Select Page
KASI Menjadi Inti Kebijakan Luar Negeri Republik Korea

KASI Menjadi Inti Kebijakan Luar Negeri Republik Korea

ASEAN Study Center, LPPSP (Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sosial dan Politik) FISIP UI dengan dukungan dari Mission of The Republic Korea untuk ASEAN mengadakan kuliah umum dengan mengangkat tema “The Republic of Korea’s Foreign Policy and ROK – ASEAN Relations”. Sebagai pembicara H.E. Kwon Hee Seog (Duta Besar Mission of The Republic Korea untuk ASEAN) dan di moderatori oleh Broto Wardoyo, Ph.D. (Dosen Jurusan Hubungan Internasional). Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (7/12) di Ruang Sidang, lantai 9, Pusat Administrasi (Rektorat) Universitas Indonesia.

Kwon Hee menjabarkan beberapa poin besar yang dibahas dalam kuliah umum ini, diantaranya yaitu kerangka kebijakan luar negeri Republic Of Korea (ROK), tiga dimensi kebijakan luar negeri ROK, hubungan ROK-ASEAN dan inisiatif solidaritas KOREA-ASEAN atau Korea-ASEAN Solidarity Initiative (KASI).

Dalam kerangka kebijakan luar negeri ROK mempunyai misi nasional yaitu “Korea Leaping Again: A Nation of People Living Well Together” yang mencakupi pemerintah bekerja dengan baik, pertumbuhan yang dinamis dan inovatif, kesejahteraan yang produktif. Menurutnya Kwon Hee, ROK juga mempunyai tujuan nasional untuk mencapai visi tersebut, sesuatu yang harus dicari dan dilindungi.

Tiga dimensi kebijakan luar negeri ROK yang dikatakan oleh Kwon Hee adalah diplomasi dengan negara tetangga seperti Jepang, China dan lainnya, lalu diplomasi regional serta diplomasi global/multilateral yang membahas masalah-masalah yang sedang terjadi maupun masalah jangka panjang.

Kwon Hee mengatakan dalam hubungan antara ROK dengan ASEAN, ROK memandang penting ASEAN. Konsep utama dalam hubungan ini yaitu setralitas ASEAN dan persatuan yang tujuannya untuk ASEAN yang lebih terintegrasi.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa KASI menjadi inti dari kebijakan luar negeri untuk mempromosikan Indo-Pasifik yang bebas, damai, dan sejahtera di tengah persaingan Amerika Serikat dan Republik Rakyat China.

Selain itu, kerja sama dan peningkatan perjanjian perdagangan bebas antara Korea Selatan dan ASEAN, serta penanganan perubahan iklim dan lingkungan. Peningkatan hubungan antara Korea Selatan dan ASEAN ke hubungan kemitraan strategis dan komprehensif dalam rangka menyambut 35 tahun jalinan hubungan diplomatik antara keduanya pada tahun 2024 mendatang.

Prioritas dari KASI ini ialah (1) mempromosikan tatanan internasional berbasis aturan dan kerja sama strategis dalam diplomasi dan pertahanan negara; (2) kemakmuran dan pengembangan bersama rantai pasokan global, keamanan energi, transformasi digital dan kendaraan elektronik; (3) kolaborasi dalam merespon bersama tantangan regional dan global seperti netralitas karbon dan pertumbuhan hijau, kerja sama pertanian dan perikanan, kesehatan masyarakat; (4) menggandakan kontribusi finansial.

Kuliah umum ini dilaksanakan secara hybrid dan diikuti oleh mahasiswa Departemen Ilmu Hubungan Internasional FISIP UI, diakhir acara dilakukan sesi tanya jawab antar mahasiswa kepada H.E. Kwon Hee Seog dan sebaliknya.

Menristek Dikti Resmikan Mochtar Riady Social and Political Research Center di FISIP UI

Menristek Dikti Resmikan Mochtar Riady Social and Political Research Center di FISIP UI

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia kini memiliki gedung yang memadai sebagai pusat riset sosial dan politik. Gedung yang diberi nama Mochtar Riady Social and Political Research Center ini diresmikan, Kamis (2/5/2019) bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional.

Gedung seluas 5.184 meter persegi ini dibangun di atas lahan seluas 2.300 meter persegi. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pembukaan gedung oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir bersama Pendiri Lippo Group Mochtar Riady dan Rektor UI,Prof. Dr. Muhammad Anis, M.Met. Peresmian dihadiri, antara lain Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Dekan FISIP UI Dr.Arie Setiabudi Soesilo,M.Sc dan Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Indonesia periode 2019-2024, Saleh Husin.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir mengapresiasi pembangunan gedung Mochtar Riady Social and Political and Research Center di FISIP UI. Nasir yakin gedung ini akan mampu menunjang perkembangan riset ke depannya menjadi lebih baik lagi.

Mohammad Nasir mengatakan, riset selama ini di Indonesia berdiri sendiri sendiri. Melalui Perpres Rencana Induk Riset Nasional ini riset disatukan dan agar riset menjadi satu kesatuan terlebih menyongsong 100 tahun kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 2045.

“Saya punya mimpi untuk menyatukan riset baik di kementerian, kelembagaan, universitas-universitas. Dengan adanya rencana induk ini saya yakin pengembangan riset akan menjadi semakin maksimal dan dapat memperkuat riset kita. Ada mimpi yang harus kita capai,” ujar Mohammad Nasir dalam peresmian Gedung Mochtar Riady Social and Political Research Center, Kamis (2/5/2019) di FISIP UI, Kota Depok, Jawa Barat.

Selain itu Mochtar Riady mengatakan seiring berkembangnya globalisasi, ilmu politik pun kian maju. Universitas Indonesia sebagai universitas yang terkemuka di Indonesia harus terus mengasah diri dan memiliki fasilitas terdepan guna mengembangkan program riset unggulannya yang juga mencakup bidang riset ilmu sosial dan politik.

“Saya sebenarnya merasa tidak enak karena gedung ini menyandang nama saya, tetapi saya akhirnya berpikir bahwa ini bisa jadi hal positif. Bisa saja dengan begini dapat mengundang para pengusaha lainnya untuk turut serta berkontribusi membangun gedung untuk kemajuan dunia pendidikan di Indonesia,” tutur Mochtar Riady.

Mochtar Riady merasa berbahagia karena diberi kesempatan memberikan sumbangsih guna melayani masyarakat dan membangun bangsa Indonesia, khususnya untuk kemajuan dunia pendidikan.