Pilih Laman

Penelitian ini di latar belakangi oleh munculnya Barat sebagai suatu peradaban baru yang lebih maju adalah fenomena global yang mempengaruhi dan mengubah tatanan peradaban serta geopolitik dunia. Konsep sekuler Ali Abd Ar-Riziq dan Soekarno merupakan produk dari fenomena tersebut.

Studi ini bertujuan menjawab pertanyaan, bagaimana latar belakang faktor internal dan eksternal serta konsep yang mempengaruhi pemikiran negara sekuler Ali Abd Ar-Riziq di Mesir serta pemikiran negara pancasila Soekarno di Indonesia

Kesimpulannya secara nasional kondisi politik yang terjadi di Mesir dan Indonesia menjadi sebab utama munculnya gagasan negara sekuler dari Ali Abd Ar-Riziq dan negara pancasila dari Soekarno. Munculnya ide sekuler di Indonesia didorong dan dipengaruhi oleh semangat ingin merdeka dari penjajahan Belanda dan kaum ulama yang berpikiran terbelakang.

Artikel Lainnya:  Kebijakan Luar Negeri Inggris dan Hubungan Diplomasi dengan Indonesia

Gagasan sekuler Ali Abd Ar-Riqiz di Mesir muncul sebagai reaksi untuk mencegah keinginan Raja Fu’ad untuk menjadi khalifah di Mesir. Soekarno memandang hubungan negara dan agama islam harus dipisahkan. Ia bermaksud membawa Indonesia agar lebih maju seperti bangsa Eropa.

Sedangkan Ali Abd Ar-Riziq memandang bahwa islam harus dipisahkan dari unsur-unsur negara secara yuridis. Khalifah tidak mempunyai legitimasi dari Al-Qur’an dan Hadits maupun Ijma karena hal tersebut bukan merupakan institusi agama.

Temuan dari penelitian ini menunjukan bahwa perbedaan pemikiran kedua tokoh tersebut disebabkan karena perbedaan latar belakang, pendidikan dan wawasan agama. Soekarno adalah seorang politis, negarawan dan nasionalis sedangkan Ali Abd Ar-Riziq merupakan seorang ulama, akademis dengan wawasan islam yang luas dan modern.

Artikel Lainnya:  Seminar Sosialisasi KAA: Memperkuat Kerja Sama Selatan—Selatan

Keduanya ingin memisahkan islam dan negara, namun tujuan mereka berbeda. Soekarno ingin memudakan agama dan menempatkannya di tempat yang mulia sedangkan Ali Abd Ar-Riziq lebih cenderung ingin memurnikan islam dan politik yang dianggapnya kotor. Persamaan kedua pemikiran tersebut disebabkan oleh kondisi pilitik global dan regional.

Pada saat itu terjadi Kolonialisme Barat yang menyebarkan pemikiran dan gagasan sekularisme. Di Timur Tengah, politik regional dipengaruhi oleh melemahnya Turki Usmani dan penjajahan barat. Di Indonesia, politik regional dipengaruhi oleh bangkitnya nasionalisme negara-negara Asia terhadap kekuasaan kulit putih.

Departemen Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Univeritas Indonesia (FISIP UI), meluluskan seorang Doktor yaitu Etin Nurhaetin Ningrum pada Kamis (09/01) di Auditorium Juwono Sudarsono. Azizah berhasil mempertahankan disertasi nya yang berjudul “Pemikiran Negara Sekuler dan Negara Pancasila: Studi Perbandingan Ali Abd Ar-Raziq di Mesir dan Soekarno di Indonesia” di hadapan para penguji.

Artikel Lainnya:  Gelaran Social WellFair 2015