Pilih Laman

Menggunakan seperangkat instrumen proyektif dan analisis diskursus, Johannes Tschapka, PhD (Bielefeld University) mengajak sivitas akademika FISIP UI untuk memprediksi masa depan Indonesia tahun 2050. Tschapka menjadi instruktur dalam lokakarya “Scenarios for Indonesian’s Social Future 2050” yang diselenggarakan oleh Miriam Budiardjo Research Center (MBRC) FISIP UI pada Selasa (3/9) hingga Rabu (4/9).

Selama dua hari, peserta lokakarya yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan peneliti berlatih menganalisis diskursus konstitutif dan relasi kuasa yang terjadi dalam masyarakat Indonesia serta menerapkan analisis subjektifikasi untuk membongkar praktek sosial secara empiris dalam kerangka pembangunan berkelanjutan (sustainable development) di Indonesia dan wilayah Asia Timur.

Pada hari pertama, agenda yang dilakukan mencakup pengenalan pada teknik skenario (Scenarios Technique), menganalisis kunci utama dari perdamaian berkelanjutan (sustainable peace) dan Asia Tenggara, serta membuat skenario alternatif untuk wilayah Asia Timur tahun 2050. Pada hari kedua dilakukan juga analisis kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi dari skenario alternatif yang telah dirancang tersebut, termasuk implikasinya dalam Asia Timur berkelanjutan (sustainable East Asia) dan penggunaan teknik skenario tersebut dalam bidang pendidikan.

Artikel Lainnya:  Menggantang Asa di Kabut Asap: Sebuah Studi Tentang Environmentality Friksional