Pilih Laman

Wali Kota Cilegon, H. Tb. Iman Ariyadi meraih gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Peran Kiai Dalam Pemilihan Gubernur Propinsi Banten Tahun 2011. Ia dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan.
Sidang tersebut diketuai oleh Prof. Dr. Isbandi Rukminto Adi, M.Kes., Ph.D, dengan promotor Prof. H. Amir Santoso, Ko-Promotor Prof. Dr. Maswadi Rauf. MA, dengan anggota Prof. Dr. Burhan D. Magenda, MA, Dr. Isbodroini Suyanto, MA, Dr. Valina Singka Subekti M.Si, Dr. Syarif Hidayat, dan Dr. Kamarudin.
Dalam penelitiannya, Iman menggunakan konsep dan teori tentang peran kiai, politik lokal dan demokratisasi, elit dan kekuasaan, budaya politik, patron-klien, dan teori ekonomi politik. Kiai di Banten, merupakan elit tradisional yang memiliki kekuasaan kharismatik.
Ia juga menerangkan teori utama yang relevan untuk menjawab dan menganalisis kajian ini seperti, teori status dan perang yang dibahas Linton dan Merton, teori elit dan kekuasaan Pareto, Lipset dan Solari, Czudnowski, Miriam Budiardjo, Andrain, Weber dan teori politik lokal dan demokratisasi (Gerry Stoker). Ketiga teori tersebut diperkuat dengan teori pendukung, yaitu teori patron-klien (Scott dan Maswadi Rauf), Teori budaya politik (Almond dan Verba), serta teori ekonomi politik (Staniland dan Buchanan).
Selain itu, iman juga menerangkan terkait penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian bersifat deskriptif-analitis, yaitu menggambarkan fenomena sosial-politik yang diteliti, kemudian menganalisis dengan mengklasifikasi dan mengkatagorikan berdasarkan data – data yang diperoleh.
Adapun pokok-pokok temuan penelitian, peranan kiai dalam pemilihan Gubernur mencakup sebagai pemberi legitimasi, fasilitator dan pelobi, juru kampanye dan penggerak massa, dan tim pengaduan dan pendampingan. Temuan kajian ini menunjukan bahwa keterlibatan dan peran kiai dalam politik dipengaruhi oleh lima faktor pendorong yaitu, faktor persepsi teologis, faktor dominasi subkultur jawara, faktor politik, faktor historis dan ideologi, faktor kekerabatan dan hubungan guru-murid, serta faktor penarik yang kepentingan pragmatis-oportunis para kiai.
Implikasi teoritis kajian ini mengacu pada temuan penelitian tentang bentuk-bentuk peran kiai dalam pemilihan gubernur dan faktor-faktor yang menyebabkan kiai dalam pemilihan Gubernur dan faktor-faktor yang menyebabkan kiai terlibat dan berperan dalam pemilihan Gubernur tersebut. Hasil kajian ini memberikan elaborasi teori status dan peran Linton yang bersifat normatif karena tidak mengakomodasi faktor keberadaan kepentingan (Interest) sebagai bagian penting dari variabel antara atau Intervening Variable. Berdasarkan hasil kajian ini terlihat bahwa Intervening Variabel antara “status” dan “role” tidak saja dalam bentuk Role Facilities dan Role-set, tetapi juga karena adanya variable “kepentingan ekonomi dan politik.
Promotor sidang, Amir Santoso dalam sambutannya berharap gelar doktor yang diraih Iman Ariyadi bermanfaat bagi Kota Cilegon, Banten dan Indonesia. “Iman Ariyadi adalah doktor ke enam puluh di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI,” kata H. Amir Santoso, seraya mengapresiasi kerja keras dan semangat Wali Kota Cilegon tersebut.

Artikel Lainnya:  Diversity of Indonesia: Social Capital for Nation Building