Select Page
Emil Dardak: Memajukan Ekonomi Diperlukan Sumber Daya Manusia Muda yang Berpendidikan dan Melek Teknologi

Emil Dardak: Memajukan Ekonomi Diperlukan Sumber Daya Manusia Muda yang Berpendidikan dan Melek Teknologi

Sebagai upaya memaknai kemerdekaan RI yang ke-77, FISIP UI menyelenggarakan Kuliah Kebangsaan kedua dengan tema “Memaknai Kemerdekaan dengan Akselerasi Pembangunan Daerah yang sinergis, inklusif, dan berkelanjutan” pada Senin (29/08) dengan menghadirkan Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc. Acara ini diadakan sebagai bagian dari kepedulian FISIP UI untuk menumbuhkan rasa kebangsaan dan meningkatkan minat atas kajian-kajian kebangsaan di tingkat universitas. Kegiatan ini dirancang untuk menggali pemahaman dan pengalaman dari tokoh bangsa yang telah terbukti memimpin proses pembangunan daerah.

Terkait dengan tema kuliah tersebut, Dekan FISIP UI, Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto menyampaikan bahwa ibarat mengemudikan mobil, industri dan teknologi adalah gas bagi pembangunan ekonomi agar berjalan lebih laju. Sementara pertimbangan sosial-politik-budaya adalah rem untuk mengimbangi laju pembangunan agar selamat sampai tujuan. Dalam konteks ini, Prof. Semiarto mengapresiasi Pemprov Jawa Timur (Pemprov Jatim) yang selain memperhatikan aspek makro ekonomi dengan indikator pengembangan infrastruktur fisik, juga mempertimbangkan latar keragaman wilayahnya yang memiliki karakter yang berbeda-beda.

Dalam kuliah umumnya, Emil menyampaikan bahwa, walaupun Indonesia ingin membangun secara fair dari Sabang sampai Marauke tapi Jawa tetap adalah lokomotif yang penting untuk menjaga daya saing negara. Oleh sebab itu Jawa Timur dirancang terlebih dahulu untuk mendapatkan Peraturan Presiden (Perpres) No 80 Tahun 2019 yaitu tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan, Kawasan Bromo-Tengger-Semeru serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.

Emil menjelaskan bagaimana Pemprov Jatim mengandalkan ekonomi kreatif sebagai motor pengembangan ekonomi. Portal ekonomi kreatif atau Porekraf merupakan sebuah inovasi dalam memfasilitasi pelaku ekonomi kreatif di Jawa Timur untuk menopang ketahanan masyarakat, memajukan pembangunan, mengembangkan inovasi, kreativitas dan daya saing, serta memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan ekonomi serta penciptaan lapangan kerja di Jawa Timur. Terkait dengan hal ini, Emil menegaskan bahwa untuk memajukan ekonomi diperlukan sumber daya manusia muda yang berpendidikan dan melek teknologi di segala bidang, termasuk pertanian.

Dalam paparannya, Emil juga menegaskan pentingnya technocratic leadership dimana tata kelola pemerintahan dibangun berdasarkan ilmu dan data. Bila ingin memajukan daerah, pemimpin harus membangun sistem tanpa perlu cari sensasi; jangan mengejar menang pemilu, tapi fokus membangun generasi penerus; tidak mengedepankan pencitraan, tapi membangun kebersamaan dan memberikan semangat kepada masyarakat.

Dr. Lucia Ratih K, S.Sos, D.E.A, dosen di Departemen Sosiologi FISIP UI yang bertindak sebagai moderator memyampaikan pesan bahwa tugas luhur ilmuwan sosial adalah bersama-sama dengan masyarakat dan para pemimpin mengkreasikan pendekatan-pendekatan yang tepat bagi transformasi sosietal. Kebijakan-kebijakan pembangunan sosial membutuhkan pemetaan isu-isu global, nasional dan lokal termasuk perubahan-perubahan sosial yang sedang terjadi di masyarakat. Yang juga penting adalah sinergis antar aktor baik global, nasional maupun lokal, serta kerjasama lintas sektoral antara akademisi, pengusaha dan pemerintah daerah dalam pembangunan sosial.

Rektor UI dan Dekan FISIP UI Bertemu Keluarga Koentjaraningrat Membahas Rencana Peringatan 100 Tahun Prof. Koentjaraningrat

Rektor UI dan Dekan FISIP UI Bertemu Keluarga Koentjaraningrat Membahas Rencana Peringatan 100 Tahun Prof. Koentjaraningrat

Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto selaku Dekan FISIP UI menghadap Rektor Universitas Indonesia dalam rangka membahas rencana kegiatan menyambut 100 Tahun Prof. Koentjaraningrat pada hari Jumat (8/4/2022) di Gedung Pusat Administrasi Universitas Indonesia.

FISIP UI bersama FIB UI, dan keluarga Koentjaraningrat mempersiapkan kegiatan perayaan 100 Tahun Prof. Koentjaraningrat. Kepanitiaan kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Kartini Sjahrir dengan melibatkan tim dari FISIP UI, FIB UI, dan alumni senior dari Antropologi.

 

Prof. Koentjaraningrat merupakan pendiri Departemen Antropologi di Universitas Indonesia (yang awal mulanya tergabung dalam Fakultas Sastra, lalu pada tahun 1983 bergabung dalam Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI) serta merupakan pelukis dan penari terkemuka di Indonesia.

FISIP UI turut berbangga atas prestasi serta kontribusi keilmuan dan kebudayaan yang diberikan beliau semasa hidupnya Melalui rencana kegiatan yang dibahas dalam rapat ini, diharapkan pula khalayak umum serta sivitas akademika UI dapat kembali merefleksikan kehidupan berbangsa dan berbudaya melalui karya nyata yang pernah ditorehkan oleh Prof. Koentjaraningrat semasa hidupnya.

Dosen dan Tenaga Kependidikan FISIP UI Menerima Tanda Kehormatan Makara Dharma Bhakti

Dosen dan Tenaga Kependidikan FISIP UI Menerima Tanda Kehormatan Makara Dharma Bhakti

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) menyelenggarakan acara Penganugerahan Tanda Kehormatan Makara Dharma Bhakti Rektor Universitas Indonesia secara pada Sabtu (04/09). Sebanyak 43 Dosen dan 57 Tenaga Kependidikan menerima Tanda Kehormatan ini. Tanda kehormatan ini merupakan bentuk perhatian Universitas Indonesia terhadap para Pegawai UI yang memiliki loyalitas, kinerja dan pengabdian bekerja di UI selama 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun.

Acara ini dilakukan secara daring melalui Zoom dan secara langsung di Auditorium Juwono Sudarsono yang di hadiri oleh Dr. Arie Setiabudi Soesilo, M.Sc. (Dekan FISIP UI), Awang Ruswandi, M.Si.(Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura, dan Administrasi Umum) Riaty Raffiudin, Ph.D. (Manajer Sumber Daya Manusia) serta lima perwakilan penerima Tanda Kehormatan Makara Dharma Bhakti, yaitu:

  1. Syahdirin (Tenaga Kependidikan 30 tahun)
  2. Tony Rudyansjah, M.A. (Dosen 20 Tahun)
  3. Sri Herawati, S.E. (Tenaga Kependidikan 20 tahun)
  4. Indera Ratna Irawati, M.A. (Dosen 10 tahun)
  5. Dwi Febi Satrio Nugroho, S.Sos. (Tenaga kependidikan 10 tahun)

Dekan FISIP UI Dr. Arie Setiabudi Soesilo, M.Sc. dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada para penerima Tanda Kehormatan Makara Dharma Bhakti dan terimakasih atas pengabdiannya.

“Para penerima Tanda Kehormatan telah mengabdikan tenaga, waktu dan pikirannya untuk Universitas Indonesia khususnya di FISIP UI, saya yakin selama bapak dan ibu berkarier disini tidak pernah terpikirkan adanya Tanda Kehormatan seperti ini, semuanya dikerjakan dengan tulus dan ikhlas sebagai tanggung jawab. Tentu penghargaan ini secara material tidak ada nilainya tapi nilai yang dikandung penghargaan tersebut adalah bentuk penghormatan dari UI atas semua yang bapak dan ibu berikan bagi institusi” ujar Dekan FISIP UI.

Sebagai penutup Dekan FISIP UI berharap semoga dengan pemberian Tanda Kehormatan ini bapak dan ibu terus bersemangat memacu karya dan kinerjanya untuk memberikan yang terbaik bagi Universitas Indonesia dan FISIP UI.

Kuliah Umum Ketua Komnas HAM: Penyelesaian Pelanggaran Berat Hak Asasi Manusia

Kuliah Umum Ketua Komnas HAM: Penyelesaian Pelanggaran Berat Hak Asasi Manusia

Memperjuangan keadilan sosial adalah misi Departemen Kriminologi untuk terus berpihak dan mendukung upayang-upaya pada pengungkapan kasus-kasus pelanggaran berat HAM. Belajar mengenai HAM bagaimana bisa mengungkapkan kasus-kasus kejahatan yang pelakunya adalah orang-orang yang memiliki power misalnya berkaitan tentang isu kejahatan lingkungan. Hal ini mengajarkan logika dalam membangun kebijakan berbasis bukti dan data bisa memberikan dukungan bagi semua kalangan.

Ketua Departemen Krimonilogi, Mamik Sri Supatmi mengatakan “pelanggaran HAM yang berat merupakan extraordinary crime dan berdampak secara luas pada tingkat nasional maupun internasional dan menimbulkan kerugian baik material maupun immaterial yang mengakibatkan perasaan tidak aman terhadap individu maupun masyarakat luas, sehingga perlu di pulihkan dalam mewujudkan supermasi hukum untuk mencapai kedamaian, ketertiban, ketentraman, keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.”

Para pelaku pelanggaran HAM berat diperlukan langkah-langkah penyelidikan, penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan yang bersifat khusus dan mungkin luar biasa. Merujuk pada data Komnas HAM sampai saat ini terdapat 12 kasus pelanggaran HAM berat yang belum diselesaikan. Pada kuliah umum (08/06) yang membahas Penyelesaian Pelanggaran Berat Hak Asasi Manusia ini menghadirkan narasumber Ahmad Taufan Damanik sebagai Ketua Komnas HAM.

Damanik menjelaskan, landasan moral penyelesaian pelanggaran HAM di masa lalu, penyelenggaraan pemerintah dan masyarakat yang menghormati martabat dan hak asasi manusia melalui langkah-langkah demokratis tanpa kekerasan mengacu ke tertib hukum serta menjamin peristiwa itu tidak terulang kembali.

Damanik mendorong Kejaksaan Agung agar segera menyidik atas 12 kasus pelanggaran HAM berat yang sudah dirampungkan proses investigasinya oleh Komnas HAM.

“Sudah pernah ada pertemuan antara Komnas HAM dan Kejaksaan Agung membahas solusi atas sejumlah kasus pelanggaran HAM berat tersebut namun belum tercapai kesepakatan.”

Meski begitu, Damanik mendorong Kejaksaan Agung agar segera menyidik atas 12 kasus pelanggaran HAM berat yang sudah dirampungkan proses investigasinya oleh Komnas HAM. Ada beberapa kasus pelanggaran HAM yang tidak mungkin lagi diselesaikan melalui proses hukum, karena itu perlu dibentuk Komisi Kebenaran dan rekonsiliasi (KKR). KKR sebagai landasan hukum penyelesaian di luar pengadilan (non-judicial).

Dari beberapa kasus dugaan pelanggaran HAM berat telah diselesaikan investigasinya oleh Komnas HAM, baru tiga kasus yang selesai menjalani sidang, yakni Peristiwa Timor-Timur pasca Jajak Pendapat (1999), Peristiwa Tanjung Priok (1984) serta Peristiwa Abepura, Papua (2000).

Pemenang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi FISIP UI Tahun 2021

Pemenang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi FISIP UI Tahun 2021

Mahasiswa Berprestasi (Mapres) FISIP UI merupakan ajang rutin tahunan yang diselenggarakan sejak lama. Ajang ini memilih mahasiswa-mahasiswi terbaik di bidang akademik maupun non-akademik. Para finalis Mapres ini sebelumnya telah melalui seleksi screening CV dan prestasi serta penulisan dan presentasi karya tulis ilmiah.

Pemilihan Mahasiswa Berprestasi FISIP UI tahun 2021 ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom, pada Kamis (29/04) diadakan seleksi presentasi karya tulis ilmiah dan pada Senin (10/05) di umumkan pemenang dari Mahasiswa Berprestasi FISIP UI tahun 2021.

Cathlin Rosemary Wahjoedi, mahasiswa Ilmu Komunikasi 2018 berhasil meraih gelar Juara 1 Mahasiswa Berprestasi FISIP UI 2021. Hal tersebut diumumkan langsung oleh Prof. Dr. Dody Prayogo sebagai Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan. Gagasan ilmiah yang berjudul “Penggunaan Sistem Cloud Kitchen Berbasis Aplikasi untuk Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Pedagang Kaki Lima di Indonesia” rupanya menghantarkan Cathlin menjadi juara umum Mahasiswa Berprestasi FISIP UI 2021.

“Selamat kepada para pemenang dan saya berharap Cathlin bisa maju di tingkat UI dan Kembali mengharumkan nama FISIP seperti pedahulunya di tingkat Universitas” ujar Prod Dody.

Tak lupa Cathlin memberikan sambutannya sebagai pemenang, “saya ucapkan terimakasih banyak kepada mas Yogo selaku coordinator Pilmapres 2021. Saya belajar banyak dari Pilmapres ini. Saya akan berusaha sekeras mungkin untuk membawa nama FISIP ditingkat universitas. Saya mohon doa dan dukungannya kepada teman-teman semua, semoga saya bisa meneruskan prestasi yang ditorehkan perwakilan FISIP dari tahun-tahun sebelumnya.”

“Selamat kepada para pemenang. Kita akan melanjutkan perjuangan ditingkat UI. Saya berharap Cathlin dan juga tim dari Departemen Komunikasi dapat memberikan dukungan dan kritikan supaya Cathlin disiapkan dengan baik untuk kompetisi ditingkat Universitas. Untuk CV Cathlin sangat luar biasa dengan nilai sempurna dan harus sedikit memperbaiki di gagasan karya tulis ilmiahnya. Saya berharap dosen, dosen pembimbing bisa memberikan masukan materi terhadap gagasan karya tulis ilmiah Cathlin, agar bisa di terapkan di masyarakat” ucap Yogo.

Berikut ini adalah daftar dari para pemenang Mahasiswa Berprestasi FISIP UI 2021:

  • Juara 1 Berprestasi FISIP UI 2021 diraih oleh Cathlin Rosemary Wahjoedi dari Ilmu Komunikasi.
  • Juara 2 Mahasiswa Berprestasi FISIP UI 2021 diraih oleh I Putu Satyena Uttabitha Pande dari Hubungan Internasional.
  • Juara 3 Mahasiswa Berprestasi FISIP UI 2021 diraih oleh Prudence Angeline dari Hubungan Internasional.
  • Juara 4 Mahasiswa Berprestasi FISIP UI 2021 diraih oleh Adelia Rahmawati dari Hubungan Internasional.
  • Juara Mahasiswa Berprestasi FISIP UI 2021 bidang olahraga di raih oleh Muhammad Taqyuddin Abdurrosyid dari Antropologi.
  • Juara Mahasiswa Berprestasi FISIP UI 2021 bidang seni budaya di raih oleh Elena Natanael Santoso dari Ilmu Komunikasi.
  • Juara Mahasiswa Berprestasi FISIP UI 2021 bidang kewirausahaan di raih oleh Natania dari Ilmu Komunikasi.
  • Juara Mahasiswa Berprestasi FISIP UI 2021 bidang pengabdian masyarakat di raih oleh Saidina Malik Harahap dari Ilmu Kesejahteraan Sosial.