Pilih Laman

Departemen Hubungan Internasional FISIP UI mengadakan dialog daring bertajuk ”Defining Nurani #5: Human Security dalam Perspektif Keadilan Ekologis” pada Kamis (2/7). Sebagai pembicara, Ardian Alhadath (Senior Consultant ERM Indonesia dan alumni S1 HI FISIP UI 1998), sebagai pembahas Nurul Isnaeni, Ph.D (Staf Pengajar Departemen Hubungan Internasional FISIP UI) dan sebagai moderator Dr. phil Yandry Kurniawan (Staf pengajar Departemen Hubungan Internasional FISIP UI).

Human security berfokus pada aspek-aspek perlindungan manusia. Tapi pada kesempatan ini bagaimana human security dalam keadilan ekologis atau lingkungan. Dalam pengalaman saya didalam bidang pertambangan, dalam pertambangan pasti mempunyai dampak dan perubahan bentang alam. Pasti mempunyai dampak yaitu dampak positif dan dampak negatif. Dampak positifnya adalah peluang kerja dan usaha, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas hidup, pelayanan publik seperti kesehatan dan keselamatan masyarakat,” jelas Ardian.

Artikel Lainnya:  Menelaah Implementasi Audit Kinerja Sektor Publik

Lebih lanjut Ardian menjelaskan, “dampak negatif yang utama adalah kehilangan lahan, tempat tinggal dan mata pencarian. Kebanyakan pertambangan ada di desa atau tempat terpencil yang mana mata pencarian penduduk setempat biasanya bergantung pada lahan seperti berkebun, ketika lahan hilang maka akan menjadi permasalahan yang besar dan juga mereka kehilangan lahan tempat tinggal yang mengharuskan untuk berpindah. Tidak hanya itu, konflik masyarakat juga bisa terjadi ketika bicara industri, didalam suatu wilayah atau daerah masyarakatnya mempunyai pandangan yang berbeda-beda terhadap dampak dari industri tersebut, ada yang setuju dan tidak setuju.”

Tetapi Indonesia sudah mempunyai aturan untuk tata kelola sosial dan lingkungan nasional dan internasional juga mempunyai aturan tersebut. Seperti AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) AMDAL sendiri merupakan kajian tentang dampak penting dari suatu usaha dan kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup. AMDAL diperlukan dalam proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan kegiatan di Indonesia.

Artikel Lainnya:  Webinar BKI Academy berkolaborasi bersama FISIP UI dan Universitas Pertahanan Indonesia

Dalam perencanaan suatu proyek yang diperkirakan akan memberikan pengaruh terhadap lingkungan hidup di sekitarnya, diperlukan AMDAL. Karena itu, tujuan dan sasaran Amdal adalah untuk menjamin suatu usaha atau kegiatan pembangunan dapat berjalan secara berkesinambungan tanpa merusak lingkungan hidup. Melalui studi Amdal, diharapkan usaha dan kegiatan pembangunan dapat memanfaatkan dan mengelola sumber daya alam secara efisien dengan meminimalkan dampak negatif dan memaksimalkan hal positif.

Ardian juga menjelaskan, selain itu dalam level internasional, seperti bank dunia mempunyai safeguard policies atau kebijakan upaya perlindungan. Ketika Bank Dunia menyediakan dana kepada pemerintah untuk berinvestasi dalam proyek-proyek. Bank dunia bertujuan untuk memastikan bahwa orang-orang dan lingkungan dilindungi dari potensi dampak buruk. Melalui kebijakan yang mengidentifikasi, menghindari dan meminimalkan kerusakan pada orang dan lingkungan. Kebijakan-kebijakan ini mengharuskan pemerintah peminjam untuk mengatasi risiko lingkungan dan sosial tertentu untuk menerima dukungan Bank Dunia untuk proyek-proyek investasi.

Artikel Lainnya:  Diskusi Hasil Riset Karya Dosen FISIP UI

Nurul menambahkan “ketika kita bicara human security, salah satu dimensi yang penting yaitu environment karena yang pertama environment sebagai sebuah ekosistem yang memberikan daya dukung kehidupan dan keanekaragaman hayati. Yang kedua environment sebagai natural resources bukan hanya sebagai konsumsi masyarakat tetapi juga sebagai aset secara ekonomis dalam perspektif pembangunan, keberadaan natural resources ini menjadi sangat penting. Environment disini juga menjadi penting karena Indonesia negara yang kaya dengan sumber daya alam. Suber daya alam juga sebagai modal pembangunan yang penting.”