Pilih Laman

FISIP UI sedang berduka karena kehilangan salah satu mahasiswa terbaiknya dari Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial, Hizkia Jorry Saroinsong. Jorry merupakan korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Karawang. Pada (9/12) masyarakat FISIP menunjukan kepedulian serta rasa kehilangannya dengan menyelenggarakan “Tribute to Jorry” di gedung H FISIP UI.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh keluarga alm Jorry, perwakilan dekanat, perwakilan departemen kesejahteraan sosial, persekutuan oikumene, BEM dan beberapa teman-teman dekat dari Jorry. Masing-masing perwakilan menyampaikan kesan-pesan seta kenangan ketika bersama Jorry.

Menurut ayahnya Jorry merupakan anak mandiri dan tidak ingin merepotkn keluarganya, selama kuliah ia berusaha untuk tidak meminta uang jajan maupun uang SPP untuk kuliah kepada ayah ibunya.

Artikel Lainnya:  Membedah Logika Praktis Perempuan Pemimpin dalam Biro Iklan

Jorry pun terkenal sangat aktif berorganisasi, salah satunya adalah ketika ia menjadi tim medis di PSAK FISIP UI. Menurut pengakuan teman-temannya selama kuliah Jorry memiliki banyak teman dan senang bergaul dengan siapapun.

Suasana semakin emosional saat pemutaran video kenangan bersama Jorry.  Linangan air mata pun tak berhasil dibendung oleh para hadirin yang datang termasuk kedua orangtuanya.

Keluarga Jorry sangat berterimakasih kepada pihak-pihak yang sudah terlibat dalam acara ini. “Jorry memang belum sempat wisuda, tapi dengan saya melihat ini (acara tribute) Jorry sudah diwisuda oleh kalian (teman-temannya) dan saya bangga”, ucap ibunda Jorry.

Acara ini ditutup dengan doa yang dipimpin oleh persekutuan oikumene FISIP UI dan penendatanganan kain putih oleh hadirin yang datang sebagai bentuk bela sungkawa atas kepergian Jorry.

Artikel Lainnya:  39 Negara Ikut Serta dalam Kompetisi Internasional Mahasiswa di FISIP UI