Pilih Laman

Manfaat taman nasional dalam menjalankan fungsinya sebagai kawasan konservasi adalah dapat dinikmati oleh semua orang, sehingga termasuk dalam kriteria pemanfaatan public goods. Taman nasional juga memiliki potensi sumber daya alam lain yang bersifat komersil (tambang, sumber air, pariwisata, dan lainnya) sehingga menarik minat pihak lain untuk memanfaatkannya maka terjadilah kompetisi; kriteria ini termasuk common pool resources. Kedua kriteria ini memicu terjadinya konflik pada pengelolaanya. Latar belakang inilah yang diteliti oleh Hernita Wahyuni dalam disertasinya yang berjudul “Interactive Governance dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan pada Areal Taman Nasional dengan Karakteristik Pemanfaatan Ganda (Taman Nasional Gunung Halimun Salak sebagai Kawasan Konservasi).”

Artikel Lainnya:  Mengkritisi Tata Kelola Program Beasiswa Pacasarjana Luar Negeri Ditjen Dikti

Pada Kamis (25/6/2015), Hernita berhasil menyandang gelar doktor Ilmu Administrasi setelah berhasil mempertahankan hasil disertasinya di hadapan para penguji. Sidang promosi doktor Hernita berlangsung di Auditorium Juwono Sudarsono, Kampus FISIP UI.

Dalam paparan hasil penelitian Hernita, ia mengungkapkan bahwa secara teoritis sistem dan struktur penerapan aktivitas interactive governace di taman nasional mengarah pada governability, di mana stakeholder sebagai aktor strategis dengan kepentingan beragam mempunyai tujuan mengurangi konflik dalam bentuk networks, partnership, dan bentuk interaksi negosiasi lainnya. Aktivitas interactive governace-nya mengalir dalam siklus konsep sustainability sehingga menghasilkan sustainable governance di TNGHS dengan beberapa persyaratan fundamentalis, yakni: sistem eko-governmetalis pada manajemen kawasan, stuktur komunitas regulatoris pada manajemen kelembagaan, dan pengelolaan demokratis rasional pada manajemen sumber daya alam.

Artikel Lainnya:  Sidang Promosi Doktor: Francisca Indarsiani (Program Studi Sosiologi)

Hadir sebagai ketua sidang, Dr. Arie Setiabudi Soesilo, M.Sc. Promotor dalam sidang doktor Hernita adalah Prof. Dr. Irfan Ridwan Maksum, M.Si. Sedangkan yang menjadi kopromotor adalah Prof. Dr. Sudarsono Hardjosoekarto. Sementara itu, anggota penguji terdiri dari Prof. Dr. Endang Wirjatmi TL, M.Si., Dr. Sodjuangnon Situmorang, M.Si., Prof. Dr. Azhar Kasim, M.P.A., Dr. Roy Valiant Salomo, M.Soc.Sc., Prof. Dr. Martani Huseini., dan Dr. Retno Kusumastuti, M.Si.