grab ada pada area special projects operation, risk management dan business strategy. Dari ketiganya Ilham merasa paling tidak familiar dengan business strategy atau strategi bisnis. Sebetulnya strategi bisnis menjadi satu kesatuan dari seluruh pekerjaan tim di Grab, karena perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi seluruh aktivitas bisnis perlu mempertimbangan pencapaian key performance indicators (KPI) divisi maupun perusahaan. Misalnya, ketika memikirkan mengenai inovasi, kita juga perlu mempertimbangkan bagaimana inovasi tersebut mendukung pencapaian keuntungan (profit) dan menekan risiko kerugian (loss)

“Namun, selama saya belajar di kampus saya belum pernah mempelajarinya secara khusus sehingga pada awalnya saya sangat asing dan tidak memahami dengan baik mengenai bagaimana relasi antara pekerjaan yang saya lakukan dengan dampak bisnis yang dihasilkan. Meskipun awalnya cukup kesulitan, saya memiliki Mentor dan Project Buddy yang memberikan bimbingan dengan sangat baik sehingga saya dapat beradaptasi dengan lebih cepat. Dengan keadaan yang demikian, tujuan saya untuk mengeksplorasi pengalaman dan keterampilan baru menjadi dapat terealisasi,” jelas Ilham. 

Ilham juga mempunyai masukan untuk program studi Departemen Kriminologi maupun FISIP UI, “sudah waktunya mendukung mahasiswa-mahasiswinya untuk mencari pengalaman kerja yang sesuai dengan aspirasi karir masing-masing. Meskipun terkadang tidak terlihat align dengan pengalaman pendidikan di dalam kampus, justru kesempatan untuk mengeksplorasi pengalaman di luar bidang menjadi kesempatan yang luar biasa untuk menerapkan pengalaman akademik yang diperoleh di kampus ke berbagai ruang-ruang pekerjaan yang beragam.”

Selain perusahaan tersebut, mahasiswa FISIP UI melaksanakan magang di berbagai instansi pemerintah atau perusahaan swasta:

  1. Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ)
  2. Harian Kompas
  3. Kementerian Sekertariat Negara Republik Indonesia
  4. Media AKUTAHU
  5. Akulaku Indonesia
  6. Apple Developer Academy @BINUS
  7. Indonesia Port Company Cabang Panjang
  8. Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia
  9. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
  10. PLK UI
  11. PT Akulaku Silvrr Indonesia
  12. PT Berau Coal
  13. PT Permodalan Nasional Madani
  14. Pertamina Power Indonesia
  15. Usaha Saudara Mandiri
  16. Summarecon
  17. Yayasan Kampus Diakoneia Modern
  18. Adhi Karya (persero) Tbk.
  19. Akutahu Media Positif
  20. INALUM (persero)
  21. Sekretariat Jendral DPR RI
  22. SOS Children’s Village Indonesia
  23. The Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH
  24. Tiket.com (PT. Global Tiket Network)
  25. Tokocrypto
  26. Wahana Artha Group
  27. Yayasan Pulih
Mengasah Kemampuan dan Memperluas Koneksi Menjadi Pengalaman Untuk Mahasiswa Magang

Mengasah Kemampuan dan Memperluas Koneksi Menjadi Pengalaman Untuk Mahasiswa Magang

Mahasiswa magang Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UI, Naila Syifa mendapatkan kesempatan untuk magang di ASEAN Foundation selama lima bulan, mulai dari bulan Oktober 2021 sampai dengan Februari 2022. Ia membagikan pengalaman selama magangnya.

“Saya melakukan magang karena ingin mendapatkan pengalaman kerja di dunia nyata, menerapkan apa yang sudah saya pelajari di kampus, mengasah kemampuan baik hard skills maupun soft skills, serta memperluas koneksi saya,” jelas Naila.

Naila memilih magang di ASEAN Foundation karena ia memang tertarik dengan lingkungan kerja internasional. Di ASEAN Foundation, Naila merasakan pengalaman kerja di lingkungan multikultural yang melibatkan interaksi dengan senior, kolega, ataupun mitra dari berbagai negara berbeda baik di ASEAN maupun negara luar ASEAN, “saya memilih magang di ASEAN Foundation karena posisi magang yang tersedia (yaitu sebagai Communications Intern) sesuai dengan minat, kemampuan, dan jurusan saya.”

“Tanggung jawab saya sehari-hari dalam pengembangan konten untuk berbagai program ASEAN Foundation yang merupakan kolaborasi dengan berbagai perusahaan multinasional, seperti SAP (ASEAN Data Science Explorers dan ASEAN Young Climate Leaders Programme), Google (ASEAN Digital Literacy Programme), Huawei (ASEAN Seeds for the Future), dan Microsoft (ASEAN Cybersecurity Skilling Programme),” ujar Naila.

Naila mendapatkan berbagai tugas selama magang, tidak hanya itu saja, lebih lanjut ia menjelaskan tugasnya dalam pengembangan konten ini dimulai dari ideasi, eksekusi, monitoring, hingga evaluasi. Konten yang dikembangkan sifatnya beragam, ada konten promosi, edukasi, dan konten interaktif. Bentuknya juga bisa dalam bentuk visual, video pendek, artikel website, ataupun juga dalam bentuk e-newsletters.

“Selain tanggung jawab sehari-hari tersebut, saya juga memiliki tanggung jawab yang sifatnya insidental (tergantung kebutuhan atau permintaan). Beberapa di antaranya menjadi MC untuk beberapa acara internasional ASEAN Foundation, merancang speech untuk Ambassador dan juga Executive Director, melakukan laporan monitoring performa media sosial bulanan. Melalui berbagai aktivitas yang saya lakukan selama magang, saya juga jadi belajar untuk mengoperasikan software-software digital seperti Google Analytics, MailChimp, Crowdfire, dan Meltwater,” jelas Naila.

Adanya kesulitan yang dirasakan oleh Naila selama magang tidak menyurutkan semangatnya apalagi ia masih harus menjalankan tanggung jawab dan kewajibannya dalam perkuliahan, “manajemen waktu menjadi hal yang paling menantang bagi saya ketika melakukan magang sembari menjalankan kuliah. Menjadi kesulitan adalah ketika terjadi bentrok antara jadwal kelas saya dan jadwal rapat magang. Saya jadinya harus menghadiri keduanya bersamaan dan saya merasa kesulitan untuk membagi fokus.”

Ia juga berharap departemen/program studi ilmu komunikasi memberikan informasi terkait magang atau bekerja sama dengan perusahaan atau alumni supaya mahasiswa dapat mendapatkan pengalaman magang di perusahaan terkait, “untuk mendapat magang ini, saya perlu mencari informasinya sendiri dan prosesnya juga tidak mudah. Saya rasa, akan sangat baik apabila baik prodi ataupun fakultas dapat memfasilitasi ini,” ujar Naila menutup wawancara dengan reporter Humas FISIP UI.

Selain di ASEAN Foundation, mahasiswa FISIP juga melaksanakan magang di banyak perusahaan atau instansi pemerintahan:

  1. Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kemendikbud
  2. Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional
  3. Badan Siber dan Sandi Negara Republik Inonesia
  4. Biro Kesejahteraan Sosial Setda Provinsi DKI Jakarta
  5. BTPN Syariah
  6. KAMPUS MERDEKA BANK INDONESIA (KMBI)
  7. Kementerian Badan Usaha Milik Negara
  8. Kementerian Dalam Negeri
  9. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
  10. Kementerian Pemuda dan Olahraga
  11. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
  12. Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia
  13. Kementerian Sosial
  14. Lembaga Kebudayaan Betawi
  15. Prestasi Junior Indonesia
  16. PT Environesia Global
  17. PT Rajawali Nusantara Indonesia
  18. Penta Natural Kosmetindo
  19. Ruang Berproses
  20. Sari Pacific Jakarta
  21. Shopee Indonesia
  22. ASEAN Institute for Peace and Reconciliation (ASEAN-IPR)
  23. Asia Justice and Rights (AJAR)
  24. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Republik Indonesia
  25. Ditjen Amerika dan Eropa
  26. Fraksi PKS DPR RI
  27. Humas Fraksi PKS DPR RI
  28. Kementerian Keuangan RI
  29. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
  30. Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
  31. Kementerian Pertahanan Republik Indonesia
  32. Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia
  33. Kepolisian Negara Republik Indonesia
  34. NBC-Interpol Indonesia
  35. Yayasan WWF Indonesia
  36. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Tengah
  37. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi
  38. Kementerian PPN (Perencanaan Pembangunan Nasional) / BAPPENAS
  39. Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbud Ristek
  40. PT ASABRI (Persero) Semarang
  41. PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero)
Mata Kuliah Magang Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UI

Mata Kuliah Magang Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UI

Mata Kuliah (MK) Magang merupakan pengalaman kerja yang ditawarkan oleh Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UI untuk suatu periode tertentu kepada mahasiswa sebagai bagian dari kurikulum pendidikan. Departemen Ilmu Komunikasi merupakan salah satu departemen yang mahasiswa magangnya paling banyak.

Tujuannya magang tersebut untuk memberikan bekal keahlian teknis dan non teknis (soft skills), serta menambah wawasan dan pengalaman mahasiswa terkait lingkungan bekerja di bidangnya. Selain itu MK Magang juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempraktikkan ilmu dan keahlian yang telah diperoleh dalam mata kuliah-mata kuliah sebelumnya.

Koordinator Magang Departemen Ilmu Komunikasi, Vida Parady, M.A menjelaskan magang adalah mata kuliah wajib Prodi Sarjana bagi mahasiswa semester tujuh semua peminatan untuk menyelesaikan proses pendidikannya dengan tiga SKS.

“Ada perbedaan antara magang mandiri dengan magang MBKM. Syarat utama untuk magang dari prodi departmen Ilmu Komunikasi yaitu harus sesuai dengan peminatan mahasiswa misalnya humas, periklanan, jurnalisme dan kajian media dan durasinya minimal dua bulan full time,” jelas Vida.

Manfaat magang dari Departemen Ilmu Komunikasi ini salah satunya dapat mengintegrasikan pengetahuan teoritis yang didapat di kelas dengan kebutuhan kerja profesional di dunia yang lebih kompleks dan dapat menjembatani pengetahuan yang didapat di kelas dengan perkembangan di dunia praktik sejalan dengan tren dunia industri yang cepat berkembang.

Mahasiswa magang mandiri, Seniyya Zahra dari Departemen Ilmu Komunikasi, memilih Start Friday Asia sebagai tempat magangnya, “aku memilih magang di Start Friday Asia yang pasti karena jobdesc yang relevan dengan apa yang dipelajari selama kuliah dan pengalaman yang dimiliki sebelumnya.”

Lebih lanjut Seniyya mengatakan, “selain itu, memilih magang di agensi juga karena ingin memperbanyak pengalaman. Di agensi ini aku dikasih tanggung jawab untuk handle tiga brand dan menariknya ketiga brand tersebut sama sekali berbeda bidang. Yang satu brand kecantikan, yang satu brand baby dan yang satu brand fashion. Jadi benar-benar diasah kemampuan komunikasi dan kreativitasku untik handle sosial media marketing brand-brand itu. Setiap bulan aku juga ada presentasi di depan CEO-nya langsung terkait kerjaan aku selama magang.”

Ketika magang pun Saniyya mengalami kesulitan dan menemukan beberapa hambatan, “kesulitan yang pertama itu karena jaringan. Selama magang ini aku full remote dan teman-teman kantor lokasinya di Surabaya. Terkadang kalau lagi ada yang gak dimengerti atau mau jelasin ide-ide yang aku punya agak dibatasi dengan jarak ini. Mau diskusi sesuatu harus nunggu senior atau partner on dulu, dan sebagainya. Tapi untungnya semua partner kerja saat aku magang hampir selalu fast respond jadi gak terlalu menyulitkan.”

“Magang ini juga dinilai, baik oleh company maupun kampus. Dari company sendiri, aku ada supervisor khusus yang handle aku selama magang. Jadi beliau yang akan menilai gimana progress aku selama magang sesuai poin-poin yang sudah ditentukan. Kalau dari kampus, penilaiannya diambil dari laporan magangku dan hasil laporan supervisor yang dikirim langsung ke prodi,” jelas Saniyya.

Saniyya berharap untuk prodi maupun fakultas bisa secara aktif memberikan lowongan magang dari company maupun organisasi yang telah bekerja sama dengan kampus sehingga dapat memudahkan mahasiswa dalam mencari tempat magang.

Berikut ini perusahaan-perusahaan tempat mahasiwa magang Departemen Ilmu Komunikasi:

  1. ASEAN Foundation
  2. Humas Setjen DPR RI
  3. Bank Negara Indonesia
  4. BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika)
  5. Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Bogor
  6. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara
  7. Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
  8. DPR RI
  9. Hotel Borobudur Jakarta
  10. IDN Media
  11. Imogen PR
  12. Kementerian Keuangan
  13. Kementerian Keuangan Republik Indonesia
  14. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
  15. Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta
  16. Mahkamah Agung
  17. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
  18. PT Mattel Indonesia
  19. PT Paragon Technology And Innovation
  20. PT Prima Layanan Nasional Enjiniring
  21. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
  22. INTER PARIWARA GLOBAL (IPG MEDIABRANDS)
  23. Prima Layanan Nasional Enjiniring
  24. Telkom Indonesia Divisi Enterprise
  25. YUDO INDONESIA
  26. Pusat Pengembangan Kompetensi ASN Kemensetneg
  27. Start Friday Asia
  28. Telkom Indonesia
  29. Telkomsel
  30. United Creative
  31. XL Axiata
  32. Yayasan Cipta
Magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka: Tempat Mahasiswa Belajar di Luar Program Studi

Magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka: Tempat Mahasiswa Belajar di Luar Program Studi

Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) merupakan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, untuk mengakomodir amanah yang disebutkan oleh Permendikbud No.3 Tahun 2020. Merdeka Belajar Kampus Merdeka memberikan kesempatan bagi mahasiswa memiliki pengalaman belajar lain di luar program studinya.

Program magang MBKM ini diharapkan memberikan pengalaman yang cukup kepada mahasiswa, pembelajaran langsung di tempat kerja. Selama magang mahasiswa akan mendapatkan hardskills maupun soft skills. Melalui kegiatan ini, permasalahan industri akan mengalir ke perguruan tinggi sehingga meng-update bahan ajar dan pembelajaran dosen serta topik-topik riset di perguruan tinggi akan makin relevan.

Menurut Manajer Pendidikan dan Kepala Pusat Pelayanan Administrasi Akademik (PPAA) FISIP UI, Dr. Nadia Yovani, “magang MBKM di FISIP UI merupakan kegiatan akademis yang dapat menjadi pilihan mahasiswa setara penerapan 20 SKS Mata Kuliah yang dilaksanakan di luar kampus sebagai media bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman rill dalam dunia industri.”

“Tujuan dari magang MBKM di FISIP UI, menjadi tempat untuk mahasiswa memenuhi hak belajarnya di luar program studi 20-60 SKS. Pengaturan angka konversi SKS tergantung kurikulum yang didesain oleh program studi. Selain itu juga di dalam MBKM, mahasiswa bisa mendapatkan skill yang belum tereksplorasi pada saat belajar di dalam program studi,” jelas Dr. Nadia.

Dalam pelaksanaan magang MBKM di FISIP UI, mahasiswa diminta untuk mengunjungi website CIL UI (Center fot Independent Learning Universitas Indonesia). Salah satu prasyarat dari magang MBKM ini adalah mendapat approval atau persetujuan dari dosen pembimbing akademik, program studi serta rekomendasi fakultas dan disitulah letak peran fakultas dan program studi bahkan dosen pembimbing akademik mengarahkan jenis magang yang diambil oleh mahasiswa.

Mahasiswa FISIP adalah mahasiswa yang memiliki minat besar pada magang. Pada tahun 2021 ada sekitar 66 mahasiswa dari berbagai departemen di FISIP UI yang mengikuti kegiatan magang.

Lebih lanjut Dr. Nadia menejalskan bahwa magang MBKM sementara ini mitranya yang dimiliki oleh Kemendikbud. FISIP UI mengirimkan mahasiswa untuk ikut berpartisipasi dalam Magang MBKM yang diselenggarakan oleh Kemendikbud. Diharapkan di tahun 2022 ini ada program studi yang mulai bisa merintis kerjasama dengan mitra magang MBKM untuk kegiatan magang mahasiswa FISIP UI.

Mitra magang MBKM untuk kegiatan magang mahasiswa FISIP UI, yaitu:

  1. Balitbang SDM Kementerian Kominfo
  2. Perkumpulan Integrasi Kolaborasi dan Inovasi Pendidikan
  3. PT Bank DBS Indonesia
  4. PT Barata Indonesia (Persero)
  5. PT Berau Coal
  6. PT Bukalapak.com
  7. PT DIGITAL INISIATIF
  8. PT Global Tiket Network
  9. PT Grab Teknologi Indonesia
  10. PT Impactbyte Teknologi Edukasi
  11. PT Indosat, Tbk
  12. PT Karya Dua Anyam
  13. PT Media Dokter Investama
  14. PT Microsoft Indonesia
  15. PT Nestle Indonesia
  16. PT Sarihusada Generasi Mahardhika
  17. PT Shopee International Indonesia
  18. PT TANI HUB INDONESIA
  19. PT Telekomunikasi Selular
  20. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
  21. PT Tirta Investama
  22. PT Tokopedia
  23. PT Uni Tokopo Teknologi
  24. PT Vidio Dot Com
  25. PT XL Axiata Tbk
  26. Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
  27. Yayasan Adipurna Inovasi Asia
  28. Yayasan Bakti Achmad Zaky
  29. Yayasan Bintang Langit
  30. Yayasan Sekolah Ekspor Nasional

Dari sisi mahasiswa, Muhammad Iqbal dari Departemen Ilmu Politik, memilih instani pemerintah yaitu Sekertaris Jendral DPR RI sebagai tempat magangnya. Ia mengikuti program magang MKBM selama kurang lebih empat bulan. Iqbal menjelaskan bahwa dari Sekertaris Jendral DPR RI membuka program magang dan ia mendaftar karena berhubungan dengan jurusannya yaitu ilmu politik.

“Banyak kegiatan yang dirancang oleh panitia magang dan disana anak-anak magang di bagi kedalam kelompok kecil yang di mentori oleh dua atau tiga orang dari Sekjen DPR RI. Tujuannya dibagi perkelompok supaya kami (anak magang) bisa rolling terus sitting nya dimana. Jadi, setiap seminggu, kami sitting di tempat yang berbeda-beda, bisa di komisi, pusat, ataupun badan,” ujar Iqbal.

Mentor tersebut mempunyai fungsi salah satunya untuk penilaian terhadap anak magang, bentuk penilaiannya berupa rincian komponen seperti nilai, total nilainya dan sertifikat magang. Setelah itu nanti diserahkan ke kampus untuk proses konversi SKS nya.

Iqbal menjelaskan bahwa dengan metode rolling seperti itu, ia merasa belajar banyak soal bagaimana hubungan antar pusat, badan, ataupun komisi di DPR dalam menjalankan tugas dan fungsi. “Saya pribadi juga jadi tau apa saja hambatan-hambatan yang ditemui masing-masing komisi, pusat atau badan itu dalam menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing.”

Di sisi lain Iqbal mengatakan dengan metode sitting seperti itu ada beberapa kelemahan atau kekurangan yang ia alami, “memang saya ga begitu terlalu paham apa permasalahan masing-masing tempat itu karena cuma satu minggu kan saya sitting di satu tempat dan minggu berikutnya sitting ditempat yang berbeda lagi. Ibaratnya kita cuman tau dinamika kulit luarnya saja.”

Selain itu, Amanda Kenriva Inshira mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UI yang magang di perusahaan multinasional PT. Nestle Indonesia. Ia memilih posisi Corporate Communication yang sesuai dengan jurusan dan peminatan di kampus.

Amanda menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan selama magang sesuai dengan posisi tersebut, “contohnya adalah saya berkomunikasi dengan pihak internal dan eksternal perusahaan melalui produk komunikasi dan berhubungan baik dengan mereka. Contoh produk komunikasi bisa seperti membuat konten bulletin, majalah.”

“saya juga ikut support dalam proyek CSR perusahaan. Setelah itu penilaian magang dilakukan oleh departemen HR atau pihak perusahaan yang bertanggung jawab dalam proses magang tersebut yang bekerja sama dengan Kemdikbud,” jelas Amanda.

Amanda juga merasakan adanya hambatan saat magang, yaitu dalam membagi waktu dan menentukan prioritas pekerjaan, “karena belum pernah magang di perusahaan multinasional sebelumnya, saya memerlukan proses adaptasi dan harus banyak belajar mengenai perusahaan itu sendiri,” ujar Amanda mengakhiri wawancara dengan reporter HUMAS FISIP UI.