Pilih Laman

Setelah berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan penguji, Senin (27/7/2015), Gatot Eddy Pramono meraih gelar doktor di bidang Ilmu Kriminologi. Disertasi yang diajukan Gatot berjudul “Transformasi Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Menjadi Kelompok Kekerasan (Studi terhadap Kekerasan Kelompok oleh Empat Ormas di Jakarta).”

 

Sebagai bagian dari interaksi sosial, organisasi masyarakat (ormas) kerap terlibat aksi kekerasan, salah satunya adalah aksi kekerasan antar ormas. Berangkat dari kondisi tersebut, penelitian disertasi Gatot kemudian berupaya menggali akar permasalahan yang menyebabkan ormas bertransformasi menjadi kelompok kekerasan dan bagaimana pola transformasi ormas saat melakukan kekerasan kelompok. Dalam penelitian yang dilakukan Gatot, Forum Betawi Rempug (FBR), Pemuda Pancasila, FORKABI, dan Kembanh Latar menjadi subyek penelitian.

Artikel Lainnya:  Mengevalusi Implementasi Konvensi Hak-Hak Anak di Indonesia

 

Melalui penggunaan metode kualitatif dan eksplanasi serta analisis dengan menggunakan teori sub kebudayaan dan teori konflik, hasil studi ini menunjukkan bahwa ormas bertransformasi menjadi kelompok kekerasan manakala tiga faktor, yakni terganggunya kepentingan kelompok, terganggunya  identitas kelompok, dan terganggunya organisasi sosial. Hal yang menarik adalah penelitian ini menemukan fakta baru bahwa pola transformasi ormas menjadi kelompok kekerasan tidak hanya dalam bentuk ormas melawan ormas, namun juga ormas melawan kolaborasi ormas. Kolaborasi antar ormas hanya terjadi dalam situasi-situasi tertentu, yakni ketika adanya kesamaan kepentingan, hubungan emosional, dan musuh bersama.

 

Transformasi dan kolaborasi tersebut bersifat cair (fluid) atau hanya terjadi sewaktu-waktu dan sementara, tidak permanen. Kondisi yang berbeda dalam temuan penelitian ini adalah ormas memiliki potensi yang mengarah pada organized crime ketika ormas semakin menguat sebagai organisasi, dalam menjalankan aktivitas-aktivitas ilegal dalam mencapai tujuan ekonomi, serta lekat dengan aksi-aksi kekerasan.

Artikel Lainnya:  Dekan FISIP UI Pimpin Serah Terima Jabatan FISIP UI

 

Hadir sebagai ketua sidang, Prof. Isbandi Rukminto Adi, M.Kes., Ph.D. Promotor dalam sidang doktor Gatot adalah Prof. Dr. Adrianus Eliasta Meliala, M.Si., M.Sc., Ph.D., sedangkan yang menjadi kopromotor adalah Prof. Dr. Tb. Ronny Rahman Nitibaskara. Anggota penguji terdiri dari Prof. (Riset) Hermawan Sulistyo, M.A., Ph.D., APU., Prof. Dr. Muhammad Mustofa, M.A., Dr. Mohammad Kemal Dermawan, M.Si., dan Dr. Iqrak Sulhin, S.Sos., M.Si.