Pilih Laman

Departemen Ilmu Hubungan Internasional FISIP UI menyelenggarakan Kuliah Umum Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno P.L Marsudi yang  bertajuk “Diplomasi Indonesia: Tantangan – Tantangan Baru”.

Dalam paparan kuliah umumnya Menlu mengatakan bahwa dirinya sejak bulan Desember hingga Februari melakukan kunjungan ke berbagai negara dengan tujuan untuk kepentingan Politik Luar Negeri Indonesia. Diantaranya adalah ke Rakhine State untuk mengurus satu isu yakni persoalan Rohingya. “Indonesia memilih untuk mengambil langkah konstruktif membantu Myanmar dalam menciptakan perdamaian, stabilitas dan pembangunan di Rakhine State”. Menlu juga berharap bahwa Indonesia mempunyai  komitmen untuk terus membantu Myanmar dalam jangka menengah dan panjang. Khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, pertanian, kewirausahaan, serta demokrasi dan tata kelola pemerintahan.

Artikel Lainnya:  Mencegah Cyberbullying di Kalangan Siswa Sekolah

Kemudian setelah dari Myanmar Menlu mengatakan bahwa dirinya menemui Imam Besar Al Azhar di Mesir. Dalam pertemuannya membahas tentang pendidikan dan penyebaran Islam yang damai. Mesir salah satu mitra terpenting Indonesia di Afrika. Mesir mempunyai komoditas ekspor utama ke Indonesia yaitu minyak mentah dan produk-produk petrolium, katun, tekstil, produk-produk metal, chemical, serta produk pertanian (buah-buahan). Sedangkan komoditas impor utama Mesir dari Indonesia yaitu mesin dan peralatan, makanan, bahan kimia, produk kayu, dan BBM. Setelah dari Mesir dilanjutkan dengan Kunjungan ke Cape Town Afrika. Kunjungan ini difokuskan untuk diplomasi ekonomi. Ada berbagai peluang terbuka untuk kerja sama ekonomi antara Indonesia dan negara-negara Afrika. Menlu Retno juga menyampaikan kepada para pengusaha Afrika Selatan mengenai reformasi ekonomi yang sedang dilakukan Pemerintah Indonesia. Selain itu Menlu Retno mengungkapkan bahwa dirinya meminta Malaysia membuka akses kekonsuleran bagi WNI yang ditahan atas kasus pembunuhan Kim Jong-nam, yaitu Siti Aisyah. Menurutnya, akses kekonsuleran wajib diberikan secepatnya sesuai dengan konvesi Wina. Dalam papaparn penututpnya Menlu retno mengatakan bahwa ada empat prioritas Politik Luar Negerai Indonesia yakni: Menjaga Kedaulatan NKRI, Perlindungan WNI di Luar Negeri, Diplomasi Ekonomi dan Meningkatkan Peran Indonesia di Kawasan dan Dunia Internasional. (Humas-FISIP UI)

Artikel Lainnya:  Pembukaan FISIP Premier Games 2017, Tujuh Departemen di FISIP UI Beradu Yel-Yel