

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) secara resmi mengukuhkan Ikrima Nurfikria sebagai Doktor dalam bidang Ilmu Komunikasi pada Senin (15/12) di Auditorium Juwono Sudarsono, FISIP UI, Depok.
Ikrima mengangkat judul disertasi “ Partisipasi Media Alternatif Digital Difabilitas: Negosiasi Kuasa untuk Penguatan Demokratisasi Media di Indonesia”. Penelitian ini di latar belakangi oleh marjinalisasi isu difabilitas di media arus utama yang terjadi di Indonesia, telah mendorong munculnya partisipasi media dari difabel, sebagai bentuk perlawanan.
Ikrima menjelaskan bahwa dengan memanfaatkan teknologi media digital, difabel mulai membangun media alternatif sebagai ruang untuk menyuarakan pengalaman, hak, serta harapan akan Indonesia yang lebih inklusif. Namun, kajian mengenai bagaimana partisipasi media tersebut berlangsung serta hambatan yang dihadapi masih relatif terbatas.
“Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis proses partisipasi media alternatif digital oleh difabel dalam mengembangkan sekaligus mempertahankan medianya,” ujar Ikrima.
Dalam penelitian ini menggunakan paradigma konstruksionisme kritis dengan pendekatan kualitatif melalui studi multi-kasus. Data diperoleh melalui observasi langsung dan wawancara mendalam yang berada di Tangerang, Bandung, Yogyakarta, Purbalingga, dan Surabaya. Pengumpulan data dilakukan pada periode Oktober 2022 hingga Juni 2023.
“Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pendirian media digital relatif mudah, difabel masih menghadapi iklim kompetisi yang tidak setara dalam pengelolaan media alternatif. Berbagai hambatan, mulai dari hambatan fisik lingkungan, sikap dan budaya, hingga hambatan sistemik masih membatasi kuasa difabel dalam produksi pesan dan partisipasi media yang optimal,” jelas Ikrima.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa dalam konteks demokratisasi media, media alternatif difabilitas berfungsi sebagai ruang sosial untuk artikulasi hak, identitas, serta perlawanan terhadap struktur representasi yang sarat ableisme. Proses produksi media tersebut menjadi arena negosiasi kuasa sekaligus praktik demokratisasi media. Meski demikian, demokratisasi yang berlangsung masih berada dalam ketegangan antara cita-cita inklusi dan realitas eksklusi struktural.
Melalui penelitian ini, Ikrima juga mengajukan model partisipasi media difabilitas sebagai tawaran konseptual mengenai syarat keterlibatan difabel dalam partisipasi media yang bermakna dan berkeadilan guna mendukung penguatan demokratisasi media di Indonesia.
Sidang promosi doktor Ikrima di ketuai oleh Prof. Dr. Drs. Bambang Shergi Laksmono, M.Sc. Sebagai Promotor Prof. Dr. Donna Asteria, M.Hum dan Kopromotor Irwansyah, M.A. Sebagai dewan penguji, yaitu Titik Puji Rahayu, Ph.D., Dini Widinarsih, Ph.D., Dr. Nina Mutmainnah, M.Si., Endah Triastuti, M.Si., Ph.D., dan Dr. Ummi Salamah, M.Si.







