Pilih Laman

Setiap proses pekerjaan di perusahaan mempunyai resiko mengakibatkan kecelakaan kerja dari mulai ringan sampai dengan berat. Kecelakaan tersebut bisa terjadi karena kondisi tempat kerja yang tidak aman maupun karena kelalaian pekerja . Semakin tingginya angka kecelakaan kerja dari tahun ke tahun mengisyaratkan bahwa pemahaman penerapan K3 di lingkungan kerja sangat rendah, penerapan K3 adalah hak dasar perlindungan bagi tenaga kerja. Setiap pekerja wajib mendapat perlindungan dari resiko kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang dapat terjadi. Untuk penerapan K3 perlu adanya latihan tentang pentingnya keselamatan dalam bekerja agar tidak terjadi kecelakaan yang merugikan semua pihak dan sebagai bentuk apresiasi terhadap pelaksanan zero accident (meminimalisir kecelakaan kerja). Maka dari itu FISIP UI menyelenggarakan Pelatihan untuk para Petugas P3K. Pelatihan itu sendiri berlangsung dari tanggal 1-2 Juni 2016 di Kampus FISIP UI Depok. Pelatihan ini kerjasama antara FISIP UI dengan PMI. Dekan FISIP UI Dr. Arie Setiabudi Soesilo, M.Sc., hadir dan membuka Pelatihan P3K tersebut dengan harapan bahwa setelah pelatihan ini dapat diimplementasikan di lingkungan FISIP UI.

Artikel Lainnya:  Departemen Ilmu Komunikasi Selenggarakan Pengabdian Masyarakat Bertema Penggunaan Gawai pada Anak Usia Dini

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pengertian dan pemahaman mengenai pelaksanaan P3K di tempat kerja dan juga meningkatkan ketrampilan dalam melakukan pertolongan pertama terhadap penyakit mendadak dan kecelakaan kerja. Oleh karena di setiap tempat kerja harus memiliki petugas P3K [First Aider] yang siap dan mampu melakukan pertolongan ketika terjadi kecelakaan kerja maupun kegawatan medik, atau paling tidak karyawan pada umumnya dapat mengetahui langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan untuk pertolongan pertama pada kecelakaan kerja.

Pada pelatihan di hari pertama (1/06) diberikan materi-materi mengenai Dasar-dasar pertolongan pertama, Penilaian pertolongan pertama, Anatomi manusia, Bantuan hidup dasar, Resusitasi jantung paru, pendarahan dan syock penanganan cedera serta cedera sistem otot rangka. Kemudian pada hari kedua (2/06) materi pertama adalah mengenal lebih jauh mengenai Triage yakni tindakan mengkategorikan pasien menurut kebutuhan perawatan dengan memprioritaskan mereka yang paling perlu didahulukan. Setelah itu dilanjut dengan ujian Resusitasi jantung paru, Praktek balut/ bidai dan evakuasi, luka bakar dan kedaruratan medis, simulasi dan praktek serta post test.

Dalam sesi simulasi, para peserta melakukan teknik atau cara-cara melakukan penyelamatan terhadap korban seperti patah kaki, tangan dll. Kemudian dibalut dengan kain serta ditandu hingga ambulans. Setelah sesi simulasi kemudian dilanjutkan dengan penutupan dari Dekan FISIP UI Dr. Arie Setiabudi Soesilo, M.Sc., dalam sambutan penutupannya mengatakan bahwa “sangat mengapresiasi terlaksananya kegiatan ini terutama dari para instruktur PMI. Kegiatan ini setidaknya dapat meningkatkan kemampuan dalam hal keselamatan kerja. Dalam kondisi darurat seperti itu petugas paramedis tidak bisa kita langsung dikontak untuk menangani nya, dukungan dari para petugas P3K inilah yang mampu menangani penanganan awal”.

Artikel Lainnya:  Halal Bihalal Virtual Alumni FISIP UI

Dengan diselenggarakannya training First Aid oleh FISIP UI, diharapkan adanya peningkatan pemahaman dalam melakukan tindakan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) sehingga tingkat kecelakaan kerja yang menyebabkan penderita mengalami penurunan kualitas kerja untuk sementara waktu dapat dikurangi. (Humas-FISIP UI)