Select Page
Menteri Pendidikan Republik Singapura: To Those With Great Abilities, Come Great Responsibility

Menteri Pendidikan Republik Singapura: To Those With Great Abilities, Come Great Responsibility

Kaum muda mewakili masa depan negara mereka dan memainkan peran sentral sebagai agen utama perubahan dan kemajuan masyarakat. Untuk mewujudkan potensi seperti itu, pendidikan dan komunikasi antar negara menempa jalan untuk kemajuan yang lebih besar. Oleh karena itu, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia diharapkan akan berperan penting dalam berbagi pemahaman antar negara.

Dialog dengan Menteri Pendidikan Republik Singapura, Mr. Chan Chun Sing pada Rabu (19/10) di Auditorium Mochtar Riady yang di ikuti oleh 53 mahasiswa perwakilan sarjana dan pascasarjana yang berasal dari 7 departemen. Diskusi dipandu oleh Sekretaris Fakultas,  Dwi Ardhanariswari Sundrijo, Ph.D sebagai moderator.

Menteri Chan Chun Sing, mengunjungi Indonesia dalam kapasitasnya sebagai Presiden Dewan Organisasi Menteri Pendidikan Asia Tenggara. Ia datang ke FISIP UI bersama Duta Besar Republik Singapura untuk Indonesia H.E Mr. Kwok Fook Seng, Melissa Khoo (Deputy Secretary for Higher Education and Skills) dan para delegasi.

Dekan FISIP UI, Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto menyambut Menteri Pendidikan Singapura dan merasa sangat senang atas kehadirannya karena diharapkan para mahasiswa FISIP dapat berdiskusi dengan baik dan mendapat pengetahuan yang baru. Dalam sambutannya, Prof. Semiarto juga menjelaskan sejarah singkat mengenai UI dan FISIP.

Dalam acara dialog tersebut Menteri Pendidikan Singapura menjelaskan hubungan historis antara Indonesia dan Singapura, membahas berbagai isu terkait pendidikan, diantaranya masalah kesetaraan, masalah kesehatan mental dan kekerasan seksual di kampus. Mahasiswa FISIP sangat antusias, hal ini di lihat dari banyaknya pertanyaan yang diberikan kepada Menteri Pendidikan Singapura itu.

Mengenai pendidikan, Menteri Chan mengatakan bahwa mahasiswa harus selalu siap menghadapi hari esok, harus mampu mengantisipasi pertanyaan yang muncul esok, dan memberi jawaban yang relevan untuk masa depan. Menteri juga menegaskan mahasiswa harus terus belajar, dan terus memperkaya diri dengan pengetahuan dan kemampuan. Menurutnya, walaupun pada ijazah tidak tertera expiry date, tetapi pasar kerja secara tidak langsung memberikan keberlakuan ijazah. Sehingga untuk tetap dapat bersaing di pasar kerja, seseorang harus terus ‘memperbaharui’ ijazahnya.

Dalam sampaiannya, Menteri Chan juga menegaskan keyakinannya bahwa mahasiswa-mahasiswa FISIP UI adalah orang-orang pilihan yang akan membawa perubahan besar di masa depan. Ia tak lupa mengingatkan, bahwa, mengutip ucapan Uncle Ben dari Spiderman bahwa “to those with great abilities, come great responsibility”.

Menutup dialog, mewakili seluruh mahasiswa yang hadir, Hendri Joveto, ketua BEM FISIP menyampaikan harapannya, Indonesia dan Singapura dapat membangun pendidikan yang merata dan terjangkau. Membangun pendidikan yang adil dan manusiawi adalah kunci untuk pengembangan lebih lanjut dari kedua negara. Ia juga mengatakan bahwa kedepannya mahasiswa bisa dapat terlibat dalam diskusi mengenai pendidikan.