Pilih Laman

Creating Shared Value (CSV) merupakan strategi bisnis yang muncul dari pengembangan konsep Corporate Social Responsibility (CSR). CSV kini mulai marak diterapkan di perusahaan-perusahaan. Salah satu perusahaan yang sudah menerapkan konsep CSV adalah PT Nestlé Indonesia. Guna mendapatkan pembelajaran terkait implementasi gagasan CSV dalam konteks bisnis berkelanjutan, Senin (23/5/2016), Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI melakukan kunjungan studi ke PT Nestlé Indonesia, Karawang. Kegiatan ini bersinergi dengan Mata Kuliah Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, Ekonomi Program Sosial, dan Ekonomi Lokal & Pengentasan Kemiskinan Program Pascasarjana Ilmu Kesejahteraan Sosial. Kunjungan studi ini diikuti oleh 40 mahasiswa pascasarjana dan 6 dosen Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial. Kegiatan kunjungan ini diawali dengan presentasi konsep CSV di PT Nestlé Indonesia yang dijelaskan oleh Faiza Anindita, dilanjutkan pemaparan kegiatan CSV di Karawang Factory yang diterangkan oleh Kesit Kanigoro. Dalam presentasinya, Faiza mengatakan bahwa agar perusahaan dapat sukses, maka komunitas dan masyarakat yang ada di wilayah perusahaan tersebut beroperasi harus dimakmurkan. Dalam jangka panjang, masyarakat yang sehat, ekonomi yang sehat, dan prestasi perusahaan yang sehat akan saling mempengaruhi. PT Nestlé Indonesia telah mengembangkan indikator CSV dengan menggunakan indikator kinerja perusahaan induk sebagai acuannya. Hal ini untuk memberikan fokus dalam mengukur dan melaporkan kegiatan CSV yang berlanjutan. Area CSV di PT Nestlé Indonesia meliputi air, gizi, dan pengembangan pedesaan. Setelah mendengarkan paparan dari pihak PT Nestlé Indonesia, kegiatan visitasi ini lanjutkan dengan sesi group discussion for waste management, kunjungan ke Karawang Gallery, dan showcase kebun organik Karawang Factory. Kunjungan studi ke PT Nestlé Indonesia ditutup dengan pembuatan lubang biopori yang dilakukan oleh para mahasiswa dan dosen Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI.

Artikel Lainnya:  Pekan Komunikasi 2018 Angkat Tema Post-Truth Era