Departemen Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) memperkuat kerja sama akademik internasional dengan Universidade Da Paz melalui kunjungan dinas luar negeri ke Dili, Timor Leste.
Kegiatan tersebut dilakukan oleh dosen Departemen Ilmu Hubungan Internasional FISIP UI, Ali Abdullah Wibisono, Ph.D dan Nurul Isnaeni, Ph.D sebagai implementasi konkret dari Kesepakatan Kerja Sama antara FISIP UI dan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universidade Da Paz (F.ISH UNPAZ).
Perjanjian kerja sama tersebut telah ditandatangani oleh kedua dekan pada Juli 2025. Departemen Hubungan Internasional FISIP UI menjadi implementator pertama dalam pelaksanaan program kerja sama tersebut, khususnya pada bidang kelas kolaborasi, pertukaran dosen, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Selama berada di Dili, sejumlah agenda akademik dan penguatan kerja sama berhasil dilaksanakan, mulai dari kuliah umum, promosi program pascasarjana Hubungan Internasional UI, workshop, hingga finalisasi rencana kelas kolaborasi diplomasi.
Dalam kuliah umum yang disampaikan, Ali Abdullah Wibisono, Ph.D membawakan materi bertajuk “Diplomacy as Means of Survival for Emerging Powers”. Sementara itu, Nurul Isnaeni, Ph.D memaparkan topik “Towards an Effective Negotiation in the Globalizing Diplomacy”.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari penguatan kerja sama akademik, tetapi juga dipandang sebagai langkah strategis dalam mempererat hubungan Indonesia dan Timor Leste melalui jalur pendidikan tinggi.
Menurut tim FISIP UI, kunjungan ke Timor Leste dapat dikembangkan dalam semangat “Diplomasi Tangan di Atas” maupun kerja sama Selatan-Selatan (South-South Cooperation). Pendekatan tersebut dinilai penting untuk mendukung kepentingan nasional Indonesia dalam jangka panjang, khususnya dalam mendorong kemajuan dan stabilitas Timor Leste sebagai negara sahabat.
Selain faktor sejarah dan kedekatan geografis, hubungan Indonesia dan Timor Leste juga dipengaruhi oleh kesamaan sosial budaya dan posisi geopolitik strategis di kawasan Pasifik, termasuk dalam relasinya dengan Papua Nugini, Australia, Portugal, dan negara-negara Pasifik lainnya.
FISIP UI maupun UI secara kelembagaan dinilai memiliki peran penting sebagai aktor diplomasi pendidikan melalui dukungan terhadap pengembangan SDM Timor Leste, baik di sektor publik, swasta, maupun masyarakat sipil.
Karena itu, diperlukan langkah strategis yang lebih asertif, termasuk peluang pemberian beasiswa bagi mahasiswa magister dan doktoral asal Timor Leste untuk melanjutkan studi di Indonesia.
Dalam jangka pendek, tindak lanjut kerja sama akan diwujudkan melalui penyelenggaraan kelas kolaborasi diplomasi secara luring bersama Departemen Hubungan Internasional FISIP UI.
Selain itu, rencana pengembangan program “Sekolah ASEAN” juga diharapkan dapat mendukung proses integrasi Timor Leste ke ASEAN secara lebih konstruktif dan kontributif.




