Pilih Laman

Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) menjadi ajang rutin lima tahunan yang diselenggarakan untuk memilih pemimpin republik ini. Momentum Pilpres 2014 menjadi sangat penting karena republik ini akan memilih Presiden baru dengan program dan kebijakannya selama lima tahun ke depan. Melihat pentingnya momentum tersebut, FISIP Untuk Bangsa (FUB) II yang digagas oleh Departemen Kajian dan Aksi Strategis Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI 2014 (BEM FISIP UI 2014) hadir dengan tujuan untuk mengawal proses pemilihan umum khususnya Pilpres 2014. FUB II memiliki dua rangkaian acara di dalamnya, yaitu aksi simpatik dan diskusi panel.
Aksi Simpatik FUB II yang dilaksananakan di Bundaran HI, Jakarta Pusat bertajuk #BosanBlackCampaign. Ide tersebut berawal dari kejenuhan akan maraknya “kampanye hitam” yang mewarnai jalannya Pemilu Legislatif dan Eksekutif. Pada saat aksi, kami mengajak masyarakat untuk mengkritisi hal-hal yang lebih substantif dibanding membicarakan isu-isu yang tidak jelas kebenaraanya dengan beberapa cara yang nyata. Bertepatan dengan ulang tahun DKI Jakarta, pada 22 Juni 2014, FUB II mengajak masyarakat untuk #BosanBlackCampaign dengan cara membubuhkan tanda tangan di spanduk besar, membaca hasil kajian dari Tim Kajian #SATUFISIP dan selain itu, kami juga mengundang masyarakat untuk hadir ke Diskusi Panel FUB II.
Kemudian setelah itu mengadakan Diskusi Panel yang bertajuk “Bedah Visi-Misi dan Rekam Jejak Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden 2014”. Diskusi yang diadakan di Auditorium Juwono Sudarsono, FISIP, Universitas Indonesia merupakan perwujudan dari kampanye #BosanBlackCampaign. Diskusi Panel FUB II mengajak masyarakat untuk menajamkan pengetahuan tentang visi-misi, program, dan rekam jejak yang dimiliki kedua pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden, tak sekedar aspek figur saja.
Diskusi panel tersebut menghadirkan Juru Bicara dari masing-masing kedua pasangan capres-cawapres sebagai narasumeber, yaitu Tantowi Yahya dari Prabowo-Hatta dan Anies Baswedan, Ph.D dari Jokowi-JK. Diksusi yang berjalan kondusif ini dimoderatori oleh Direktur Eksekutif Poltracking Institute, Hanta Yuda A.R., M.A. Tak luput, pertanyaan dan pernyataan dari tim panelis yang terdiri dari Dra. Nuri Soeseno, M.A., Ph.D (Dosen Ilmu Politik Universitas Indonesia), Meidi Kosandi, S.IP., M.A., Ph.D (Dosen Ilmu Politik Universitas Indonesia), dan Bara Lintar Sanggabuana (Ketua BEM FISIP UI 2014) untuk menguji kedua narasumber membuat diskusi semakin menarik.
Tim Kajian #SATUFISIP juga turut menyemarakan diskusi. Mereka berkesempatan untuk memaparkan hasil kajiannya mengenai permasalahan yang terjadi di Indonesia dari delapan perspektif ilmu dihadapan Tantowi Yahya dan Anies Baswedan yang mana sangat mengapresiasi gagasan-gagasan yang dilontarkan oleh Tim Kajian #SATUFISIP tersebut. Tim Kajian #SATUFISIP terdiri perwakilan dari tiap departemen yang ada di FISIP UI, yaitu Departemen Ilmu Politik, Ilmu Hubungan Internasional, Sosiologi, Ilmu Kesejahteraan Sosial, Kriminologi, Ilmu Komunikasi, Antropologi, dan Ilmu Administrasi.
FUB II memang ditujukan untuk mengawal Pilpres 2014, namun, partisipasi kita sebagai warga negara Indonesia tidak hanya berhenti disana. Kita harus tetap mengawal, memantau, dan mengawasi jalannya proses menuju kursi RI-1 dan RI-2. Berbagai cara dapat kita lakukan untuk tetap mengawal, memantau, dan mengawasi, namun yang paling penting, kita harus konsisten bahkan setelah 9 Juli 2014 yang mana hari pencoblosan surat suara. Mari jadi pemilih yang cerdas dan kritis.

Artikel Lainnya:  Sidang Promosi Doktor: Murti Kusuma Wirasti (Program Studi Ilmu Komunikasi)