Pilih Laman

Tahun ini, Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UI kembali menggelar konferensi internasionalnya yang bertajuk “2nd Indonesia International Graduate Conference on Communication (Indo-IGCC)”. Rabu (11/7), konferensi ini dibuka secara resmi oleh Dekan FISIP UI, Dr. Arie Setiabudi Soesilo, M.Sc., bersama Ketua Departemen Ilmu Komunikasi, Dr. Nina Mutmainnah, dan Ketua Pelaksana, Dr. Irwansyah, S.Sos, M.A., di Auditorium Juwono Soedarsono Gedung F FISIP UI.

Mengusung tema “Mode of Communication and Production: From Human to Post Human, Indo-IGCC ingin menyampaikan cara pikir yang cerdas dan terang pada bagaimana dan mengapa manusia dan teknologi saling berkaitan dari dulu sampai sekarang. Dihadirkan dalam konferensi ini lima keynote speakers, yakni Prof. Matthew Ricketson (Deakin University), Prof. Michael Keane (Curtin University), Dr. Angela Roman, Dr. Daniel Angus (University of Queensland), dan Dr. Inaya Rakhmani (Universitas Indonesia).

Artikel Lainnya:  Pengukuhan Guru Besar Tetap bidang Ilmu Komunikasi FISIP UI

“Kita akan terkagum pada bagaimana sinergi antara positivis dan pendekatan kritis memberi arti pada teknologi yang melampaui kemanusiaan dari perspektif komunikasi” terang Irwansyah.

Selama dua hari, 100 pemakalah akan memberikan paparan dengan beragam disiplin keilmuan, seperti ilmu komunikasi, kajian media, hubungan internasional, ilmu politik, sosiologi, kajian budaya, antropologi, psikologi, dan ekonomi. Pemakalah yang mengikuti Indo-IGCC ini berasal dari 6 negara yang berbeda, antara lain: Perancis, Indonesia, Jerman, Pakistan, Inggris, dan Amerika Serikat. Seluruh paper dan extended abstract tersebut telah diseleksi dengan ketat oleh steering committee yang berasal dari Australia, Bangladesh, Belgium, Indonesia, Malaysia, Belanda, Norwegia, dan Pakistan.

“Kami berharap konferensi ini dapat memberikan pengalaman baru, pengetahuan baru, dan networking yang baru bagi para peneliti, praktisi, dan mahasiswa pascasarjana yang mengikuti” ucap Dekan FISIP UI dalam sambutannya.

Artikel Lainnya:  Meninjau Pengembangan Profesi Pekerjaan Sosial melalui Lokakarya