Pilih Laman

Dies Natalis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) ke-47 menyelenggarakan rangkaian acara pertama yaitu Seminar “Dari Dekade ke Dekade:Mahasiswa dan Pergerakan Politik”. Acara ini diselenggarakan di Auditorium Juwono Sudarsono, FISIP UI, Depok, Jawa Barat pukul 14.00-16.00. Rangkaian acara pertama membicarakan tentang gerakan mahasiswa dai masa ke masa. Pembicara seminar acara ini adalah Dr. Cosmas Batubara (Rektor Podomoro University,) alumni Departemen Ilmu Politik FISIP UI dan Eep Saefulloh Fatah (Pendiri PolMark Indonesia)  alumni Departemen Ilmu Politik FISIP UI serta Isyana Bagoes Oka (Mantan Presenter RCTI), alumni Ilmu Hubungan Internasional sebagai moderator.

Tak hanya seminar, pengumuman lomba esai singkat mengenai sosok Cosmas Batubara diumumkan pada kegiatan tersebut. Tema dari lomba esai adalah “Biografi Cosmas Batubara: Perjuangan dan Pengabdian terhadap Republik Indonesia”. Total hadiah yang diberikan dari lomba esai dan seminar ini berjumlah Rp 6.000.000.

Artikel Lainnya:  China and the International Order: From Rule-Taker, Rule-Keeper to Rule-Shaper

Rangkaian acara dibuka dengan sambutan Dr. Arie Setiabudi Soesilo, MSc, Dekan FISIP UI. Selanjutnya, acara diisi oleh pembicara pertama yaitu Dr. Cosmas Batubara, yang membagi pengalamannya selama mengikuti gerakan mahasiswa jaman orde lama. Beliau mengatakan bahwa gerakan mahasiswa pada jaman orde lama cukup berbeda dengan jaman orde baru serta reformasi. Pada jaman orde lama, gerakan mahasiswa melawan komunis tetapi golongan komunis ingin menguasai gerakan mahasiswa. Bentuk kontribusi yang nyata dari seorang Cosmas dan gerakan mahasiswa adalah Tritura.

Berbeda halnya dengan pembicara kedua yaitu Eep Saefulloh Fatah, yang lebih menceritakan mengenai gerakan mahasiswa pada peralihan orde baru ke reformasi. Pada era ini, mahasiswa dibatasi mengenai ideologi dan politik dalam kampus. Bahkan, diskusi mengenai tentang presiden dan keluarganya sangat diharamkan. Pada tahun 1990-an, kampus hanya memberikan kebebasan akademis, tidak halnya mengenai sosial dan politk. Tahun 1998 merupakan puncak dari gerakan mahasiswa jaman Orde Baru, dimana Presiden Soeharto menyatakan turun sebagai Presiden Republik Indonesia. Hal itu membuat gerakan mahasiswa jaman tersebut cukup tersebut, karena lebih cepat dari yang diproyeksikan. Maka dari itu beliau mengatakan bahwa kampus merupakan tempat penjemput masa depan, demi individu maupun bangsa.

Artikel Lainnya:  Seminar Karya Etnografi Dinamika Desa Cangkring

Acara ini ditutup dengan pemberian hadiah untuk pemenang lomba esai singkat mengenai sosok Cosmas Batubara. Pemenang pertama mendapatkan hadiah sejumlah Rp 1.500.000, kedua mendapatkan hadiah sebanyak Rp 1.000.000 dan ketiga mendapatkan hadiah dengan total Rp 750.000.