Pilih Laman

Senin (16/5/2016) lalu, tiga mahasiswa FISIP UI mengikuti program “Write to China” yang diinisiasi oleh Kedutaan Besar Tiongkok untuk Indonesia dan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI). Program ini bertujuan untuk mengeratkan people-to-people connection antara dua negara besar, Indonesia dan Tiongkok. Ketiga mahasiswa tersebut adalah Karina Langit Rinesti (Mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi Angkatan 2012), Muhammad Bilhaqi I.B. (Mahasiswa Departemen Ilmu Hubungan Internasional Angkatan 2014), dan Alfi Naufida (Mahasiswa Departemen Ilmu Hubungan Internasional Angkatan 2014).

Dalam misi ini, ketiga mahasiswa FISIP UI tersebut beserta 12 mahasiswa Indonesia lainnya, didelegasikan untuk mempelajari The Real China sambil mengenalkan The Real Indonesia, seperti yang disampaikan oleh Xu Hangtian, Konselor Politik Kedubes Tiongkok di Indonesia, pada malam resepsi sekaligus pelepasan para delegasi (15/5).

Selama 10 hari, mereka bertandang ke lima kota—Guangzhou, Shenzhen, Chengdu, Beijing, dan Tianjin—untuk berdiskusi dengan para mahasiswa di universitas setempat, berinteraksi dengan kebudayaan dan komunitas lokal, mengunjungi beberapa institusi pemerintahan, dan mendatangi tempat-tempat ternama di Tiongkok. Di tangan mereka, tersandang kompilasi esai buah pikiran anak negeri, yang nantinya akan diserahkan pada kaum akademisi dan perwakilan-perwakilan pemerintah RI maupun Tiongkok.

Sebelumnya, program “Write to China” mengajak para mahasiswa Indonesia untuk menuangkan pandangan mereka terhadap Tiongkok ke dalam sebuah esai. Peserta bebas memilih untuk menulis dalam dua tema: Indonesia and China Relations atau Indonesian Youth Perception of China. Setelah proses seleksi esai, curriculum vitae screening dan wawancara, 15 mahasiswa dari pelbagai daerah terpilih untuk berangkat ke Tiongkok.

Artikel Lainnya:  Peresmian Taman Tunas Bangsa FISIP UI: Ruang Terbuka Hijau yang Multi Fungsi

Esai yang ditulis oleh Karina Langit Rinesti  berjudul “Ada Apa Dengan China: Mass Media and Indonesian Youth Perceptions of China, sementara Muhammad Bilhaqi I.B. menuliskan buah pikirannya ke dalam tulisan bertajuk “Indonesian Youth Perceptions About China: China’s Domination in World Badminton” dan Alfi Naufida mengambil judul “Indonesian Youth Perceptions About China” dalam esainya.

oleh: Langit Rinesti (FISIP UI 2012)